Di tengah padatnya tugas sebagai anggota Polri, Brigadir Arif Ardiansyah, tidak pernah jauh dari panggilan hatinya. Aparat yang mengabdi di Satuan Penyelenggara Administrasi Surat Izin Mengemudi (Satlantas) Polres Pasuruan ini selalu meluangkan waktu bermusik.
RIZAL FAHMI SYATORI, Bangil, Radar Bromo
Sejak kecil, Arif Ardiansyah jatuh cinta pada musik. Terutama pada drum, alat musik yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.
Dalam kesehariannya, ia membagi waktu antara tugas negara dan kecintaannya pada dunia musik yang membawanya ke pentas-pentas bergengsi.
Lelaki asal Kelurahan Latek, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan ini menjadi anggota Polri sejak 2014. Meski mengenakan seragam kepolisian, semangatnya bermain musik tidak pernah pudar.
Baginya, musik adalah ekspresi diri yang membawa kebahagiaan. Tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain yang mendengarnya.
"Sejak kelas empat SD, saya mulai memainkan drum. Alhamdulillah, sampai sekarang saya masih aktif bermain," ungkapnya saat ditemui di Mapolres Pasuruan.
Perjalanan bermusik Arif dimulai dari panggung-panggung kecil, seperti festival band antarpelajar yang ia ikuti sejak di SMPN 1 Bangil.
Di bangku SMA, bersama band "Symphony of Rock", ia menorehkan prestasi dengan sering menjuarai festival musik di Kabupaten Pasuruan pada 2010 hingga 2013.
Namun, usai lulus SMA, Arif sempat vakum dari dunia musik. Dia lebih fokus pada cita-citanya untuk menjadi anggota Polri.
Setelah setahun, musik kembali memanggilnya. Pada 2014, tak lama setelah bergabung dengan Kepolisian, Arif mengikuti audisi untuk bergabung dengan band bentukan Polda Jatim, Bhayangkara Semeru Band.
Dari proses seleksi yang diikuti oleh 20 personel, hanya enam yang lolos. Dan Arif menjadi bagian dari band tersebut. "Proses seleksinya cukup ketat lo. Alhamdulillah, saya terpilih," kenangnya.
Sejak itu, bersama Bhayangkara Semeru Band—yang kini berganti nama menjadi Semeru Police Band pada 2020—Arif sering tampil dalam berbagai acara. Baik itu di internal kepolisian, maupun untuk masyarakat luas.
Tak hanya tampil di Polda Jatim, Semeru Police Band juga sering mengisi acara di polres jajaran. Bahkan pernah tampil di Mabes Polri dan Istora Senayan, Jakarta.
Prestasi paling membanggakan adalah ketika Arif bersama band-nya tampil di hadapan Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Tepat saat perayaan HUT Bhayangkara di tahun 2018 dan 2019.
"Rasanya luar biasa bisa tampil di depan Presiden dan Kapolri. Itu adalah momen yang tak terlupakan," ujar Arif dengan mata berbinar.
Di balik sorotan panggung, Arif adalah sosok yang rendah hati. Sebagai seorang drummer, perannya seringkali tak terlalu terlihat.
Namun, setiap ketukan drum memiliki arti yang besar bagi keseluruhan harmoni musik. Keahliannya dalam memainkan alat musik ini, ia raih secara otodidak, tanpa mengikuti kursus atau pelatihan khusus.
Musik baginya adalah sarana untuk mengekspresikan diri. Juga menjadi cara untuk menghibur banyak orang. "Orang senang, kita juga ikut senang," kata Arif dengan penuh keikhlasan.
Sebagai seorang pemain band profesional, Arif tetap mengutamakan latihan rutin. Baik bersama Semeru Police Band, maupun di rumah.
"Saya latihan setiap hari di rumah. Ada dua drum, elektrik dan akustik. Jadi bisa latihan kapan saja," ujarnya.
Arif juga menekankan pentingnya untuk selalu mengasah kemampuan dan mengikuti perkembangan musik terbaru.
Sebagai seorang drummer, ia tidak hanya menguasai satu genre musik. Namun, harus mampu bermain di berbagai genre.
Apalagi, bandnya sering tampil dengan konsep musik yang beragam. "Musik itu harus dieksplorasi. Kita harus mampu beradaptasi dengan berbagai genre," katanya bijak.
Di dunia musik, Arif mengidolakan dua sosok penting. Di dalam negeri, ia mengagumi Akhsan Syuman atau lebih dikenal dengan Wong Akhsan, seorang drummer ternama Indonesia.
Sementara dari di luar negeri, ia sangat mengidolakan Simon Philip. Drummer legendaris dari Band Toto.
Menjadi pemain band dan drummer adalah impian yang tak pernah pudar dalam hidupnya. Bagi Arif, musik adalah dunia yang membawa kebahagiaan, sekaligus memberi warna dalam kesehariannya sebagai anggota Polri.
"Menjadi pemain band tidak pernah membosankan. Ke depan, saya akan terus menekuni dunia ini," katanya.
Seperti halnya dalam tugas kepolisian yang mengedepankan kekompakan dan kerjasama, di panggung musik, Arif dan teman-teman satu bandnya juga harus menyatu.
Menghasilkan harmoni yang tidak hanya menggetarkan tubuh, tetapi juga menyentuh jiwa.
Dua dunia yang mungkin terlihat berbeda. Namun, saling melengkapi. Menciptakan irama kehidupan yang penuh warna dan makna. (hn)
Editor : Muhammad Fahmi