DEMI meningkatkan pelayanan kesehatan dan memperluas akses layanan medis, RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo meluncurkan Inovasi Pelayanan Si JERUK GLIPANG (Sistem Jemput Rujukan Gili Ketapang). Program rujukan jemput bola ini resmi diluncurkan pada Maret 2025 dalam mendukung program Bupati-Wakil Bupati Probolinggo, SAE Kesehatan. Untuk mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat.
Inovasi Pelayanan Si JERUK GLIPANG merupakan salah satu terobosan RSUD Tongas dalam mewujudkan pelayanan yang cepat, responsif, dan merata. Khususnya di daerah Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, yang membutuhkan penanganan khusus. Sebab, kondisi geografis Gili Ketapang merupakan kepulauan dan terpisahkan oleh lautan.
Selain itu, Inovasi Pelayanan Si JERUK GLIPANG juga merupakan bagian dari upaya RSUD Tongas untuk mendukung program Pemkab Probolinggo dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI-AKB) di Kabupaten Probolinggo.
Plt Direktur RSUD Tongas dr. Catur Prangga Wadana, Sp.A., M.Kes. melalui Plt Kepala Seksi Pelayanan Medik dr. Krisma Oky Diningtari menjelaskan, Si JERUK GLIPANG adalah layanan jemput bola untuk pasien rujukan. Khususnya pasien dari Gili Ketapang. Tidak hanya khusus pelayanan kebidanan dan bayi, namun juga untuk pasien emergency lainnya.
Melalui Si JERUK GLIPANG, pasien dari Gili Ketapang yang membutuhkan rujukan ke RSUD Tongas akan dijemput langsung oleh tim medis RSUD Tongas menggunakan ambulans yang sudah dilengkapi peralatan medis dan tenaga kesehatan profesional. Si JERUK GLIPANG juga sesuai dengan tagline RSUD Tongas. Yakni, Sigap (Selalu Siap, Ikhlas, Gigih, Amanah, Profesional).
“Inovasi pelayanan ini kami gagas karena Gili Ketapang membutuhkan penanganan khusus, sebab kondisi geografisnya merupakan kepulauan yang terpisahkan oleh lautan dan menempuh perjalanan yang agak lama menuju daratan sebelum menuju rumah sakit,” jelas dr. Krisma.
Dengan inovasi pelayanan Si JERUK GLIPANG, pasien dari Gili Ketapang yang membutuhkan rujukan medis segera tertangani. Jika kondisi kritis, pasien akan langsung dilakukan penanganan awal di lokasi penjemputan.
Salah satu keunggulan layanan ini adalah kemampuan tim Si JERUK GLIPANG untuk langsung berkoordinasi dengan dokter spesialis di RSUD Tongas. Sehingga, ketika pasien tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dokter sudah siap melanjutkan tindakan tanpa harus menunggu lama.
“Ini membuat proses penanganan lebih cepat dan mengurangi risiko memburuknya kondisi pasien,” tambahnya.
Tak kalah penting, inovasi pelayanan Si JERUK GLIPANG bersifat gratis. Semua pembiayaan sudah terintegrasi melalui skema BPJS Kesehatan. Dengan demikian, pasien dan keluarga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan apa pun untuk proses penjemputan ini.
“Inovasi Pelayanan Si JERUK GLIPANG adalah bentuk kepedulian dan komitmen kami. Harapan kami, tidak ada lagi pasien yang terlambat ditangani dari Gili Ketapang, karena kondisi geografis dan akses yang sulit menuju RSUD Tongas,” tegas dr. Krisma.
Aksi Nyata: Jemput Bayi Gawat Darurat dari Gili Ketapang
Manfaat nyata dari Inovasi Pelayanan Si JERUK GLIPANG sudah dirasakan langsung oleh masyarakat Gili Ketapang. Salah satunya dalam penanganan kasus kegawatdaruratan pada seorang bayi dari daerah setempat pada Maret 2025 lalu.
Saat itu, tim medis RSUD Tongas melakukan aksi cepat tanggap menjemput seorang bayi berusia di bawah satu bulan dalam kondisi kritis. Sebelumnya, juga dilakukan koordinasi sistem rujukan antara puskesmas pembantu (Pustu) setempat yang merupakan bagian dari Puskesmas Sumberasih di Gili Ketapang dan RSUD Tongas.
Plt Kasi Pelayanan Medik RSUD Tongas dr. Krisma Oky Diningtari mengungkapkan, inovasi ini bermula dari adanya rujukan dari Puskesmas Sumberasih. Saat itu ada bayi yang membutuhkan penanganan dengan segera,
“Setelah itu kami langsung menyiapkan tim untuk menjemput dan ambulans. Karena Gili Ketapang merupakan kepulauan yang terpisahkan oleh lautan, bayi tersebut harus dibawa terlebih dahulu dari rumahnya ke Dermaga Mayangan menggunakan kapal didampingi tenaga medis setempat,” tutur dr. Krisma.
Setibanya di dermaga, tim dari RSUD Tongas sudah standby. Begitu bayi diturunkan dari kapal, Resusitasi langsung dilakukan tenaga kesehatan di dalam ambulans dengan peralatan medis lengkap yang telah disiapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pasien saat itu.
“Waktu adalah segalanya dalam kondisi seperti itu. Kami lakukan tindakan medis awal di lokasi sebelum membawa bayi ke rumah sakit. Jika kami hanya menunggu di rumah sakit, bisa jadi kondisi pasien makin buruk,” ujarnya.
Kasus ini, menurut dr. Krisma, menjadi bukti nyata pentingnya inovasi pelayanan Si JERUK GLIPANG, khususnya daerah Gili Ketapang. Penanganan cepat dan tepat sangat menentukan keselamatan pasien, terutama bagi bayi dan anak-anak.
“Kami tidak bisa berharap semua pasien bisa datang sendiri ke rumah sakit, apalagi dalam kondisi gawat dan akses yang sulit seperti Gili Ketapang. Kami yang harus proaktif. Kami datangi, kami jemput, kami tangani segera,” tegasnya.
Desa Gili Ketapang memang menjadi salah satu wilayah dengan tantangan akses yang kompleks. Untuk menuju RSUD Tongas, pasien harus menyeberang laut. Karena geografis daerah ini dipisahkan oleh lautan. Kondisi ini menjadikan pelayanan medis di Gili Ketapang masuk dalam kategori pelayanan khusus atau special case.
“Kami memberikan perhatian lebih kepada daerah seperti Gili Ketapang. Pelayanan harus lebih cepat dan fleksibel, karena jika terlambat, risikonya tinggi. Melalui Inovasi Pelayanan Si JERUK GLIPANG, kami bisa menjangkau mereka yang sebelumnya sulit mendapatkan akses cepat ke layanan medis,” pungkas dr. Krisma. (uno/fun/*)
Editor : Muhammad Fahmi