PELABUHAN PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) memiliki peran strategis sebagai gerbang utama perdagangan internasional di Jawa Timur.
Kunci pesatnya perkembangan Pelabuhan DABN sebagai anak usaha BUMD PT Petrogas Jatim Utama terletak pada keberhasilannya membangun kolaborasi yang efektif dan efisien antara nilai-nilai tata kelola perusahaan, koordinasi strategis dengan holding perusahaan. Selain itu, sinergi dengan unsur birokrasi di Pemprov Jawa Timur dan Pemkot Probolinggo.
Keberhasilan ini juga ditopang oleh kemampuan manajemen DABN dalam mengimplementasikan visi dan misi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, khususnya dalam mendorong terwujudnya Gerbang Baru Nusantara.
Berbagai kapal asing silih berganti bersandar di Pelabuhan DABN karena fasilitas dermaga yang memadai dan kemudahan prosedur ekspor-impor. Reputasi DABN sebagai pelabuhan yang profesional, cepat, dan terintegrasi menjadikannya pilihan utama untuk lalu lintas logistik skala besar.
Andri Irawan yang sebelumnya menjabat direktur operasional, kini dipercaya sebagai direktur utama PT DABN, menjadi tokoh kunci dalam mendorong transformasi signifikan di tubuh perusahaan. “Sejak DABN ditetapkan sebagai pusat distribusi pupuk wilayah timur Indonesia, pendistribusian pupuk subsidi menjadi lebih cepat, merata, tepat waktu, dan terjamin. Ini merupakan wujud konkret dukungan DABN terhadap produktivitas pertanian nasional,” ungkap Andri.
Selain pupuk, pelabuhan ini juga memiliki gudang seluas 6.000 m² yang digunakan untuk mendukung distribusi beras ke berbagai daerah, termasuk Pasuruan, Lumajang, Situbondo, Jember, dan Malang. DABN juga kembali menerima pengapalan gula mentah (raw sugar), yang selanjutnya didistribusikan ke berbagai industri pengolahan di Jawa Timur, seperti PT CJI Pasuruan.
Tak berhenti di situ, pelabuhan ini menjadi lokasi utama masuknya 1.100 ekor sapi perah dari Australia, dalam rangka mendukung Program Gizi Nasional. Sapi-sapi ini akan disalurkan kepada peternak di Kabupaten Blitar, Pasuruan, Banyuwangi, dan Malang, guna meningkatkan produksi susu lokal dan pemberdayaan ekonomi peternakan rakyat.
“DABN telah menjadi simpul penting perdagangan dan distribusi. Peluang ini harus direspons cepat oleh masyarakat dan pelaku usaha. Jika ekosistem ini terus berkembang, bukan mustahil Probolinggo akan menjadi Small Singapore-nya Indonesia,” tegas Andri.
Perkuat Ekonomi melalui Konektivitas Maritim
PT DABN bekerja sama dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk membuka layanan kapal roll-on/roll-off (Ro-Ro) dari Terminal Umum DABN Probolinggo menuju wilayah timur Indonesia. Jalur laut Probolinggo–Lombok akan segera dioperasikan selama 24 jam penuh.
Tak hanya itu, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur juga telah menggandeng DABN dalam peluncuran program Trans Laut Jatim, yang akan melayani rute penumpang Probolinggo–Pamekasan, serta menghubungkan beberapa pulau di Madura, seperti Gili Ketapang, Gili Iyang, Gili Mandangin, dan Gili Labak.
“Saat ini memang baru kapal kargo yang rutin berlabuh di Pelabuhan DABN. Namun jika layanan Ro-Ro dan Trans Laut Jatim beroperasi penuh, pelabuhan ini akan semakin ramai dan strategis,” ujar Andri.
Lebih dari sekadar konektivitas penumpang dan logistik, Pelabuhan DABN kini mulai diproyeksikan sebagai gerbang baru perdagangan hasil bumi dan sumber daya mineral dari berbagai daerah di Jawa Timur dan sekitarnya. Hasil pertanian, perkebunan, peternakan, serta tambang rakyat ke depannya dapat dipusatkan dan didistribusikan melalui pelabuhan ini ke berbagai wilayah Nusantara.
Dengan posisi strategis dan dukungan infrastruktur yang terus ditingkatkan, DABN juga sedang disiapkan menjadi pintu masuk ekspor produk-produk perdagangan nonmigas, seperti hasil olahan pertanian, produk industri kecil-menengah, dan bahan baku tambang, langsung ke pasar internasional. Hal ini menjadi bagian dari langkah besar untuk menjadikan Probolinggo sebagai simpul logistik nasional dan kawasan industri berbasis pelabuhan.
“Artinya apa? DABN sedang kami bangun sebagai gerbang baru Nusantara. Daya tarik pertama yang akan dilihat adalah pelabuhannya. Setelah itu, potensi kawasan penunjang dan wisata di dalamnya akan ikut terangkat, termasuk destinasi Bromo Tengger Semeru,” lanjut Andri.
Ia juga berharap kemajuan ini turut melahirkan agensi-agensi wisata dan pelaku usaha logistik yang mampu bersinergi dengan peluang yang terbuka lebar. Ke depan, DABN bahkan ditargetkan bisa menjadi pelabuhan embarkasi laut untuk jemaah haji dari wilayah tapal kuda Jawa Timur.
Semakin Banyak Kapal, Semakin Besar Kontribusi PAD
Tingginya jumlah kapal asing yang bersandar di DABN berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik melalui PPN maupun PNBP. Menurut salah satu bank plat merah, perputaran uang di Pelabuhan DABN merupakan yang tertinggi kedua di Jawa Timur, setelah Universitas Brawijaya, Malang.
“Tingginya perputaran uang ini mestinya berdampak luas, bukan hanya bagi DABN. Masyarakat sekitar semestinya juga turut merasakannya, apalagi sekitar 90 persen tenaga kerja DABN berasal dari wilayah sekitar,” jelas Andri.
DABN juga memiliki keunggulan sebagai pelabuhan bertaraf internasional, dengan fasilitas modern, dermaga kuat dan draf hingga minus 12 m dari permukaan laut. Sehingga mampu menampung kapal besar, serta standar keamanan tinggi.
Pelabuhan ini telah mengantongi sertifikasi ISPS Code, standar keamanan internasional penting untuk operasional kapal asing, dari proses sandar hingga bongkar muat. Pada 2024, PT DABN menerima penghargaan Effectiveness Leadership dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur dalam ajang PWI JATIM AWARD saat peringatan HPN. (el/*)
Editor : Muhammad Fahmi