Embun pagi belum lama mengering dari dedaunan saat sosok berseragam cokelat dengan dua bunga melati di bahunya menjejakkan kaki di Kota Probolinggo. Dialah AKBP Rico Yumasri, perwira menengah Polri yang baru saja diamanahi jabatan sebagai Kapolres Probolinggo Kota.
INNEKE AGUSTIN, Mayangan, Radar Bromo.
Pria kelahiran Kabupaten Agam, Sumatera Barat, ini bukan sosok sembarangan. Sebelum bertugas di kota mangga anggur ini, ia telah melanglang buana di ranah penegakan hukum.
Termasuk menjabat sebagai Penyidik Madya Direktorat Penyidikan Deputi Penindakan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Selama enam tahun, ia menapaki lorong-lorong Gedung Merah Putih, jantungnya pemberantasan korupsi di Republik Indonesia ini. Sebelum kemudian dimutasi ke Polres Probolinggo Kota.
Rico memulai langkahnya dari tanah kelahiran di Ranah Minang. Ia menamatkan pendidikan di SMA Negeri 1 Padang Panjang pada 2001, lalu mengenyam bangku Akademi Kepolisian (Akpol) pada 2003 dan lulus pada 2006.
Penugasannya dimulai di Polda Kalimantan Timur sebagai perwira pertama. Dari sanalah riwayat panjangnya dalam dunia kepolisian bermula.
Pernah menjabat sebagai KaSPKT Polres Kutai Timur, Kanit Reskrim Polsek Sangatta Utara, hingga KBO Satreskrim Polres Kutai Timur, karirnya terus menanjak.
Ia sempat memimpin Polsek Sebulu, sebelum akhirnya ditarik untuk menempuh pendidikan S-1 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK), tempat para pemimpin Polri masa depan ditempa.
Tak hanya di satu daerah, Rico mengabdikan dirinya di kampung halaman sebagai Kasat Reskrim di dua polres berbeda. Yakni, Polres Pesisir Selatan pada 2014 sampai 2015 dan Polres Padang Pariaman pada 2015 hingga awal 2017.
Pendidikan S-2 STIK-PTIK kembali dilahapnya di Jakarta sekitar 2 tahun pada 2017. Usai lulus, ia bergabung dengan SSDM Polri dan kemudian masuk sebagai Pama ke Bareskrim Polri.
Hingga pada tahun 2019, Rico bergabung di Gedung Merah Putih KPK RI sebagai Pamen Bareskrim Polri dengan penugasan PD KPK. Lalu menjadi Pamen Bareskrim Polri, penugasan PD KPK RI sebagai Penyidik Madya Direktorat Penyidikan Deputi Penindakan KPK.
“Saat saya sedang melakukan penelitian tesis, ada rekan yang menginformasikan pendaftaran di KPK. Sempat saya tolak saat itu, tapi kata teman saya, waktu seleksinya setelah penelitian,” tuturnya.
Karena waktu seleksi dinilainya tidak berbenturan dengan pengerjaan tesis S-2, Rico pun akhirnya mendaftar. Setelah itu, dia seleksi dan diterima.
“Qadarullah, saya diberi kepercayaan untuk menjadi penyidik di sana. Selama 6 tahun, banyak hal saya pelajari di sana, terutama tentang integritas,” ujar Rico.
Kini, setelah menuntaskan tugasnya di lembaga antirasuah itu, Rico memulai babak baru sebagai Kapolres Probolinggo Kota per 14 April 2025.
Ia menggantikan AKBP Oki Ahadian Purwono yang kini menempati posisi baru sebagai Wadir Resnarkoba Polda Jawa Timur.
Langit Kota Probolinggo menyambutnya dengan teduh. Senyuman warga yang ramah dan lingkungan yang bersih menyambut hangat kedatangannya.
“Masyarakat di sini sangat terbuka dan bersahabat. Sinergi antar-stakeholder sudah berjalan baik. Saya merasa diterima dan langsung bisa menyatu,” katanya.
Dia pun menegaskan komitmennya terhadap tiga tugas utama Polri. Yaitu, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.
Karena itu, dia memastikan tidak akan segan memberi tindakan tegas kepada pelaku kejahatan demi menjaga kenyamanan dan keamanan warga.
“Kepada anggota, saya sudah tegaskan pentingnya menjaga integritas. Kita bukan hanya aparat hukum, tapi juga pelayan masyarakat. Amanah yang kita emban harus terus dijaga,” tegasnya.
Ia pun menyatakan akan melanjutkan sejumlah program yang telah dirintis oleh Kapolresta sebelumnya, sembari menyesuaikan dengan kebutuhan dan dinamika kota saat ini. “Beberapa program akan kami teruskan, yang lain perlu sentuhan kreativitas dan penyempurnaan agar selaras dengan perkembangan zaman,” ujarnya. (hn)
Editor : Muhammad Fahmi