Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Aplikasi SIPONI yang Ajak Siswa Pahami Pelajaran dengan Menyenangkan Milik Guru SDN 2 Kurung Kejayan Ini Raih Terbaik Pertama Lomba Inopamas 2025

Fahrizal Firmani • Selasa, 27 Mei 2025 | 15:05 WIB
BANYAK MANFAAT: Siswa di SDN Kurung 2 Kejayan memanfaatkan SIPONI. Inset, Mochamad Yusuf menerima trofi INOMAPAS dari Bupati Pasuruan.
BANYAK MANFAAT: Siswa di SDN Kurung 2 Kejayan memanfaatkan SIPONI. Inset, Mochamad Yusuf menerima trofi INOMAPAS dari Bupati Pasuruan.

Banyak inovasi yang layak diacungi jempol di lomba Inopamas 2025. Di kategori pendidikan dan pembelajaran, inovasi Mochamad Yusuf jadi yang terbaik. Dia membuat aplikasi SIPONI (Sistem Pembelajaran Online terIntegrasi). Akses pembelajaran terbatas dan sarpras di SDN Kurung 2, Kejayan yang kurang memadai, jadi landasannya.

FAHRIZAL FIRMANI, Pasuruan, Radar Bromo

Senyum semringah terlihat dari bibir Mochamad Yusuf, 32, Senin (26/5) pagi. Seusai acara di pendapa, guru SDN Kurung II Kejayan ini masih memegang trofi dan piagam peraih terbaik satu lomba Inopamas. Berulang kali dengan bangga ia mengabadikan momen itu dengan berfoto memperlihatkan trofi yang diterimanya.

Perasaan deg-degan pria kelahiran Juli 1992 ini seolah sudah terbayarkan. Inovasinya mendapat nilai terbanyak dari dewan juri. Dia tidak menyangka bisa menang.

Mulanya dia membuat inovasi, karena Yusuf merasa semua siswa harus menguasai teknologi informasi (IT).

Namun hal ini tidak mudah dilakukan di SDN Kurung II karena setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda. Ada siswa yang suka main game, adapula yang suka menonton video.

Sementara itu, media pembelajaran yang dimiliki terbatas. Akses pembelajaran bagi siswa untuk menguasai IT masih kurang.

Apalagi sarana-prasarana kurang memadai. Karena itu diperlukan pembelajaran yang dapat memfasilitasi semua kebutuhan pembelajaran.

Dari sini, Mochamad Yusuf memiliki ide membuat media pembelajaran berbasis aplikasi yang diberi nama Siponi.

SENANG: Mochamad Yusuf menerima trofi dari Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo yang didampingi Ketua DPRD Samsul Hidayat di pendapa, Senin (26/5).
SENANG: Mochamad Yusuf menerima trofi dari Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo yang didampingi Ketua DPRD Samsul Hidayat di pendapa, Senin (26/5).

Aplikasi ini diluncurkan sejak pertengahan tahun lalu. Aplikasi itu bisa diunduh melalui Play Store di smartphone android atau diakses secara mudah menggunakan website siponi.my.id.

"Kalau ingin menikmati dengan leluasa, bisa menggunakan website. Kalau versi play store disesuaikan sama ukuran smartphone sehingga lebih kecil," kata Yusuf yang saat itu mengenakan baju batik.

Warga Gondangrejo, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan ini menyebut, ada sembilan fitur yang bisa digunakan oleh siswa. Mulai dari pembelajaran mandiri, video pembelajaran, permainan edukatif, kuis hingga authomatic reality. Adapula fitur jelajah angkasa, tanya artificial intelligence (AI), perpustakaan dan laboratorium maya.

Masing masing fitur menawarkan pengalaman belajar yang berbeda. Perpustakaan misalnya, siswa bisa membaca buku digital. Sementara laboratorium maya ini memiliki fungsi semacam web simulasi. Siswa bisa menggunakan untuk belajar sembari melakukan percobaan.

Sedangkan fitur jelajah angkasa memiliki pembelajaran semacam teropong yang bisa digunakan siswa untuk melihat tata surya. Siswa bisa membesarkan dan mengecilkan untuk mempelajari soal planet. Lalu fitur AI bisa digunakan untuk menanyakan hal yang tidak dimengerti.

"Kelebihan Siponi, siswa bisa menggunakan fitur AI dan melihat video dalam satu aplikasi. Tidak perlu terpisah dengan melihat youtube dan Chat GPT," jelas guru yang seharinya mengajar di kelas 5 ini.

Sulung dari dua bersaudara ini menyebut, aplikasi ini dibuat dengan kerja sama sejumlah komunitas. Ada komunitas belajar Kecamatan Kejayan. Mereka memberikan ide terkait konten. Lalu komunitas assemblr edu sebagai penyedia augmented reality dan komunitas duta teknologi jatim yang membantu untuk ide konten dalam aplikasi ini.

Diakuinya, saat awal pembuatan, aplikasi sering terjadi masalah. Karena sering membuat fitur baru, ia harus rutin melakukan uji coba. Saat uji coba ini, sering kali web mengalami error. Otomatis harus diirestore. Sebab setiap aplikasi ada kapasitas hosting yang dianjurkan. Saat awal pembuatan, hosting yang dipakai adalah yang biasa karena biaya terjangkau.

Akibatnya siswa tidak bisa membuka secara bersamaan. Setelah dilakukan pengembangan berulang kali, hosting yang dipakai sudah menyesuaikan kebutuhan. Pembaruan aplikasi tidak rutin dilakukan. Namun isi materi setiap pekan selalu ada yang baru. Ia bekerja sama dengan guru kelas lain di sekolah untuk isi materi.

"Gandeng guru kelas lain untuk memetakan kebutuhan masing masing siswa. Jadi isi materi benar benar relevan," katanya.

Banyak siswa yang sering mengeluhkan susahnya memahami mata pelajaran matematika.

Dalam aplikasi ini, pihaknya menawarkan fitur game word wall dan quizzes untuk memudahkan siswa paham materi.

Dalam word wall, siswa bisa belajar matematika dengan mencocokkan gambar, seperti lingkaran atau segitiga. Sedangkan quizzes adalah fitur untuk memahami pelajaran berupa kuis online.

Bapak dua anak ini mengakui, hal ini bukannya tanpa kendala. Siswa perlu diajarkan memahami aplikasi ini secara bertahap. Karena tingkat pemahaman siwa beragam.

Ada yang paham sekali saat diberitahu, namun adapula yang butuh sepekan lamanya. Ke depannya ia ingin agar aplikasi ini semakin berkembang dan menjadi pilihan utama siswa.

"Saya ingin fiturnya diperbanyak. Saat ini ada sembilan fitur yang bisa digunakan. Kedepannya saya ingin membuatnya menjadi 20 fitur," sebut suami Noviardi Ardilah ini. (fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#inovasi daerah #aplikasi #play store #pemkab pasuruan #Inopamas