Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Fajar Anggun Dwi Laksana, Atlet Berkuda Peraih Tiga Medali Emas Porprov Jatim Menunggang Kuda Sejak Masih Sekolah Dasar

Rizal Syatori • Jumat, 27 Juni 2025 | 18:00 WIB
JUARA: M. Fajar Anggun Dwi Laksana menungganggi kuda Alenna, di final porprov cabor berkuda kelas D. Inset, M. Fajar Anggun Dwi Laksana  bersama ti
JUARA: M. Fajar Anggun Dwi Laksana menungganggi kuda Alenna, di final porprov cabor berkuda kelas D. Inset, M. Fajar Anggun Dwi Laksana  bersama ti

Banyak kejutan yang terjadi di Porprov IX Jatim. Tak terkecuali kontingen Kabupaten Pasuruan. Di cabor berkuda ada atlet pendatang  yang justru sukses meraih tiga medali emas. Dia adalah M. Fajar Anggun Dwi Laksana.

RIZAL FAHMI SYATORI, Prigen, Radar Bromo

Rona wajah bahagia tidak bisa ditutupi M, Fajar Anggun Dwi Laksana, 18. Saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di kediamannya Rabu (25/6) di rumahnya di Dusun Kebonagung, Desa Sukolilo, Kecamatan Prigen, dia selalu tersenyum.

Maklum saja, anak kedua dari tiga bersaudara putra pasangan suami istri (pasutri) Joyo Mulyono dan Sri Wahyuni ini, baru saja meraih tiga medali emas pacuan kuda di tiga kelas berbeda, cabang olahraga (cabor) berkuda di Porprov IX Jatim. Ajang yang sebenarnya masih baru pertama kali diikutinya.

Fajar tidak menyangka bisa sukses di babak final. Dia menjadi sorotan para peserta mapun penonton yang datang di lapangan pacuan kuda Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, venue cabor berkuda.

"Untuk pertama kalinya, saya ikut pacuan kuda di Porprov Jatim. Alhamdulillah dapat tiga medali emas. Ini di luar prediksi dan ekspetasi, karena targetnya hanya dua emas saja," ucap lulusan SMKN 1 Prigen ini tersenyum.

Tiga medali emas pacuan kuda diraihnya, masing - masing di kelas D, G dan E. Dengan menungganggi tiga berbeda pula, yakni Alenna di kelas D, Petrus kelas G dan Malika AJM di kelas E.

Dari tiga kelas pacuan kuda diikutinya di final Porprov IX Jatim, di kelas D merupakan baru baginya. Sebab selama menjadi joki atau atlet pacuan kuda tidak pernah turun dan bertanding di kelas tersebut.

"Selama ini, menjadi joki pacuan kuda saya spesialisasinya di kelas E - J," beber pemuda dengan tinggi badan 160 centimeter ini.

Saat pertandingan final pacuan kuda, selain dirinya optimistis, Fajar mengaku percaya diri. 

Semangatnya berlipat karena kedua orang tua dan keluarganya juga datang melihat langsung pertandingan final di Blitar, pada Minggu (22/6) lalu.

"Bapak, ibu, kakak, adik dan keluarga lainnya datang melihat langsung ke Blitar di final. Saya semakin bersemangat, alhamdulillah dapat tiga emas," cetusnya.

MASIH REMAJA: Fajar Anggun Dwi Laksana  saat menerima medali emas.
MASIH REMAJA: Fajar Anggun Dwi Laksana  saat menerima medali emas.

Namun dia tidak mau sombong, Torehan tiga emas di Porprov IX Jatim ini, Fajar katakan, merupakan keberhasilan bersama. Mulai dari pelatih, oficial, penggurus Pengcab Pordasi Kabupaten Pasuruan.

Termasuk dukungan dari Dispora dan KONI Kabupaten Pasuruan. Termasuk pula kuda-kuda yang ditunggangginya. Semuanya merupakan kuda terbaik dan berkualitas.

Bagi Fajar, porprov tentu sebuah kebanggan. Sebab pada Porprov edisi sebelumnya tahun 2023 lalu,  dia urung ikut, karena mengalami cedera di bahu dan kakinya patah. Itu dialaminya saat Fajar sedang latihan, persis sebelum gelaran Porprov saat itu.

Namun untuk Porprov IX, ia katakan, persiapannya cukup matang dan lama. Dia jelas harus latihan rutin, terutama dalam tiga bulan terakhir sebelum hari H pertandingan.

Pemusatan latihannya di lapangan pacuan kuda Ledug, Kecamatan Prigen. Latihan rutin pagi dan sore hari.

"Pagi setelah subuh sudah latihan, kemudian sekolah. Sorenya dilanjut latihan lagi. Tidak hanya latihan menunggang kuda saja, tapi juga latihan fisik pula. Seperti itu setiap harinya untuk persiapan porprov tahun ini," ungkapnya.

Menjadi joki atau atlet pacuan kuda, aktif digelutinya sejak SMP kelas II. Fajar mengaku semula dia diajak Hogi, pelatih kuda pacu asal Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen.

Namun jauh sebelumnya, sejak SD sudah sering naik kuda pacu. Karena pamannya tinggal di Dusun Kebonagung, Desa Sukolilo, Kecamatan Prigen. Kebetulan sang paman juga punya kuda pacu. Dia sering naik atau menunggangginya.

"Saya belajarnya dari nol. Paling penting latihan rutin. Modalnya harus berani mengambil risiko, tidak boleh ragu-ragu. Kemudian fisik prima, harus lihat dan trampil. Tidak asal naik saja," kata Fajar sapaan akrabnya.

Fajar Anggun sudah seringkali mengikuti perlombaan pacuan kuda, baik di kejurda dan kerjurnas sekaligus juga langganan juara.

Antara lain di Salatiga, Bantul, Jogjakarta, Bondowoso, Pasuruan. Kemudian Jember, Lumajang dan lain-lain.

"Setelah Porprov ini, targetnya ingin tampil PON. Rencananya Juli besok, ikut kejurnas derby Indonesia di Jogjakarta," tegasnya optimis.

Sementara itu, sekretaris Pengcab Pordasi Kabupaten Pasuruan Fitroh Khoiru Rosyid menuturkan masa depan M. Fajar Anggun Dwi Laksana sebagai joki sangatlah cerah.

"Karena bisa jadi stable besar yang ada di Indonesia melirik potensi Anggun sebagai joki," ujarnya. (fun)

Editor : Abdul Wahid
#berkuda #pordasi #Pacuan #kuda #koni kabupaten pasuruan