SEJUMLAH kementerian di Indonesia menyusun Indonesia Biodiversity Strategic and Action Plan (IBSAP) 2025-2045. IBSAP adalah dokumen panduan strategis untuk mengelola keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan, sejalan dengan visi "Indonesia Emas 2045". PT Tirta Investana Pasuruan turut berkontribusi pada IBSAP melalui Program CSR AQUA KBC dalam Penyusunan Rencana Strategis Peningkatan Kekayaan Keragaman Hayati DAS Rejoso (AQUA Biodiversity Strategis and Action Plan).
Secara geografis, Pasuruan berada di wilayah cekungan, antara Gunung Arjuno-Welirang di sisi barat dan Gunung Bromo di sisi timur. Kawasan cekungan ini menyebabkan Pasuruan kaya air tanah.
Alix Toulier, peneliti dari Universite deMonpellier, Perancis, menyampaikan bahwa pada tahun 1980-an, debit Mata Air Umbulan mencapai 6.000 liter/detik. Namun, debit air tersebut terus menurun, terutama dalam 10 tahun terakhir.
Menurut data Puslitbang Kementerian Pekerjaan Umum, pada tahun 2007-2008, terjadi penurunan debit air Mata Air Umbulan. Dari 4.051 liter/detik menjadi 3.278 liter/detik pada 2018.
Lalu Alix dan tim penelitinya menyebut, jumlah sumur artesis pada April 2019 sebanyak 600-an. Masing-masing dengan debit air rata-rata 4 liter/detik dengan kedalaman 60-80 meter. Bahkan, ada yang 35 liter/detik dengan kedalaman 150 meter.
Kebanyakan sumur-sumur tersebut dibiarkan mengalir 24 jam setiap hari, baik digunakan maupun tidak. Hal ini menyebabkan cepatnya Mata Air Umbulan mengering, sementara warga tak menyadarinya.
Menyikapi kondisi itu, CSR AQUA KBC membuat program berupa Penyusunan Rencana Strategis Peningkatan Kekayaan Keragaman Hayati DAS Rejoso (AQUA Biodiversity Strategis and Action Plan). Program ini sekaligus sebagai kontribusi terhadap Indonesia Biodiversity Strategic and Action Plan (IBSAP) 2025-2045.
Sejumlah kegiatan dilakukan melalui program ini. Antara lain, membuat Taman Kehati AQUA Keboncandi yang awalnya merupakan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) PT Tirta Investama - Keboncandi Plant. RTH ini ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Pasuruan Nomor 503/23/424.077/2013.
Selanjutnya, pada 2019, dikembangkan sebagai Taman Kehati AQUA Keboncandi melalui SK Kepala Pabrik Nomor 294/KBC/HR.I/XII/2020. Berdasarkan surat keputusan itu, pada tahun 2022 diterbitkan surat imbauan Nomor 158/KBC/HR.I/IX/2022 tentang Perlindungan Flora dan Fauna di kawasan pabrik PT Tirta Investama - Keboncandi Plant. Kemudian diterbitkan SK Kepala Pabrik No95/KBC/HR.I/VII/23 tentang Perlindungan Species Troides Cuneifera (Kupu-Kupu Raja Cuneifera) di area pabrik PT Tirta Investama – Keboncandi.
Perubahan kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi karyawan dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Juga mempromosikan praktik pengelolaan yang berkelanjutan dan teknologi ramah lingkungan.
“Melalui program di atas, CSR AQUA Keboncandi menjalankan sejumlah peran strategis. Antara lain, melakukan pengkayaan spesies tumbuhan yang dapat menunjang mata air, seperti genus fecus,” terang Wahyuni Wulandari, kala itu masih kepala pabrik PT Tirta Investama AQUA Keboncandi.
Selain itu, memperkaya spesies tumbuhan dengan mengadopsi komunitas tumbuhan alami yang ada di Sumber Klakah, Desa Galih. Ini dilakukan sebagai bahan percontohan untuk membentuk hutan alami khususnya di wilayah Lahan Pecaton.
Melalui AQUA Biodiversity Strategis and Action Plan, juga memperkaya jenis tanaman buah yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Sekaligus dengan cara ini, menciptakan komunitas hutan di areal tegal masyarakat.
Tidak hanya itu, CSR AQUA Keboncandi juga melakukan penanaman tumbuhan sebagai bank pakan hewan ternak, seperti Gamal dan Kaliandra. Memberikan papan informasi yang berisikan keragaman flora dan fauna di kawasan tegal desa dan masyarakat Desa Galih, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan. Tujuannya sebagai sarana edukasi pada masyarakat untuk saling menjaga
“Juga memberikan edukasi dan penyadartahuan terhadap pentingnya flora dan fauna dalam menjaga keberlangsungan ekosistem serta jasa lingkungan yang didapat masyarakat saat mampu hidup selaras dengan hutan,” lanjutnya. (hn/*)
Kontribusi AQUA melalui Program CSR Pelestarian Keragaman Hayati
- Tapak 2: Lahan Pecaton Desa Galih Kecamatan Pasrepan Pasuruan
Merupakan seluas 11 hektare sebagai embrio pengembangan Hutan Lestari Desa sebagai percontohan Program Comdev berbasis Konservasi Recharge Area AQUA Keboncandi melalui skema Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup sesuai PP 46 Tahun 2017 tentang Instrumen Ekonomi Lingkungan.
- Tapak 3
Zona inti konservasi Mata Air Umbulan sebagai mata air pantau bagi kepentingan bisnis dan program konservasi recharge area DAS Rejoso.
- Tapak 4
Sabuk Ijo Pantai Mangrove Center Pasuruan sebagai lokasi awal program konservasi CSR AQUA Keboncandi melalui penanaman 108.000 mangrove Tahun 2008–2010.
- Menggelar Workshop Menabung Kekayaan Keragaman Hayati di Zona Inti Konservasi Mata Air Umbulan untuk membangun partisipasi luas terhadap pelestarian keragaman hayati DAS Rejoso Pasuruan.
- Meningkatkan kemitraan dengan Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim dalam pemanfaatan kolam limpasan pabrik sebagai media domestikasi ikan lokal dan bioindikator kualitas air.
- Mengembangkan Jejaring Sekolah Mitra Taman Kehati AQUA (STOMATA) bersama 11 sekolah di sekitar wilayah operasi pabrik AQUA Keboncandi melalui program asistensi sekolah Adiwiyata dan peningkatan mutu pendidikan.
- Menyusun draf AQUBiSA (AQUA & Umbulan Biodiversity Strategic Plan) bersama multipihak sebagai upaya mendorong Pengelolaan DAS Rejoso Lestari 2025–2045.
Fakta tentang Konservasi Keragaman Hayati AQUA
- AQUA mengembangkan dan mengelola Taman Kehati di kawasan PT Tirta Investama - Keboncandi Plant sebagai upaya konservasi terhadap beberapa spesies, khususnya flora di lingkungan operasional pabrik.
- Tujuannya, menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati serta mengimplementasikan Program CSR-SDGs. Khususnya pada Goal SDGs No.15 tentang Ekosistem Darat atau life on land. Program yang dilakukan dengan mengelola hutan secara berkelanjutan untuk menjaga biodiversitas atau keanekaragaman hayati.
- Terdapat 3 pedoman status konservasi yang biasa digunakan. Di antaranya, daftar merah IUCN, CITES, dan Permen LHK Nomor P.106/ MENLHK/ SETJEN/ KUM.1/ 12/ 2018 tentang Perubahan Kedua atas (Permen LHK Nomor P.20/ MENLHK/ SETJEN/ KUM.1/ 6/ 2018) Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.
- Pada pengamatan status konservasi flora terdapat beberapa spesies yang masuk dalam kategori status konservasi IUCN yakni VU/Vulnarable/Terancam atau Rentan. Yaitu, tumbuhan Cemara Norflok (Araucaria heterophylla), termasuk dalam spesies yang menghadapi risiko kepunahan di alam liar di waktu yang akan datang.
- Terdapat spesies Palem Kuning (Dypsis lutescens) yang masuk dalam status konservasi NT/Near Threatened menurut IUCN. Artinya, spesies ini mungkin terancam punah atau mendekati terancam punah.
- Dalam pengembangan Wahana Edukasi Taman Kehati AQUA Keboncandi juga menetapkan spesies Kupu-kupu Raja (Troides Cuneifera) sebagai flagship species melalui SK Kepala Pabrik Nomor: 95/KBC/HR.I/VII/23 tanggal 5 Juni 2023 tentang perlindungan Troides cuneifera (kupu-kupu Raja Cuneifera) di PT Tirta Investama Keboncandi Plant.
- Membangun penangkaran kupu-kupu seluas 1.000 meter persegi (10x10x10 meter) pada area taman III seluas 18.438 meter persegi untuk Kupu-kupu Raja. Sebab, spesies ini termasuk dalam perlindungan undang-undang dan CITES (APPII), sehingga diperlukan perlindungan terhadap habitat dan perkembangbiakannya.
- PT Tirta Investama Keboncandi Plant menjadi satu-satunya penerima penghargaan gold pada Nusantara CSR Award 2023 yang dilaksanakan oleh LA Tofi School of Social Responsibility.