Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dafiq Febriali Sahl, Penulis Muda Berbakat Pasuruan yang Karyanya Diapresiasi oleh Wali Kota hingga Zulhas

Fahrizal Firmani • Rabu, 22 Januari 2025 | 17:20 WIB

 

 

 

MASIH MUDA: Dafiq Febriali Sahl diapresiasi oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo.
MASIH MUDA: Dafiq Febriali Sahl diapresiasi oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo.

Penulis muda berbakat terus bermunculan. Di Kota Pasuruan, ada Dafiq Febriali Sahl. Di usia yang masih belia, ia sudah menerbitkan 10 buku.

FAHRIZAL FIRMANI, Pasuruan, Radar Bromo

BAGI Dafiq, menulis bukan sekedar hobi. Tapi juga sarana baginya untuk menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain. Buku bisa membuat seseorang tetap diingat, meski orang itu sudah lama tiada.

Ketertarikannya menulis muncul sejak ia masih duduk di bangku SD. Salah satu tokoh penting yang dikaguminya, Adolf Hitler.

Seorang tokoh penyebab terjadinya World War II ini masih dikenang lewat karya karyanya.

Meski Adolf dikenal sebagai tokoh aliran kiri yang ditengarai pihak bertanggung jawab pada pembantaian ribuan orang Yahudi, namun ia kagum pada pemikirannya. Adolf Hitler bagi Dafiq, sama seperti Bung Tomo- penyemangat arek Suroboyo, seorang orator ulung.

"Buku karya Adolf Hitler membuat saya termotivasi menulis. Sudah puluhan tahun, perannya masih diingat oleh sejarah," jelas Dafiq.

Warga Jalan Pati Unus, Kelurahan Krampyanagan, Kecamantan Bugul Kidul ini menyebut, karya pertama yang ditulisnya adalah Dornen Des Lebens.

Buku ini dibuat nya saat duduk di bangku SMP. Meski judulnya berbahasa Jerman, namun buku ini ditulis dalam bahasa Indonesia. Bercerita tentang Perang Dunia II.       

Sementara buku kedua yang ditulisnya berjudul Nicom. Singkatan dari Nationalist Independent Country of Muslim. Buku ini bercerita tetang aspirasi umat muslim untuk kejayaan masa lalu. Namun dua buku ini tidak dicetak, melainkan hanya diterbitkan secara online.

"Buku kedua ini diterbitkan saat SMP. Walau tidak dicetak, namun menjadi kebanggaan karena bisa menghasilkan karya tulisan," jelas pria asli Kota Pasuruan ini.

Mahasiswa Universitas Indonesia ini menjelaskan, baru di buku ketiga karyanya mulai dicetak.

Judulnya Colliding Stars. Buku ini mengangkat topik tentang patriarki dan feminisme. Buku ini sempat dicetak sebanyak 32 buku atas permintaan ketua DPRD Kota Pasuruan saat itu, Ismail Marzuki Hasan.

Puluhan buku ini lantas dibagi bagikan ke 30 anggota dewan pada 2021 lalu. Yang membuatnya lebih bangga, karyanya ini juga diapresiasi oleh master catur Indonesia, Utut Adriyanto. Ia pun sempat berbincang dengan Utut di kantor PDIP di Jakarta.

Buku keempatnya berjudul La Pensante dan menjadi buku keduanya yang dicetak. Buku ini bertema filsafat fasisme. Buku ini diterima oleh Menko Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan dalam suatu acara di Jakarta.

Zulhas- sapaan akrab Zulkifli Hasan sempat memberikan testimoni lewat video.

"Total buku yang saya punya ada 10. Dua diantaranya tidak dicetak, sisanya dicetak. Paling banyak buku hasil kolaborasi," tutur mahasiswa S1 Ilmu Politik ini.

Pria kelahiran Februari 2004 ini menuturkan, seluruh buku karangannya tidak bertema populer, seperti fiksi, fantasi atau percintaan. Melainkan filsafat, sejarah, hingga politik. Hal ini memang dirinya ingin mengejar karya yang berkualitas. Meski topik ini kurang diminati.

Meski karyanya terjual banyak, ia bangga memiliki karya yang bisa diingat dan memiliki dampak pada masyarakat.

Diakuinya, delapan buku yang dicetak, terjual tidak sampai 200 buku. Namun karya karyanya cukup diapresiasi, salah satunya oleh Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo.

"Sejak awal saya memang tahu kalau topik yang tidak populer kurang bisa diterima oleh masyarakat. Cuma saya memang ingin punya karya yang berkualitas," tuturnya.

Istri Wali Kota, Suryani Firdaus menyampaikan Dafiq adalah sosok inspiratif. Ia adalah penulis muda di Kota Pasuruan yang memiliki bakat dalam literasi. Kebetulan, sehari hari Dafiq memamg magang di Pemkot mengikuti keseharian Wali Kota, Adi Wibowo.

Karya milik Dafiq, diakuinya cukup istimewa. Meski tidak membawakan tema populer, namun tulisan yang dihasilkan memberikan inspirasi bagi pembaca. Salah satu karya milik Dafiq yang disukainya adalah Colliding Stars.

"Dia adalah penulis berbakat. Jelas kami berharap bakatnya terus dikembangkan. Sosok yang menginspiratif bagi masyarakat Pasuruan," jelas Ani-sapaannya. (fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#penulis #Menko Pangan #zulhas