Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Klaster Cabai Binaan BI Malang Jadi Percontohan Pertanian Ramah Lingkungan

Inneke Agustin • Sabtu, 28 Juni 2025 | 05:48 WIB

LEBAT: Deputi Kepala Perwakilan BI Malang, Dedy Prasetyo (kiri) bersama Hasan Prasojo (kanan) menunjukkan kualitas hasil pertanian cabai yang menggunakan sistem drip irrigation.
LEBAT: Deputi Kepala Perwakilan BI Malang, Dedy Prasetyo (kiri) bersama Hasan Prasojo (kanan) menunjukkan kualitas hasil pertanian cabai yang menggunakan sistem drip irrigation.
 

KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang menunjukkan komitmennya dalam pengendalian inflasi dan ketahanan pangan melalui pengembangan klaster-klaster pertanian unggulan. Salah satu yang kini menjadi sorotan adalah Klaster Cabai Kelompok Tani Lestari Jaya di Kota Probolinggo.

Photo
Photo

Klaster ini tidak hanya mendorong peningkatan hasil panen. Tetapi juga menjadi model pertanian ramah lingkungan. Dengan mengusung prinsip pertanian organik dan sistem irigasi tetes, lahan yang dikelola Hasan Prasojo kini menjadi referensi bagi petani lainnya.

“Air dan pupuk disalurkan langsung ke akar tanaman. Efisiensinya tinggi dan cocok untuk daerah dengan air terbatas,” terang Hasan.

Dari segi ekologis, sistem irigasi ini menekan pertumbuhan gulma dan penyakit yang timbul dari kelembapan daun. Dengan kondisi tersebut, penggunaan pestisida dan fungisida bisa ditekan, sehingga lebih aman bagi lingkungan.

Deputi Kepala Perwakilan BI Malang Dedy Prasetyo menjelaskan, pengembangan klaster cabai ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). “Kami mendorong teknologi tepat guna yang hemat biaya tapi berdampak besar. Sistem drip irrigation ini contohnya. Mudah diterapkan, tapi efektif,” ujarnya.

 

Teknologi Irigasi Tetes Dorong Produktivitas Petani Cabai

Upaya menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan terus dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang melalui program pembinaan klaster pertanian strategis. Salah satunya adalah klaster cabai di Kota Probolinggo yang dikelola Kelompok Tani Lestari Jaya.

Petani binaan, Hasan Prasojo, 43, telah membuktikan efektivitas penggunaan sistem drip irrigation atau irigasi tetes dalam meningkatkan hasil panen cabai. Dari lahan 2.000 meter persegi, Hasan mampu menanam 4.000 pohon cabai dan menghasilkan hingga 4,3 ton per panen. "Sebelumnya hanya 2 ton. Setelah pakai sistem ini, hasilnya lebih dari dua kali lipat," ujarnya.

Manfaat irigasi tetes tidak hanya pada peningkatan produktivitas, tapi juga efisiensi penggunaan air dan pupuk. Air dialirkan langsung ke akar tanaman, mengurangi penguapan dan limpasan, serta menjaga kelembapan tanah tetap stabil. Ini mencegah tanaman layu, menghambat pertumbuhan jamur, dan menekan kebutuhan fungisida.

“Tanaman bisa tetap produktif sampai 5 bulan, lebih hemat biaya, hasil maksimal. Tingkat gagal panen juga rendah karena cabai yang rusak dalam satu pohon hanya 1 hingga 5 buah saja. Sementara bila menggunakan sistem pengairan biasa, bisa 50 persen cabai rusak bahkan dapat gagal panen,” jelas Hasan.

Hasan berharap, pihaknya dapat menghasilkan 2 kilogram cabai dalam satu pohon selama masa tanam 10 bulan. Ia membayangkan hasil dari pertanian tersebut cukup lumayan. Semisal dapat Rp 3 ribu per pohon. Jika dikalikan 4.000 maka menjadi Rp 12 juta.

Deputi Kepala Perwakilan BI Malang, Dedy Prasetyo (kiri) bersama Hasan Prasojo (kanan) di sawah Klaster  Cabai Kelompok Tani Lestari Jaya yang berhasil panen hingga 4,3 ton di Kelurahan Kebonsari Kulo
Deputi Kepala Perwakilan BI Malang, Dedy Prasetyo (kiri) bersama Hasan Prasojo (kanan) di sawah Klaster Cabai Kelompok Tani Lestari Jaya yang berhasil panen hingga 4,3 ton di Kelurahan Kebonsari Kulo
           

Perkuat SDM-Infrastruktur Pertanian

Lebih dari sekadar dukungan infrastruktur, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang juga berperan aktif dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia petani. Hal ini tercermin dari pembinaan intensif terhadap Kelompok Tani Lestari Jaya, salah satu klaster binaan yang fokus pada komoditas cabai.

Selama tiga tahun terakhir, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang tidak hanya memberikan bantuan sarana seperti instalasi sistem irigasi tetes. Tetapi juga memfasilitasi pelatihan dan capacity building. “Kami bisa belajar ke lokasi lain yang berhasil. Kegiatan studi banding itu dibiayai Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang,” ujar Hasan Prasojo.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan DKPPP Kota Probolinggo Yaneke Triana menyambut baik langkah ini. Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang sangat penting untuk memperkenalkan praktik smart farming.

“Perubahan iklim yang tak menentu menuntut petani beradaptasi. Dengan sistem drip, pengairan dan pemupukan bisa disesuaikan dengan kebutuhan tanaman,” jelasnya.

Saat ini, Pemkot Probolinggo juga tengah mengajukan proposal pembangunan rumah kaca (greenhouse) sebagai langkah berikutnya untuk pertanian berkelanjutan ini.

“Ini bisa jadi contoh nyata bahwa sektor pertanian bisa modern dan menguntungkan. Kami harap ke depannya makin banyak petani yang menjadi binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang dan menerapkan sistem pertanian ramah lingkungan,” kata Yaneke.

Sementara Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin turut mengapresiasi peran Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang yang menjadikan Kota Probolinggo sebagai salah satu pilot project binaannya.

“Terima kasih kepada BI Malang atas dukungannya yang konkret dalam pengembangan pertanian perkotaan,” tutupnya. (gus/fun/*)

Editor : Muhammad Fahmi
#kelompok tani #radar bromo awards #bi malang #klaster