Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Esti Alfianing Tyas, Ketua TP PKK Desa Pondokkelor: Ciptakan Ekosistem Usaha Mikro Berbasis Keluarga lewat PANGANIA

Didik Purwanto • Sabtu, 28 Juni 2025 | 04:14 WIB
PANGANIA: Ketua TP PKK Desa Pondokkelor Esti Alfianing Tyas, A.Md.Keb. menunjukan trofi dan piagam penghargaan dari Gubernur Jawa Timur
PANGANIA: Ketua TP PKK Desa Pondokkelor Esti Alfianing Tyas, A.Md.Keb. menunjukan trofi dan piagam penghargaan dari Gubernur Jawa Timur

GELIAT pembangunan Desa Pondokkelor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, tak hanya terlihat dari pembangunan infrastruktur. Di balik semua itu, ada gerakan sosial senyap, namun berdampak luas. Terutama di bidang pemberdayaan perempuan dan keluarga.

 

Photo
Photo
 

Sosok sentral dari gerakan ini adalah Ketua Tim Penggerak PKK Desa Pondokkelor, Esti Alfianing Tyas, A.Md.Keb. Istri Kepala Desa Pondokkelor Fredericks Ade Candra, S.T. ini dikenal sebagai pribadi yang hangat dan penuh semangat.

Esti telah menjadikan PKK sebagai sarana transformasi sosial yang konkret. Baginya, peran perempuan tidak boleh hanya berhenti di dapur dan ruang keluarga. Ia percaya, bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi keluarga dan komunitas, jika diberi ruang dan akses yang tepat

Melalui Inovasi Olahan Pangan Hasil Pertanian sebagai Pemberdayaan Wanita dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK Desa Pondokkelor, Esti  tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi. Tetapi, juga menumbuhkan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

MOTIVASI: Kepala Desa Pondokkelor Fredericks Ade Candra, S.T. mendukung penuh Program UP2K PKK Desa Pondokkelor.
MOTIVASI: Kepala Desa Pondokkelor Fredericks Ade Candra, S.T. mendukung penuh Program UP2K PKK Desa Pondokkelor.

Lewat pengolahan hasil pertanian berupa bawang merah dan tanaman kelor menjadi produk makanan dan minuman bernilai jual, para ibu rumah tangga di desa ini turut menopang ekonomi keluarga sekaligus berbagi kepada sesama.

Kepedulian Esti terhadap kemandirian ekonomi rumah tangga melahirkan sebuah program unggulan. Berupa Pemberdayaan Ekonomi untuk Wanita dan Keluarga (PANGANIA). Program ini bertujuan menciptakan ekosistem usaha mikro berbasis keluarga, khususnya yang dikelola oleh kaum perempuan.

SEHAT: Esti Alfianing Tyas, A.Md.Keb (tengah) membagikan Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) bagi siswa SD.
SEHAT: Esti Alfianing Tyas, A.Md.Keb (tengah) membagikan Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) bagi siswa SD.

Melalui PANGANIA, ibu-ibu rumah tangga di Desa Pondokkelor, dibekali pelatihan keterampilan pembuatan produk olahan potensial Desa Pondokkelor, dengan memanfaatkan tanaman potensial Desa Pondokkelor yaitu pohon kelor dan hasil pertanian bawang merah menjadi berbagai produk, seperti stik kelor, kue bawang, bawang goreng dan minuman herbal dengan merek Pelka’ Dukkelor.

Produk-produk ini dibuat oleh kelompok pemberdayaan Wanita Dukkelor yang dinaungi PKK Desa Pondokkelor. Selain itu, Esti juga mendorong ibu-ibu untuk mengembangkan kebun gizi keluarga di pekarangan rumah masing-masing.

OLAHAN KELOR: Ketua TP PKK Desa Pondokkelor Esti Alfianing Tyas, A.Md.Keb. (kiri) menyiapkan PMT-AS berupa baso kelor.
OLAHAN KELOR: Ketua TP PKK Desa Pondokkelor Esti Alfianing Tyas, A.Md.Keb. (kiri) menyiapkan PMT-AS berupa baso kelor.

“Tak sekadar menanam, tetapi juga telah dikembangkan untuk diolah menjadi berbagai produk, olahan daun kelor, mulai dari mi kelor, stik kelor, hingga makanan berbasis kelor lainnya. Semua produknya telah memiliki izin edar dan siap dipasarkan secara lebih luas, juga telah menjadi produk unggulan desa,” ujarnya.

Esti menambahkan, kini Desa Pondokkelor semakin mengukuhkan identitasnya sebagai desa tematik dengan program "Satu Rumah Satu Pohon Kelor." Penghijauan dengan menanam pohon kelor di setiap halaman rumah.

“Diberbagai titik desa, bahkan di sekitar kantor desa, pohon-pohon kelor yang ditanam sejak dua tahun lalu kini sudah tumbuh besar. Jadi, setiap halaman rumah di desa ini pasti ada pohon kelornya,” ujar ibunda Clarissa Alexia Putri Frederics ini.

INOVATIF: Ketua TP PKK Desa Pondokkelor Esti Alfianing Tyas, A.Md.Keb. (tengah) bersama Dona Latifa, A.Md. Merry Christanty, S.Si. usai menerima penghargaan.
INOVATIF: Ketua TP PKK Desa Pondokkelor Esti Alfianing Tyas, A.Md.Keb. (tengah) bersama Dona Latifa, A.Md. Merry Christanty, S.Si. usai menerima penghargaan.
 

Merangkul dan Menata Masa Depan Pemberdayaan

Gaya komunikasi dan kepemimpinan Ketua TP PKK Desa Pondokkelor Esti Alfianing Tyas, A.Md.Keb. dikenal komunikatif, inklusif, dan partisipatif. Tidak mengambil jarak dengan warga. Melainkan hadir dalam kehidupan mereka. Baik dalam forum resmi maupun dalam kegiatan bermasyarakat.

Dalam banyak kesempatan, Esti kerap mengatakan, bahwa perubahan tidak akan berhasil jika hanya datang dari atas. Ia mengajak seluruh warga, khususnya kaum perempuan, bersama-sama menjadi agen perubahan dari rumah masing-masing.

Dari keuntungan Usaha Program Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK Desa Pondokkelor, Esti menyisihkan sebagian hasil penjualannya untuk menyantuni anak-anak yatim. Serta, memberikan makanan bergizi melalui Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) bagi siswa PAUD hingga tingkat SD. Agar anak-anak di desanya tumbuh sehat dan bahagia.

Program ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan perempuan di tingkat desa bisa menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan. Semangat berbagi dari Esti dan para ibu lainnya menjadi wajah dari gotong royong yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.

“Bu Esti memiliki kepedulian tinggi. Setiap ada warga yang sedang sakit, bahkan ketika ada yang meninggal dunia, dia turun langsung. Hadir membantu. UP2K PKK di desa kami bukan sekadar program ekonomi, tapi juga ruang tumbuhnya kepedulian sosial,” ujar Perangkat Desa Pondok Kelor yang juga pengurus PKK, Merry Christanty.

Kinerja dan prestasi Esti dalam memimpin gerakan PKK tak lepas dari perhatian publik. Sejumlah penghargaan telah diraih. Di antaranya, Juara 1 Lomba Inovasi Daerah 2024 Kabupaten Probolinggo Kategori Inovasi dan Teknologi Bidang Ekonomi dan Penghargaan Inovasi Daerah dan Inovasi Teknologi (Inotek Award) tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2024. Sebagai Terinovatif V Kategori Sosial Budaya dan Kependudukan melalui Inovasi PANGANIA (Pemberdayaan Ekonomi untuk Wanita dan Keluarga).

Pengakuan ini menjadi bukti bahwa gerakan yang digagas Esti telah membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan bisa menjadi inspirasi bagi desa lain di Kabupaten Probolinggo. “Saya ingin PKK menjadi jantung dari perubahan sosial di desa dengan inovasi-inovasi baru. Lewat PANGANIA, usaha bukan hanya soal untung, tapi bagaimana hasilnya bisa bermanfaat untuk orang lain. Saya yakin ibu-ibu rumah tangga bisa menjadi penggerak ekonomi keluarga, bahkan desa, sehingga mewujudkan Pondokkelor Hebat yang sejahtera dan berjaya” tutur Esti.

Dengan memanfaatkan potensi desa, Program UP2K PKK Desa Pondokkelor, dinilai sukses. Membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi lokal bisa menjadi motor penggerak kebaikan bersama, pembawa perubahan serta menggerakkan perekonomian keluarga sekaligus memperkuat gotong royong warga. (dik/rud/*)

Editor : Muhammad Fahmi
#radar bromo award #umkm #paiton