Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cerita Candida-Vanessa, Artis Cilik Probolinggo saat Beradu Akting dengan Aktris Yati Surachman di Film Nenek Gen Zi

Inneke Agustin • Rabu, 11 Juni 2025 | 18:50 WIB
AKTING: Candida Ardelle (kiri) dan Vanessa Callie bersama Yati Surachman. Keduanya beradu akting dalam film Nenek Gen Zi.
AKTING: Candida Ardelle (kiri) dan Vanessa Callie bersama Yati Surachman. Keduanya beradu akting dalam film Nenek Gen Zi.

Menjadi artis cilik di usia belia tentunya sangat menyenangkan bagi Vanessa Callie, 9, dan Candida Ardelle, 15. Kakak dan adik asal Kota Probolinggo ini baru mendapatkan peran dalam film yang dibintangi artis senior Yati Surachman. Film garapan ARTV Production berjudul Nenek Gen Zi ini rencananya akan ditayangkan di layar lebar di akhir tahun ini.

INNEKE AGUSTIN, Kanigaran, Radar Bromo

Keahlian kedua putri dari Yonatha Devi Anggraini, 39 dalam dunia model memang sudah tak perlu diragukan. Vanessa Callie bahkan pernah meraih prestasi di  panggung Little Miss Tionghoa Indonesia 2024.

Namun keduanya baru menjajal dunia perfilman kali ini. Sang ibunda mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi casting melalui sosial media.

"Jadi saya tawarkan pada mereka dan mereka berminat," ujar Devi Yonatha mengawali pembicaraan saat ditemui di rumahnya di Jalan Pahlawan.

Semula ada 2 film yang diinformasikan. Namun karena salah satu film lainnya jadwalnya berbenturan dengan even yang akan diikuti oleh sang anak, maka keduanya hanya bisa menjajal 1 film saja yakni film Nenek Gen Zi.

Film ini melibatkan banyak talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya melibatkan Candida dan Vanessa.

Film ini menceritakan seorang nenek yang diperankan Yeti Surachman, memiliki sebuah usaha kafe. Dalam menjalankan usahanya tersebut ia dibantu oleh sang cucu.

Nah, alur cerita dilm ini mengeksplorasi hubungan lintas generasi, antara generasi tua dan kehidupan modern khas generasi Z.

Jauh sebelum proses syuting, tentu ada banyak tahapan yang dilalui Candida dan Vanessa. Dimulai dari casting.

Devi mengatakan bahwa casting tersebut lebih mencari tokoh anak-anak untuk menjadi cucu dan teman-teman dari cucu sang Nenek Gen Zi yang diperankan oleh Yati Surachman.

"Vanessa terpilih memerankan menjadi Caca, salah satu teman cucu dari si nenek. Sedangkan Candida sebagai Feny, yakni mahasiswa dengan karakter judes," ujarnya.

Sebelum melalui tahap casting di Surabaya, Devi mengatakan bahwa kedua anaknya harus mengirimkan foto full body dan video.

"Baru kalau lolos, casting di Surabaya. Di sana saya juga diminta bercerita tentang karakter masing-masing antara Vanessa dan Candida,” beber Devi.

Selama bercerita, Devi menyebutkan bahwa keduanya memiliki karakter ceria dan baik hati, tak pernah marah-marah. “Tapi saat pembagian peran, Candida dapat peran antagonis. Berkebalikan dengan karakter aslinya," tutur Devi.

Pada saat casting, keduanya diminta untuk berakting. Selanjutnya, selama satu setengah bulan mereka digembleng untuk persiapan syuting.

"Syutingnya setiap Sabtu- Minggu. Jadi kami berangkat dari sini pukul 04.00, sampai sana jam 06.00. Penuh perjuangan, tapi hasi dan pengalamannya sangat luar biasa," ungkapnya.

Candida mengatakan bahwa dirinya mendapatkan peran yang lebih pendek durasinya ketimbang sang adik. Walau demikian, karakternya yang berseberangan sempat membuatnya harus beradaptasi.

"Mulai dari penampilannya harus lebih seperti mahasiswa kuliah. Kemudian cara bicara dan suaranya juga. Ada juga beberapa kata yang harus di-improve," tutur siswi kelas 10 SMAK Mater Dei tersebut.

Sementara Vanessa memiliki pengalaman seru ketika syuting. Ia mengatakan sempat kembung akibat kebanyakan minum teh tarik.

"Karena harus beberapa kali take pada scene minum teh tarik tersebut, saya sampai kembung," kata siswi kelas 4 SDK Mater Dei tersebut sambil tertawa. Maklum ini kali pertamanya berakting, sehingga Vanessa minum terlalu banyak.

Selain berlatih di Surabaya, keduanya kerap berlatih secara mandiri di rumah. Walau begitu, keduanya tak pernah mengesampingkan kewajibannya dalam belajar.

"Jadi saling beradu akting dan saling mengoreksi. Kalau waktunya belajar ya belajar, tidak mengesampingkan itu. Kalau ada jadwal latihan, ya Candida izin ke sekolah. Syukur sekolahnya juga sangat support," kata sang ibu, Devi.

Keduanya bahkan mengaku ketagihan dan ingin terjun ke dunia akting bila ada kesempatan lagi. "Kalau ada lagi, mau coba lagi," seru keduanya. (fun)

Editor : Abdul Wahid
#artis cilik #akting #probolinggo