OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus berupaya menjembatani gap atau kesenjangan literasi dan inklusi keuangan. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, mencatat adanya peningkatan indeks literasi keuangan nasional menjadi 66,46 persen dan inklusi keuangan naik signifikan menjadi 80,51 persen. TPAKD akan terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi serta menjadi katalisator dalam menurunkan gap tersebut.
TPAKD merupakan forum koordinasi antar-instansi dan pemangku kepentingan di daerah yang bertujuan untuk memperluas akses keuangan masyarakat. Dalam rangka penyelarasan dengan program tematik TPAKD nasional tahun 2025 yakni “Akselerasi Pemanfaatan Produk/Layanan Industri Keuangan Pasar Modal”, OJK Malang mengadakan rapat pleno TPAKD Kota/Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo pada 3 Juni 2025 lalu dengan hasil sasaran program masing-masing TPAKD.
TPAKD Kota Pasuruan berkomitmen untuk memperluas literasi pasar modal kepada aparatur sipil negara. Selain menyasar sektor pasar modal, TPAKD Kabupaten Pasuruan akan tetap memastikan keberlanjutan program TPAKD sebelumnya, termasuk program Literasi Keuangan Petani Milenial (Terang Tani) yang menyasar petani milenial di 24 kecamatan.
Sementara itu, sasaran program TPAKD Kota Probolinggo adalah penguatan UMKM serta sinergi dengan pengembangan potensi wisata di setiap kelurahan. Sasaran tersebut berubah dari tahun lalu yakni guru/pengajar sebagaimana kegiatan Training of Trainers Kepala Sekolah se-Kota Probolinggo pada 20 Agustus 2025 lalu.
TPAKD Kabupaten Probolinggo mengutamakan perlindungan tenaga kerja rentan, bersama BPJS Ketenagakerjaan. Serta akan memetakan potensi ASN, nelayan, petani, dan kaum milenial untuk masuk ke ekosistem pasar modal.
Ini merupakan bentuk perluasan sasaran strategis program TPAKD. Di mana sebelumnya adalah perempuan. Antara lain melalui kolaborasi dengan OJK Malang dalam Training of Trainers Agen Literasi Keuangan kepada Istri Kepala Desa se-Kabupaten Probolinggo.
Kolaborasi tersebut sejauh ini berbuah manis. Pertumbuhan penyaluran kredit di Pasuruan dan Probolinggo pada posisi 30 April 2025, berkisar 2,59 persen - 41,2 persen Year Over Year (YOY). Tingkat inklusi pasar modal sebagaimana dicerminkan oleh pertumbuhan Single Investor Identification meningkat sebesar 13,11 persen YOY. Simpanan Pelajar dan layanan keuangan digital terus didorong agar inklusi keuangan dapat dirasakan secara menyeluruh. (*)