Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kiprah Soemarjono, Anggota DPRD Jatim: Dari Tenaga Pendidik Terjun ke Dunia Politik

Fandi Armanto • Sabtu, 28 Juni 2025 | 09:22 WIB
POLITISI: Dr Soemarjono, M.Pd. bersama sang istri, Ita Fidayanti, yang kini sama-sama duduk di parlemen. Soemarjono ada di DPR Provinsi dan Ita Fidayanti duduk di parlemen Kota Pasuruan.
POLITISI: Dr Soemarjono, M.Pd. bersama sang istri, Ita Fidayanti, yang kini sama-sama duduk di parlemen. Soemarjono ada di DPR Provinsi dan Ita Fidayanti duduk di parlemen Kota Pasuruan.

LAHIR di Madiun 53 tahun silam, Dr Soemarjono, M.Pd. banyak pengalaman duduk di parlemen. Dia juga naik level. Setelah jadi dewan di DPRD Kota Pasuruan selama dua periode, di Pemilihan Legislatif 2024 silam, dia berhasil terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Jatim. Pria yang pernah menjadi tenaga pendidik itu terjun ke politik karena ingin dunia pendidikan jadi lebih maju lagi.

Logo RBA
Logo RBA

Semenjak muda, Soemarjono memang mengagumi sosok guru. Selain orang tuanya yang juga seorang pengajar, dia melihat guru adalah orang yang bisa mencerdaskan banyak orang. Mendidik orang-orang dari tidak bisa, menjadi bisa. Meski saat itu, guru adalah profesi yang tak menjanjikan dari segi finansial, Soemarjono tak memandang hal itu.

Alasan itulah yang membuat dia mengambil jurusan PPKN Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Wisnuwardhana di Malang. Seperti orang-orang, setelah lulus dia langsung mencari kerja. Walau saat itu dia tidak langsung menjadi seorang guru, Soemarjono mengawali pengalaman kerjanya sebagai karyawan.

Keinginannya untuk menjadi guru, tak pernah surut. Hingga sekitar tahun 1996, dia berkesempatan untuk menjadi guru di SMP PGRI 3 Lawang. “Kurun waktu satu dekade lebih, saya banyak mengajar di berbagai sekolah. SD, SLTP, SLTA yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Malang,” terang ayah tiga anak ini.

NAIK LEVEL: Soemarjono (empat dari kiri) bersama anggota fraksi DPRD Provinsi Jatim.
NAIK LEVEL: Soemarjono (empat dari kiri) bersama anggota fraksi DPRD Provinsi Jatim.

Selama menjadi guru, Soemarjono juga banyak belajar bagaimana caranya mengelola lembaga Pendidikan . Hingga dia mulai merintis untuk mengelola Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Prabu Jayanegara dengan jurusan Farmasi. Jurusan yang saat itu memang tengah dibutuhkan dunia usaha dunia industri (DUDI).

Mulanya, Soemarjono memanfaatkan sebuah bangunan gedung SDN Kalirejo 4 di Lawang, yang bangunannya mulai mangkrak. Bahkan banyak yang rusak. Sekolah itu aset milik pemerintah. Setelah semua proses dilalui, perlahan dia menyulap bangunan mangkrak itu menjadi sebuah SMK yang saat itu banyak memiliki siswa.

“Dari bangunan yang rusak, dibenahi. Hingga bisa membeli lahan untuk perluasan SMK,” beber pria yang menjadi Pembina Yayasan Prabu Jayanegara Lawang.

 Bukan hanya mengelola sekolah. Saat menjadi kepala sekolah, dia juga ikut beraktivitas di Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Bahkan, ikut terjun di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Di sini pula dia banyak menjalin koneksi orang-orang penting. Dia juga mengasah ilmunya dengan berkuliah lagi.

Ilmu yang diserapnya juga masih berkaitan dengan dunia pendidikan. Di strata dua (S-2), Soemarjono mengambil Prodi Pendidikan Luar Sekolah dan lulus tahun 2010 , setelah lulus pun berlanjut kuliah ke  Strata Tiga ( S-3 ) Prodi Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Malang hingga dia lulus di tahun 2015. Dan menyabet gelar doktornya, dia kembali berkuliah di universitas yang sama .

Hingga aktif di parlemen, Soemarjono masih berkutat dengan dunia pendidikan. Dia masih aktif mengelola dengan menjadi pembina yayasan SMK Prabu Jayanegara sejak 2006 sampai sekarang. Organisasi yang digelutinya juga tak jauh-jauh dari bidang pendidikan.

RAPAT: Soemarjono saat masih bertugas menjadi wakil di parlemen DPRD Kota Pasuruan.
RAPAT: Soemarjono saat masih bertugas menjadi wakil di parlemen DPRD Kota Pasuruan.
 

Terjun ke Politik Praktis untuk Membantu

Puluhan tahun di dunia pendidikan membuat Soemarjono matang di pengalaman. Dia jadi banyak tahu bagaimana sekolah hingga peliknya nasib guru terutama lembaga swasta, yang harus berjibaku dengan anggaran minim. Belum lagi kebijakan pemerintah yang kerap berubah-ubah, yang terkadang membuatnya miris akan nasib generasi penerus di masa mendatang.

Bagi Soemarjono waktu itu, perkara peliknya di dunia pendidikan, harus bisa diselesaikan jika ikut terlibat aktif di pemerintahan. Termasuk buah pemikiran dari wakil rakyat yang duduk di parlemen.

Singkatnya, ketokohan Soemarjono memantik sejumlah pengurus partai politik yang melamarnya untuk gabung. “Ada banyak yang menawarkan untuk bergabung. Semua partai politik punya tujuan yang baik,” kata Soemarjono.

Kiprah politiknya dimulai di 2013, saat dia bergabung dengan Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria), organisasi sayap partai Gerindra. Hingga dia memutuskan untuk bergabung. Sosok Prabowo Subianto yang dinilai punya leadership kuat menjadi inspirasinya.

Setelah bergabung, Soemarjono langsung menerima tugas. Dia harus mencalonkan diri menjadi anggota legislatif untuk menghadapi pesta demokrasi di tahun 2014. Saat itu, Soemarjono sebenarnya dicalonkan untuk Kabupaten Malang. Sesuai dengan tempat tinggalnya.

LENGKAP: Soemarjono bersama keluarga dalam sebuah kesempatan.
LENGKAP: Soemarjono bersama keluarga dalam sebuah kesempatan.

Namun, dia akhirnya diputuskan untuk berangkat nyalon di Kota Pasuruan. Katanya, ini sebuah penugasan yang tak bisa dia tolak. Hingga kemudian, dia berhasil duduk di DPRD Kota Pasuruan.

Di periode pertamanya, dia masuk ke Komisi III dan Komisi I. Di periode keduanya, dia duduk di Komisi II. Selama 10 tahun ada di parlemen Kota Pasuruan, dia juga banyak menyoroti dunia pendidikan. Dunia yang sesuai dengan bidangnya.

Hingga di pemilu 2024, Soemarjono diminta untuk naik level. Nyalon ke DPRD Provinsi Jatim. Karena sudah menjadi penugasan partai, Soemarjono jelas harus taat. Usai kontestasi, dia berhasil naik dan kini Soemarjono duduk di Komisi A yang membidangi Pemerintahan dan Hukum.

Memang di Komisi A ini, tidak ada kaitannya dengan dunia pendidikan. Karena ini penugasan, saya harus tunduk. Namun, saya harus banyak belajar,” beber Soemarjono.

Selama menjadi wakil rakyat, asam-garam sudah banyak didapat Soemarjono. Termasuk keluhan-keluhan masyarakat dan persoalan yang mendasar kebutuhan rakyat. Dia pun enjoy untuk ikut membantu sesuai tugasnya sebagai legislator.

Saya harus menjembatani aspirasi masyarakat dan saya senang bisa membantu. Saya ini wes tahu dadi wong gak enak (pernah jadi orang susah, Red). Sehingga kita harus membantu mereka yang memang sedang kesusahan,” beber Soemarjono.

Di politik, bukan hanya Soemarjono seorang. Istri dan anak bungsunya juga bergabung di partai ini.  Putra bungsunya saat itu pernah menjabat sebagai anggota legislatif di kota Pasuruan periode 2019-2024,  Bahkan sang istri pun, Ita Fidayanti, kini duduk juga di parlemen Kota Pasuruan periode 2024-2029.

DEWAN PEMBINA: Soemarjono saat bersama pengurus yayasan SMK Prabujayanegara Lawang. Kanan, Bersama siswa SMK dan Moreno Soprapto, yang saat ini menjadi anggota DPR RI.
DEWAN PEMBINA: Soemarjono saat bersama pengurus yayasan SMK Prabujayanegara Lawang. Kanan, Bersama siswa SMK dan Moreno Soprapto, yang saat ini menjadi anggota DPR RI.

Pendidikan Jadi Fokus Utama

Sebagai politisi yang pernah menjadi guru, Soemarjono paham betul akan bidang pendidikan. Dia banyak tahu apa sebenarnya yang menjadi kebutuhan guru. Begitu juga dengan lembaga pendidikan, terutama sekolah kejuruan yang saat ini penuh akan tantangan.

Dia mengambil contoh kecil, tentang banyaknya pengangguran di Indonesia. Soemarjono menyoroti, sekolah kejuruan yang awalnya untuk membantu anak-anak yang bisa langsung membidangi sebuah ilmu. Sehingga saat lulus, alumni SMK bisa siap kerja.

Namun saat ini, banyak dunia usaha dan dunia industri (DUdI) yang masih minim menyerap alumni SMK. Ini karena, kata Soemarjono, materi kurikulum di sekolah yang digunakan di SMK, tidak sepenuhnya dibutuhkan DUDI. Sehingga banyak alumni yang kembali harus berkuliah atau mengambil kursus dan pelatihan.

Padahal basic-nya, SMK itu kan sudah siap kerja. Ini karena masih sedikit lembaga sekolah yang menerapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesuai kebutuhan DUDI. Tapi mematok kebijakan pemerintah,” beber pria yang juga mantan Ketua Asosiasi Pendidikan Menengah Farmasi Indonesia (APMFI) Jatim tersebut.

Begitu juga dengan persoalan anggaran untuk pendidikan. Masih banyak guru-guru di sekolah swasta yang begitu timpang dari sisi pendapatan dengan guru sekolah negeri. Ini yang semestinya menjadi pekerjaan rumah bersama dan harus diselesaikan secepatnya. Butuh inovasi yang cemerlang karena Indonesia punya tujuan untuk menciptakan generasi emas yang mana ke depan semakin banyak tantangan.

Peningkatan kualitas pendidikan, berjalan maju jika negara hadir. Ini bisa dimulai dari yang kecil. Dia mengambil contoh seperti, pemerintah harus menyeleksi lembaga sekolah baru. “Semisal, kini ada moratorium sekolah kejuruan untuk informatika. Padahal bidang ini sangat dibutuhkan. Jika memang membatasi, harus juga dicarikan solusi bagaimana dengan lulusan-lulusan yang sudah ada. Lalu bagaimana pula membuat kurikulum yang benar-benar dibutuhkan DUDI. Pemerintah harus membuat pemetaan sehingga lebih terarah,” terang Soemarjono. (fun)

 

Biografi Dr Soemarjono, M.Pd.

Nama: Dr Soemarjono, M.Pd.
Lahir               : Madiun, 30 Mei 1972
Istri                 : Ita Fidayanti, S.Pd.
Anak:
Tutur Anjar Jiwandono, S.Farm.
Sukma Ayu Putri Titah Dewi, S.Pd.
Janita Putra Dewa

 

Pendidikan

 

Pengalaman Organisasi

 

Pengalaman di Parlemen

Editor : Muhammad Fahmi
#guru #dprd jatim #Politik #tenaga pendidik