Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Muhammad Mabrur, Penyandang Disabilitas yang Diganjar Penghargaan Kewirausahaan Tingkat ASEAN

Fahrizal Firmani • Rabu, 23 April 2025 | 15:05 WIB
Dok Pribadi
Dok Pribadi

Prestasi membanggakan diraih Muhammad Mabrur, 41. Penyandang disabilitas tunadaksa ini belum lama ini diganjar penghargaan kewirausahaan disabilitas tingkat ASEAN. Ini menjadi yang terbaik karena bisa merangkul banyak karyawan dari disabilitas.

FAHRIZAL FIRMANI, Pasuruan, Radar Bromo

Senyum semringah berulang kali tersungging di bibir Muhammad Mabrur. Tidak henti-hentinya ia memandangi piagam dan piala di tangannya.

Maklum, warga Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan ini baru saja meraih penghargaan dari sebuah perusahaan perbankan di Malaysia.

Penghargaan ini disebut reach independence and sustainable entrepreneurship (Rise). Sebuah program kewirausahaan disabilitas.

Ia berhasil menjadi lima terbaik bersama empat finalis lainnya. Yang membanggakan penghargaan ini diberikan oleh perdana menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

Mabrur menyebut, awal mula ia mengikuti program ini pada 2019 lalu. Saat itu, ia bersama teman disabilitas di Kota Pasuruan menerima undangan melalui organisasi disabilitas yang diikutinya, Disability Motorcycle Indonesia (DMI) dari program kemitraan pemerintah Indonesia-pemerintah Malaysia (PSC).

Undangan ini berisi ajakan mengikuti program kewirausahaan disabilitas. Seluruh disabilitas bisa mengikuti program ini.

Namun kegiatannya dibagi per wilayah. Untuk pasuruan raya bergabung dengan Malang Raya, Blitar Raya dan Tulungagung.

"Seluruh teman disabilitas ikut tanpa terkecuali. Program kewirausahaan ini didampingi oleh PSC," katanya.

Warga Jalan Krisna ini menyebut, pelatihan ini berbeda antar teman disabilitas. Ada yang tiga hari, adapula yang sampai lima hari.

Setiap harinya, mereka diberi honor pelatihan sebesar Rp 100 ribu. Yang diberikan selama pendampingan ini berupa manajemen keuangan dan pengembangan usaha.

Ia mengikutkan tiga usaha miliknya selama pendampingan. Yakni usaha percetakan, konveksi dan kraft. Proses pendampingan ini berjalan cukup lama dan panjang.

Selama empat tahun. Hingga pada September 2024, ia dinyatakan lolos ke tingkat nasional.

Saat maju ke nasional, perwakilan psc datang melihat langsung kondisi usahanya.

Mereka mengambil video dan foto. Hasil kunjungan ini dilaporkan ke pihak perbankan Malaysia yang menginisiasi program ini.  

Tak lama ia diberitahu jika dirinya lolos ke tingkat Asia Tenggara. Sebagai puncaknya, perwakilan dari Malaysia turun berkunjung ke usahanya pada 9-10 April lalu.

"Perwakilan Malaysia ini melakukan hal yang sama seperti pihak PSC. Mengambil foto dan video di tempat usaha saya," katanya.

Pria yang didapuk menjadi ketua Rumah Hebat Disabilitas (Rehat) Kota Pasuruan ini rupanya berhasil menjadi yang terbaik se-Indonesia.

Ia bahkan menjadi top lima finalis. Bersama disabilitas perwakilan dari Malaysia, Filipina, Laos dan Kamboja.

Dia lantas diundang pada 18-20 April lalu ke Malaysia untuk menerima piagam penghargaan. Istimewanya, Malaysia adalah kali pertama ia pergi ke luar negeri.

Ia bisa bertemu dan bersalaman langsung dengan perdana menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.  Bertemu dengan disabilitas luar biasa lainnya yang hebat dari sejumlah negara asia tenggara. Sebuah pengalaman yang tidak akan dilupakannya.

Katanya, kelebihannya sehingga bisa mendapat penghargaan tingkat ASEAN karena ia memberdayakan mayoritas karyawannya adalah disabilitas. Mencapai 30 orang. Paling banyak diantara disabilitas lainnya yang ikut pelatihan ini.

Belum lagi, banyak disabilitas yang tidak serius dalam mengikuti pelatihan ini. Mereka lebih tertarik mendapatkan honor selama pelatihan ini.

Dia berharap penghargaan yang diperolehnya bisa memotivasi disabilitas lain. Sebab ia melihat banyak disabilitas yang fokus dan tergiur pada uang semata.

Padahal yang lebih penting adalaj proses dan upaya yang dilakukan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

"Alhamdulillah, semoga prestasi ini bisa memicu disabilitas lainnya untuk bisa semakin mandiri," terang Mabrur.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat Mabrur sebagai penyandang disabilitas telah menunjukkan keberhasilan yang inspiratif dalam mengikuti kegiatan pemberdayaan ekonomi.

Keberhasilan Mabrur tidak hanya terletak pada peningkatan ekonomi. Tetapi juga pada transformasi kemandirian dan kepercayaan diri.

Keberhasilan ini juga menyangkut pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan inklusif. Pihaknya berharap apa yang didapatkan Mabrur bisa memotivasi disabilitas lainnya untuk lebih mandiri dan berdaya.

"Selamat kepada Mas Mabrur atas pencapaiannya, dan semoga kisahnya memotivasi lebih banyak penyandang disabilitas untuk mengejar kemandirian melalui pemberdayaan ekonomi," tutur Kokoh. (fun)

Editor : Fahreza Nuraga
#disabilitas #Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim #entrepeneur