Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

SDIT Kota Probolinggo Tak Punya Kantin, Gratiskan Makan Siang untuk Siswa Kurang Mampu

Arif Mashudi • Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:30 WIB
TERTIB: Siswa SDIT Kota Probolinggo antre mengambil menu makan siang yang biasanya disajikan selepas salat zuhur.
TERTIB: Siswa SDIT Kota Probolinggo antre mengambil menu makan siang yang biasanya disajikan selepas salat zuhur.

SAMA seperti Sekolah Dasar Insan Terpadu (SD IT) Kraksaan, program makan siang juga sudah lama terlaksana di SD IT Permata Kota Probolinggo.

Bahkan ratusan siswa juga mendapaktan snack box tiap harinya. Karena sekolah tidak menyediakan kantin dan siswa tidak diperbolehkan membawa uang saku.

Meski menyediakan makan siang gratis, sekolah tetap memperhatikan bagi siswa berprestasi dan siswa kurang mampu.

Sekolah membebaskan biaya makan siang bagi siswa kurang mampu. Beasiswa bagi prestasi pun diberlakukan di sekolah tersebut.

Saidi, Kepala SD IT Permata Kota Probolinggo mengatakan, SDIT berdiri tahun 2005 lalu.

Namun saat awal masuk di SD IT Permata tahun 2016, sudah ada pogram makan siang. Bahkan, tidak hanya makan siang yang difasilitasi oleh sekolah. Tiap pagi hari, sekolah juga memberikan snack box bagi para siswa.

Setiap harinya, siswa tidak boleh membawa uang saku. Sehingga, mereka konsumsi jajan yang disediakan sekolah dan makan siang.

Sedangkan air minum, siswa tinggal membawa tumbler atau botol sendiri dari rumah.

Sekolah sudah menyediakan air mineral di tiap ruang kelas. Sehingga, siswa tinggal mengisi botol masing-masing untuk minumannya.

”Snack box atau itu disediakan oleh sekolah, karena sekolah tidak menyediakan kantin. Selain itu, siswa juga tidak boleh bawa uang saku. Sehingga, siswa jam istirahat ya dapat snack box dan menikmati makan siang,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Saidi menerangkan, program makan siang sudah ada di sekolah dan berjalan dengan lancar tanpa mengganggu kegiatan sekolah. Karena makan siang biasa dilakukan sesudah jam salat zuhur. Sehingga, selepas salat dhuhur, siswa bisa langsung menikmati makan siang.

KEBERSAMAAN: Siswa SDIT Kota Probolinggo saat menyantap sajian makan siang.
KEBERSAMAAN: Siswa SDIT Kota Probolinggo saat menyantap sajian makan siang.

”Khusus siswa yang sedang puasa hari Senin dan Kamis, kami bungkuskan untuk dibawa pulang,” ujarnya.

Apa saja menu makan siang yang disajikan? Saidi mengaku, dipastikan tiap hari menu yang disajikan harus ada sayurannya.

Nah, selama ini menu yang akan disajikan tiap pekannya, selalu diinformasikan ke walimurid.

Sehingga, walimurid tahu menu makan siang yang akan diberikan pada anak-anaknya mulai Senin hingga Jumat apa saja.

”Ada 669 siswa di SDIT Permata Kota Probolinggo yang ikuti program makan siang ini,” ujarnya.

Saidi kembali menitikberatkan bahwa sekolahnya tetap memberikan perhatian pada siswa prestasi dan kurang mampu.

Bagi siswa prestasi, disediakan beasiswa. Begitu juga siswa kurang mampu diberikan keringan, hingga dibebaskan dari biaya iuran makan siang tersebut.

”Ada beberapa siswa yang kami bebaskan dari iurang sekolah ataupun iuran makan siang,” tuturnya. (mas/fun)

Editor : Abdul Wahid
#Mbg #Makan Bergizi Gratis