RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo terus berbenah. Di bawah kepemimpinan Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG(K)., M.H., M.Kes., FISQua., rumah sakit tipe B ini terus meningkatkan kualitas layanan demi memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Sejak dilantik sebagai direktur, Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG(K)., M.H., M.Kes., FISQua. berkomitmen memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Sebagai langkah awal memimpin rumah sakit milik Pemkab Probolinggo, ini ia menetapkan tagline “BUGARR.” Yakni, Bersih, Unggul, Gerak Cepat, Aman, Ramah, Rapi kinerjanya.
Tagline ini menjadi dasar arah pembenahan. Baik dari segi pelayanan, infrastruktur, hingga budaya kerja. Secara kasat mata, kebersihan kini menjadi hal utama. Bahkan, untuk pelayanan cleaning service diperkuat dengan tenaga profesional yang mampu melakukan pembersihan di area yang tinggi atau susah dijangkau.
Area sekitar rumah sakit juga ditata lebih rapi dan estetik. Bahkan, di sisi luar, tepatnya di barat lampu merah, juga dirapikan. Dilengkapi taman dan pavingisasi hingga ke area barat. Para pedagang kaki lima dilokasi tersebut juga ditata ulang agar lebih terorganisasi dan terlihat indah.
“Kebetulan di area rumah sakit hingga ke bagian belakang ada pavingisasi. Paving bekasnya kami tata untuk dipakai di lokasi lampu merah hingga ke barat. PKL yang kurang tertata kami atur berada dibagian tengah lokasi tersebut,” ujar dr. Yessi.
Selain itu, identitas RSUD Waluyo Jati juga lebih dimunculkan. Termasuk melakukan pengecatan ulang bangunan. Harapannya, selain lebih bersih dan indah, RSUD Waluyo Jati terlihat lebih segar. “Dilihat dari luar saja, penampilan rumah sakit ini lebih bersih dan tertata, apalagi di dalamnya,” katanya.
Dokter Yessi mengatakan, untuk Unggul. Sejauh ini sejumlah layanan unggulan terus dibangun dan dikembangkan. Seperti layanan neonatal intensive care unit (NICU) yang didukung dokter spesialis dan konsultan neonatologi.
Desain ruangan NICU dibuat nyaman dan menarik dengan ornamen, seperti gambar jerapah dan singa. Menciptakan suasana hangat dan nyaman bagi keluarga pasien. Juga dilengkapi ruang transisi. Yakni, ruangan untuk mengenalkan cara merawat bayi sebelum pulang ke rumah.
“Kemudian, ada layanan Poli Jiwa yang dilengkapi dengan tes MMPI untuk kesehatan mental dan fasilitas konsultasi dengan dokter spesialis jiwa. Suasana ruangan dibuat nyaman, jauh dari kesan rumah sakit. Kami juga akan meresmikan ruang rawat inap untuk pasien poli jiwa,” katanya.
“Dalam hal unggul, kami juga punya layanan CT Scan canggih. Yakni, CT Scan 128 Slice, dilengkapi dengan layanan bedah saraf, serta 6 kamar operasi aktif. Satu pesan saya kepada tim kamar operasi, jam berapapun dokter minta operasi, layani,” jelasnya.
Saat ini, RSUD Waluyo Jati juga sedang proses membuka layanan Cath Lab. Ruangannya sudah selesai dibangun. Tinggal menunggu alat dari Kementerian Kesehatan. Layanan cuci darah juga sedang dipersiapkan melalui Kerja Sama Operasional (KSO).
RSUD Waluyo Jati telah memperoleh izin pemakaian alat mamografi senilai Rp 5,5 miliar untuk deteksi kanker payudara. Termasuk operasinya bisa dilakukan di sini. Dokter patologi anatominya juga sudah. RSUD Waluyo Jati juga sedang mempersiapkan layanan kemoterapi yang akan dilengkapi dengan ruang sitotoksik drug cabinet.
“Untuk pekerjaan fisik tahun 2024, ada pembangunan doorloop penghubung antarruang di lantai 2, CSSD Laundry, Ruang Genset 550 KVA, dan pavingisasi di area belakang RSUD Waluyo Jati,” jelasnya.
Terkait Gerak Cepat, kini RSUD juga memiliki layanan Bunda Care (Complaint, Appreciation, Response, and Education). Sebuah layanan yang dirancang untuk memudahkan masyarakat, pasien, keluarga pasien, serta seluruh civitas hospitalia RSUD Waluyo Jati dalam menyampaikan keluhan, apresiasi, serta saran terkait pelayanan di rumah sakit.
“Pelayanan yang baik tidak hanya datang dari upaya kami sebagai penyedia layanan, tetapi juga dari umpan balik yang konstruktif dari semua pihak yang terlibat. Dengan Bunda CARE, kami berharap dapat memberikan respons yang lebih cepat, tepat, dan edukatif terhadap setiap masukan yang kami terima,” katanya.
Terkait Aman, RSUD Waluyo Jati juga terus memprioritaskan keamanan dan kenyamanan pasien dan keluarga selama berada di rumah sakit. Salah satunya dengan menyediakan tempat pengisian daya ponsel yang dapat dikunci.
“Rumah sakit ini harus aman. Tidak ada pasien atau keluarga pasien yang kehilangan barang selama di rumah sakit. Setiap petugas di rumah sakit harus ramah dan rapi dalam menjalankan tugas atau kinerjanya,” katanya.
Dokter Yessi menambahkan, dengan adanya tagline Bugarr, jumlah kunjungan pasien di RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo terus naik. Tagline ini membawa dampak dan perubahan. “Dengan adanya peningkatan kualitas dan layanan, jumlah kunjungan pasien juga meningkat,” ujarnya.
Raih Penghargaan dari BPJS Kesehatan
Memasuki pertengahan 2025, RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo, menorehkan prestasi membanggakan. Rumah sakit milik Pemkab Probolinggo ini meraih penghargaan dari BPJS Kesehatan sebagai Badan Usaha Terpatuh dalam Menindaklanjuti Hasil Pemeriksaan.
Penghargaan diserahkan Kepala BPJS Kesehatan Pasuruan dr. Dina Diana Permata, Kamis (19/6) lalu. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen RSUD Waluyo Jati dalam mewujudkan layanan kesehatan yang akuntabel, transparan, serta selaras dengan tata kelola program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Prestasi ini dicapai melalui kerja sama lintas unit yang solid, penerapan sistem pengendalian mutu secara konsisten, serta kemitraan strategis yang terus terjalin bersama BPJS Kesehatan. Juga menjadi bentuk apresiasi kepada badan usaha yang tidak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga tanggap dan responsif dalam menindaklanjuti hasil audit dan pemeriksaan. Hal ini memberikan kontribusi nyata terhadap keberlanjutan program JKN secara nasional.
Direktur RSUD Waluyo Jati Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG(K), M.H., M.Kes., FISQua. Mengatakan, bahwa pencapaian ini tidak lepas dari serangkaian langkah strategis yang telah dilakukan RSUD Waluyo Jati. “Meliputi digitalisasi proses klaim, integrasi data dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), pelatihan intensif bagi verifikator internal, serta pembinaan rutin bersama tim BPJS Kesehatan Pasuruan,” katanya.
Menurutnya, RSUD Waluyo Jati juga aktif melakukan audit internal dan terus melakukan perbaikan sistem layanan berdasarkan hasil evaluasi. “Dengan penghargaan ini, kami optimistis dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta menjadi rumah sakit rujukan yang kredibel di wilayah Tapal Kuda,” katanya.
Penghargaan ini sekaligus menempatkan RSUD Waluyo Jati sebagai satu dari sedikit rumah sakit daerah yang mampu menjadi teladan dalam kepatuhan terhadap sistem JKN-KIS. Serta, siap menjadi role model bagi rumah sakit lain di Jawa Timur. (uno/rud/*)
Editor : Muhammad Fahmi