Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sepuluh Tahun SD Mutif Kraksaan Terapkan Makan Siang Bergizi dan Kantin Sehat, Jauh sebelum Ada MBG

Achmad Arianto • Kamis, 16 Oktober 2025 | 16:56 WIB

BUKAN MBG: Siswa-siswi SD Mutif Kraksaan saat menyantap menu makan siang Bergizi.
BUKAN MBG: Siswa-siswi SD Mutif Kraksaan saat menyantap menu makan siang Bergizi.
 

Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Kreatif (Mutif) di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, telah lama melaksanakan program makan siang bergizi. Makanan yang disajikan dimasak oleh juru masak khusus.

------------------------

Butuh proses bagi SD Mutif untuk menerapkan program makan siang bergizi. Sekolah yang berdiri sejak tahun 2007, ini mulai melaksanakan program tersebut pada tahun 2015 atau delapan tahun setelah sekolah berdiri.

Program ini dilakukan karena sejak 2015, sekolah mulai menerapkan full day school. Siswa masuk pukul 07.00 dan pulang pukul 16.00. Dengan proses pembelajaran mulai pagi sampai sore itu artinya siswa berada di sekolah saat jam makan siang.

Dari sini kemudian muncul ide untuk menyiapkan makan siang bergizi bagi siswa saat jam makan siang tiba. Sekolah lantas melakukan musyawarah dengan wali murid untuk membahas masalah ini. Hasilnya, disepakati untuk menyediakan makan siang sehat bagi siswa di sekolah.

“Agar asupan makanan terjaga selama belajar di sekolah, maka diputuskan perlu ada program makan siang yang dilakukan oleh pihak sekolah,” kata Kepala SD Mutif Ahmad Syaifullah, saat ditemui Selasa (14/10).

Wali murid menurutnya, mendukung program ini. Sebab, mereka tidak perlu repot-repot menyiapkan bekal makan siang bagi anak saat ke sekolah.

Di awal program itu dilaksanakan, makan siang dimasak di dapur wali murid. Setelah jadi, masakan diantar ke sekolah untuk disajikan kepada siswa.

“Awalnya makanan dimasak di rumah wali murid. Sebab, dulu siswanya masih 17 anak. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, siswa semakin banyak. Akhirnya sekolah membangun dapur khusus,” ucapnya.

Program makan siang bergizi ini kemudian semakin berkembang. Sekolah bahkan memiliki juru masak khusus untuk memasak makanan bagi siswa.

Dapur khusus itu dibangun di sekolah agar lebih dekat dengan siswa. Karena itulah, makanan yang disajikan selalu fresh alias baru matang. Kondisinya masih hangat.

Setiap jam makan siang tiba, siswa mengambil sendiri makanan masing-masing. Tujuannya, siswa bisa menakar kebutuhan makanan yang diperlukan. Sehingga, tidak ada sisa makanan di piring.

Agar makanan yang diberikan tidak membosankan, menu makan siang yang disajikan berbeda setiap harinya. Namun, tetap memperhatikan gizi seimbang. Dalam satu porsi makanan, ada nasi, sayuran, lauk, dan buah.

 “Menu makanan berbeda setiap harinya sesuai kesepakatan wali murid dan diberikan dalam kondisi masih hangat. Kami juga mendidik siswa agar makan sesuai kebutuhan,” bebernya.

Dalam pelaksanaannya, makan siang ini dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama pukul 11.00, diberikan untuk siswa kelas 1.

Sebab, mereka masih dalam masa transisi dari TK. Selain itu, siswa kelas 1 pulang setelah salat Duhur.

“Harapannya, siswa pulang dan sampai di rumah sudah dalam keadaan kenyang. Jadi, bisa langsung istirahat,” terangnya.

Sesi 2 dilakukan setelah salat Duhur untuk kelas 2 sampai kelas 6. Setelah makan siang, mereka kembali melanjutkan pembelajaran.

Pemberian makanan siang bergizi itu, menurut Syaifullah, juga dilakukan dengan pertimbangan lain. Selama belajar mulai pagi sampai sore, siswa tentu mengeluarkan tenaga yang ekstra.

Sehingga, harus diimbangi dengan asupan makanan yang sehat. Mulai dari cara penyajian dan kandungan gizi dalam makanan.

Dengan adanya program makan siang bergizi tersebut, maka siswa tidak boleh jajan di luar sekolah. Agar siswa tidak bosan hanya dengan makanan yang ada, sekolah juga menyediakan kantin sehat.

Hanya jajanan sehat yang bisa dijual. Seperti, tidak mengandung pengawet dan pewarna berbahaya bagi tubuh.

“Ada tim kantin yang menyeleksi jajanan yang bisa dibeli oleh siswa. Sehingga kualitas jajanan siswa lebih terjamin,” terangnya.

Saat ini, terhitung sudah 10 tahun program ini berjalan di sekolah. Meski demikian, menurut Syaifullah, pihaknya mendukung program makan bergizi gratis (MBG) dari pemerintah.

Terutama bila kualitas makanan yang diberikan baik dan punya standar gizi dan penyajian yang baik juga. Hanya saja, belum ada keputusan apakah sekolahnya akan mengikuti program MBG atau tidak. Sebab, SD Mutif sudah lama menjalankan program sejenis.

“Kami akan melakukan musyawarah dan evaluasi lebih lanjut untuk memutuskan apakah ikut program ini (MBG, Red) atau tidak. Khususnya soal makanan yang diberikan kepada siswa. Sebab, program sejenis sudah berjalan lama di SD Mutif,” katanya. (ar/hn)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#bergizi #full day school #Mbg #muhammadiyah #makan siang #probolinggo #Kraksaan