RSUD Ar Rozy menjadi satu-satunya rumah sakit dengan konsep green hospital di Probolinggo. Konsep ini menekankan pada prinsip kesehatan dan lingkungan yang berkelanjutan.
Secara sederhana, sebetulnya konsep green hospital yang dimiliki oleh RSUD Ar Rozy ini dapat dilihat dari desain bangunan rumah sakit. Di mana, gedungnya banyak menggunakan kaca-kaca besar. Ini dilakukan agar pencahayaan di dalam ruangan cukup. Serta memastikan sirkulasi udara yang baik di lingkungan rumah sakit.
Direktur RSUD Ar Rozy dr. Abraar HS Kuddah, M.Si., Med., Sp.B. mengatakan, secara signifikan penggunaan kaca-kaca ini dapat menghemat listrik. Di rumah sakit ini, lampu-lampu baru dihidupkan ketika sore menjelang malam hari yaitu pukul 17.00. Sebab, ketika siang hari, semua ruangan mendapat sinar yang cukup dari matahari.
“Lampu di sini baru hidup ketika sore hari karena kalau siang, semua ruangan sudah mendapat penerangan dari matahari,” katanya.
Ke depan, pihaknya berharap agar rumah sakit setempat bisa lebih menghemat energi. Yaitu dengan menggunakan energi dari solar cell. Namun, rencana itu menurut Abraar, perlu persiapan matang dan membutuhkan waktu.
Lebih lanjut, konsep green hospital ini juga bisa dilihat dari cara mereka mengelola air. Air bekas limbah rumah sakit, tidak serta merta dibuang ke tanah. Semua limbah cair itu akan masuk ke Intastalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).
Sistem tersebut bekerja demi memastikan air aman untuk dibuang ke lingkungan atau bisa dimanfaatkan kembali. Dalam hal ini, RSUD Ar Rozy memanfaatkan air yang sudah melalui proses IPAL untuk kembali digunakan dalam menyiram tanaman obat-obatan yang mereka punya.
“Kami punya tanaman obat keluarga (Toga). Jadi airnya kami manfaatkan kembali untuk menyiram tanaman. Daripada dibuang,” ujarnya.
Rupanya mengambil konsep ini bukan hal yang mudah. Menerapkan konsep ini, berati harus bersedia menjalankan prinsip-prinsip menjaga lingkungan. Nilai-nilai itu juga diterapkan di semua staf. Bahkan, termasuk semua pasien di RSUD Ar Rozy.
Di rumah sakit itu, semua tenaga kerjanya tidak boleh menggunakan plastik sebagai bungkus makanan. Itu dilakukan untuk meminimalisasi penggunaan plastik yang lebih tidak ramah lingkungan.
Para pegawai diwajibkan membawa botol minum dan tempat makan sendiri-sendiri. “Kami di sini pakai tumbler dan tempat makan. Jadi meminimalisasi penggunaan sampah plastik. Kecuali alat medis. seperti botol infus atau yang lainnya,” lanjutnya.
Tempat sampah di rumah sakit itu, juga sudah disesuaikan dengan jenis sampahnya. Selain itu, para petugas keamanan yang berjaga, akan mengawasi secara ketat mereka yang membuang sampah tidak sesuai dengan tempatnya.
Sampah-sampah medis juga sudah dikelompokkan di bank sampah. Selanjutnya, akan dikelola berdasarkan kategori yang sudah ditentukan.
“Satpam kami cukup ketat untuk mengawasi masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Memang harus pelan-pelan diedukasi agar masyarakat juga lebih sadar,” bebernya.
Atas kerja keras itu, RSUD Ar Rozy berhasil menyabet prestasi membanggakan. Yakni, juara 1 di gelaran lomba Eco Office yang diikuti semua OPD se-Kota Probolinggo. (ran/one)
Editor : Muhammad Fahmi