Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cerita Perjuangan Salwa Kusuma Wardhani Raih Medali Emas OSSI 3.0 IPS

Inneke Agustin • Selasa, 29 Juli 2025 | 18:00 WIB

SENANG: (dari kiri ke kanan) Ma`sum Ali Ridlwan, Salwa Kusuma Wardhani, dan Kartika Wulan saat berfoto bersama menunjukkan prestasi yang telah diraih.
SENANG: (dari kiri ke kanan) Ma`sum Ali Ridlwan, Salwa Kusuma Wardhani, dan Kartika Wulan saat berfoto bersama menunjukkan prestasi yang telah diraih.
Salwa Kusuma Wardhani baru 14 tahun. Namun, langkahnya telah menjejak lebih jauh dari banyak teman seusianya. Siswi kelas VIII SMP Namira ini baru saja mengukir prestasi membanggakan tingkat nasional. Meraih medali emas dalam ajang Olimpiade Sains Siswa Indonesia 3.0 (OSSI 3.0), bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

 INNEKE AGUSTIN, Mayangan, Radar Bromo.

Minggu pagi, tanggal 29 Juni, saat sebagian pelajar masih larut dalam lelap atau sekadar menggenggam gawai, Salwa justru memilih jalur sepi. Dia mengikuti jalur perlombaan ilmu, OSSI 3.0 yang bukan kompetisi biasa.

Kompetisi ini mempertemukan 233 siswa dari seluruh pelosok negeri—dari desa yang sunyi hingga kota yang riuh. Dalam satu ruang maya yang sama, mereka menjawab tantangan soal-soal IPS yang penuh teka-teki dan logika. "Aku tahu lomba ini dari Instagram," ucap Salwa.

Dari banyak pilihan bidang lomba; Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, hingga IPS; ia memilih yang paling dekat dengan jiwanya. Yaitu, IPS.

Dalam waktu yang tak lama, hanya sepekan, ia mulai menyiapkan dirinya. Ringkasan catatan ia susun rapi. Bukan demi sekadar juara, melainkan karena cinta pada ilmu yang terus tumbuh dalam diam.

Lomba berlangsung secara daring. Hanya satu babak. Tanpa penyisihan. Tanpa pengulangan. Sekali ikut, sekali nilai ditentukan.

Sistemnya pun unik: mengerjakan 15 soal pilihan ganda dengan waktu maksimal satu jam. Siapa yang tercepat menyelesaikan soal dengan benar, dia berpeluang jadi pemenang.

"Meski waktunya lama, tapi siapa cepat dia berpotensi menang," tutur Salwa, mengenang detik-detik penuh debar di balik layar komputernya.

Materi soal menyentuh berbagai sisi ilmu sosial. Mulai dari globalisasi, suhu, kependudukan, sejarah kemerdekaan, hingga ekonomi makro seperti GNP dan pendapatan per kapita. Soal demi soal ia hadapi dengan ketenangan yang luar biasa untuk usianya.

Hanya satu pertanyaan yang membuatnya terpaku. Yakni, soal ekonomi yang meminta perhitungan rumus yang sempat terlupa.

“Saya sempat bingung soal itu. Tapi saya coba jawab juga,” katanya, jujur, namun tak putus asa.

Dalam lomba itu, skor sempurna adalah dambaan. Setiap jawaban benar diberi nilai 15, yang salah diberi nilai nol, dan yang tak dijawab malah mengurangi nilai.

Salwa menyelesaikan semua soal dalam waktu kurang dari satu jam. Dan dari ketekunannya, muncul angka keramat: 240 poin. Angka ini cukup untuk mengantarkannya berdiri sejajar dengan mereka yang berhak menyandang medali emas.

“Memang bukan saya sendiri yang dapat emas. Tapi yang pasti saya masuk syaratnya. Saya tidak tahu pasti berapa orang yang dapat, tapi nilai saya 240,” ucapnya, merendah.

Salwa mengungkapkan ingin terus belajar, terus mencoba, dan suatu hari nanti, mungkin berdiri di panggung yang lebih besar. Tak hanya membawa nama sekolah, tapi juga tanah kelahirannya, Probolinggo tercinta.

Guru pembimbing IPS Salwa, Ma`sum Ali Ridlwan mengaku bersyukur dengan prestasi itu. Dengan background sosial yang baik, Salwa mampu beradaptasi dengan soal latihan sehingga dapat bersaing dengan para pelajar lain dalam lomba tersebut.

“Harapan kami, semoga prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain dan Salwa juga dapat mengembangkan potensi yang ada di segala bidang. Baik itu akademik maupun nonakademik,” ungkapnya. (hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#kompetisi #smp #Namira #pelajar #sains #olimpiade