Tak semua prajurit bertempur di medan perang. Sertu Ferdian Yudha Pramana memilih gelanggang berbeda: ruang gym dengan barbel dan treadmill sebagai senjatanya. Ia melatih tubuh-tubuh yang lelah, mengubah keraguan menjadi keyakinan. Dari disiplin tentara, ia menebarkan energi yang membuat banyak orang kembali percaya pada kekuatan diri sendiri.
MUHAMAD BUSTHOMI, Pasuruan, Radar Bromo
Musik upbeat berdentum dari speaker di sudut ruangan. Derit barbel sesekali terdengar bersahutan dengan napas tersengal para member yang sedang push-up.
Di antara cermin besar dan deretan treadmill, seorang pria paruh baya tengah berbaring di bangku mesin bench press. Tangannya meraih batang besi dengan hati-hati, wajahnya sedikit menegang.
Tepat di depannya, seorang pelatih berkaus hitam dengan logo Fitness Plus berdiri siaga.
Matanya fokus, tangannya siap membantu kapan saja. “Tarik napas, turunkan pelan… dorong ke atas.”
Instruksinya jelas, tegas, tapi dengan nada yang membuat member tetap percaya diri. Itulah gaya khas Sertu Ferdian Yudha Pramana.
Anggota Kodim 0819/Pasuruan itu juga dikenal sebagai personal trainer fitness di pusat kebugaran terbesar di Pasuruan.
Tapi di dalam ruang latihan itu, ia bukan seorang tentara. Ferdian menempatkan dirinya sebagai sosok sahabat yang mendorong setiap orang menaklukkan keterbatasannya sendiri.
“Setiap orang punya kondisi dan tujuan berbeda. Tugas saya memastikan latihan mereka aman, efektif, tapi tetap menyenangkan,” katanya seusai sesi latihan Sabtu (4/10) siang.
Keringat menetes dari pelipisnya, namun senyum tak lepas dari wajah. Latar belakang militernya membuat Ferdian terbiasa hidup dalam disiplin tinggi.
Waktu baginya adalah sesuatu yang tak boleh disia-siakan. Namun, di dalam gym, disiplin itu ia kemas dengan pendekatan yang jauh lebih manusiawi.
Ia tidak menuntut para member untuk “keras” seperti di barak latihan. Sebaliknya, lelaki yang akrab disapa Coach Ferdi itu justru menjadi motivator yang memahami bahwa setiap orang punya ritme sendiri.
“Kalau olahraga terasa menakutkan, orang nggak bakal bertahan lama. Saya ingin mereka menikmati prosesnya,” ujarnya.
Maka jangan heran jika setiap kali Ferdian masuk ke ruang latihan, suasana langsung berubah.
Ada semangat baru di udara. Beberapa member bahkan spontan menegakkan badan begitu ia lewat, bukan karena takut, tapi karena merasa “harus semangat” di hadapan sang pelatih.
Perjalanannya sebagai personal trainer dimulai sejak tahun 2016, ketika ia mendapatkan Sertifikat Instruktur Fitnes TNI AD.
Kecintaannya terhadap kebugaran berkembang pesat hingga akhirnya ia mengikuti sertifikasi kebugaran di Rai Institute Advanced Fitness Trainer dan Certified Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia pada 2023.
Bagi Ferdian, pelatihan bukan sekadar rutinitas fisik, tetapi juga pembentukan karakter dan mental sehat.
Setiap klien diperlakukan sebagai individu unik dengan kebutuhan dan batas kemampuan yang berbeda.
Ia memadukan pendekatan ilmiah, aman, dan berjenjang. Mulai dari analisis postur tubuh, mobilitas sendi, hingga keseimbangan latihan kekuatan dan fleksibilitas.
“Setiap orang punya titik awal berbeda. Saya tidak memaksa berlatih keras, tapi membantu mereka berlatih cerdas,” katanya.
Metode inilah yang membuat para klien merasa aman dan percaya diri, bahkan mereka yang baru pertama kali masuk ke dunia gym. Di Fitness Plus Pasuruan, tempat ia bernaung, suasana latihan dibuat profesional namun tetap bersahabat.
“Bagi saya, hasil terbaik bukan hanya otot yang terbentuk, tapi kebiasaan sehat yang tertanam,” tambahnya.
Keberhasilan Ferdian terlihat jelas dari cerita para member yang berlatih bersamanya. Salah satunya Andi, yang berhasil menurunkan berat badan hingga 12 kilogram.
“Awalnya saya skeptis, mikirnya paling cuma latihan biasa. Tapi Coach Ferdian beda. Dia nggak langsung nyuruh angkat berat, tapi dengar dulu cerita saya,” tutur pria 35 tahun itu.
Program latihan yang ia jalani pun disusun bertahap. Mulai dari cardio ringan, latihan beban dasar, hingga pengaturan pola makan realistis tanpa harus meninggalkan pekerjaan kantor.
“Yang saya suka, beliau sabar. Kalau saya lagi drop semangatnya, dia tahu cara ngomong biar bangkit lagi. Kalau saya capek, dia tahu kapan mesti ngendorin, kapan mesti gas,” tambahnya.
Kini, Andi tak hanya lebih ringan secara fisik, tapi juga merasa hidupnya lebih teratur. “Saya bangun lebih pagi, makan lebih sehat, dan tidur lebih nyenyak. Bukan cuma turun berat badan, tapi hidup saya ikut berubah,” katanya mantap.
Kisah lain datang dari Ratna. Perempuan 62 tahun yang menjadi salah satu member tertua di Fitness Plus Pasuruan. Saat pertama datang, ia sering merasa cepat lelah dan nyeri pinggang. “Saya pikir umur segini buat apa olahraga berat? Tapi ternyata memang butuh, biar tetap sehat,” ujarnya sambil tertawa kecil.
Ferdian juga tidak memaksanya melakukan latihan ekstrem. Ia merancang sesi yang lebih lembut: senam kelenturan, penguatan sendi, dan latihan keseimbangan dengan beban kecil. Ia bahkan sesekali ikut mencontohkan gerakan di samping Ratna agar suasananya tidak tegang. “Latihannya terasa ringan, tapi hasilnya luar biasa,” ungkapnya.
Bagi para member, Ferdian bukan hanya pelatih, tapi juga pendengar. Ia sering berbincang santai di sela latihan, membahas soal pola makan, stres kerja, bahkan masalah tidur. Semua itu ia rangkum dalam filosofi sederhana: tubuh sehat dimulai dari pikiran yang sehat.
“Kadang orang datang ke gym bukan cuma mau kurus atau berotot. Ada yang mau sembuh dari kelelahan mental. Tugas saya bikin mereka merasa hidupnya seimbang,” tuturnya.
Di sela rutinitasnya sebagai prajurit, Ferdian tetap meluangkan waktu untuk berbagi edukasi soal olahraga dan nutrisi di media sosial. “Tidak ada kata terlambat untuk mulai olahraga. Yang penting niat dan konsistensi,” ujarnya mantap.
Bagi Ferdian, menjadi prajurit dan personal trainer sejatinya punya semangat yang sama. Yakni menjaga ketahanan tubuh dan memberi manfaat bagi orang lain.
“Bedanya cuma medan. Kalau di militer, motivasinya adalah menjaga bangsa, di gym saya menjaga semangat orang-orang agar tetap kuat menghadapi hidup,” ujarnya sambil tersenyum. (fun)
Editor : Abdul Wahid