Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kebun Wisata Studi Pertanian Kota Probolinggo Kini Jadi Jujukan Wisata Edukasi

Arif Mashudi • Jumat, 17 Januari 2025 | 22:28 WIB

 

Rombongan SLB Malang yang datang berkunjung dan belajar di KWSP Kota Probolinggo.
Rombongan SLB Malang yang datang berkunjung dan belajar di KWSP Kota Probolinggo.

Kota Probolinggo memiliki Kebun Wisata Studi Pertanian (KWSP) yang terletak di belakang kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3). Selama ini, KWSP kerap menjadi jujukan lembaga pendidikan untuk studi wisata edukasi. Seperti apa kondisinya?

 

ARIF MASHUDI, Kanigaran – Radar Bromo

KWSP Kota Probolinggo terletak di Jalan Soekarno - Hatta 265, Kelurahan Tisnonegaran, Kanigaran, Kota Probolinggo. Di pintu gerbang itu, terdapat tulisan Kebun Wisata Studi Pertanian.

KWSP memiliki lahan seluas 1,5 hektar, dengan seperempat lahannya untuk budidaya kebun anggur. Setelah melewati pintu gerbang, pengunjung akan disambut dengan tanaman anggur.

Selain itu, ada juga kolam ikan nila dan pembibitannya yang menggunakan sistem terpal. Kemudian di sisi utara, ada kandang komunal untuk ternak puluhan sapi.

Di dekatnya, ada juga kandang ternak puluhan ekor kambing.

Sekretaris DKP3 Kota Probolinggo, Trillya Yuliana menceritakan, KWSP didirikan pada 2010, saat Dinas Pertanian belum bergabung dengan Peternakan.

Saat itu, di belakang kantornya ada lahan sawah yang merupakan aset Pemkot Probolinggo.

Lahan ini lantas diajukan ke pemkot agar diserahkan ke Dinas Pertanian untuk dikelola menjadi KWSP. 

Tujuannya dijadikan lahan tempat para penyuluh pertanian belajar dan praktek lebih dulu. Sehingga, mereka siap menjadi penyuluh di lapangan.

Sejak tahun 2020, KWSP tidak hanya fokus pada bidang pertanian. Namun, juga mengembangkan edukasi peternakan dan perikanan.

Kabid Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Yaneke Triana menambahkan, KWSP sempat vakum saat terjadi pandemi Covid-19 pada 2020. Kemudian aktif lagi mulai 2022.

Lalu pada 2023 dan 2024, makin banyak rombongan kelompok belajar yang datang. Mulai TK, SD dan SMP.

Mereka datang untuk belajar tentang pertanian, peternakan dan lainnya. Bahkan pada 2024, ribuan pengunjung datang.

Yaneke menerangkan, KWSP saat ini juga dikelola untuk media edukasi. Sasarannya adalah siswa tingkat PAUD, TK sampai SMP sederajat.

Dari 1,5 hektar lahan KWSP, seperempatnya untuk budidaya tanaman anggur. Selain itu, ada juga budidaya perikanan, peternakan dan pertanian lainnya.

Untuk pertanian, ada sejumlah tanaman yang dikembangkan. Mulai mulai jagung, padi rawa, hortikultura seperti cabe, dan greenhouse.

Lalu di bidang budidaya peternakan, ada kandang komunal sapi dan kandang kambing. Selanjutnya untuk budidaya perikanan, ada budidaya cacing sutra, nila dan ikan kerapu.

Untuk merawat seluruh lahan di KWSP, ada 25 petugas dari semua bidang yang dilibatkan. Sehingga, saat ada kunjungan selalu ada petugas yang mendampingi rombongan kunjungan.

Dalam prakteknya, keberadaan kebun tersebut mendapat respon positif tak hanya dari Kota Probolinggo, tetapi juga dari luar kota. Beberapa waktu lalu misalnya, rombongan dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Malang berkunjung dan belajar tentang pertanian.

 “Hampir setiap hari ada kunjungan (dari lembaga pendidikan), tapi kita masih terkendala dengan minimnya alat peraga dan alat permainan anak. Itu penting untuk menunjang sarana dan prasarana yang sudah ada saat ini,” terangnya,

Saat ini menurut Yaneke, KWSP hanya mendapat pemeliharaan rutin, seperti pembersihan. Walaupun di lapangan, sudah banyak bagian yang butuh perbaikan. Untuk itu, pihaknya berencana mengajukan bantuan CSR untuk mendapat support. Seperti rencana pembuatan irigasi berbasis android.

”KWSP juga membutuhkan sarana akses jalan menuju kolam untuk dibangun paving,” harapnya.

Terpisah, Pj Walikota Probolinggo, Muhammad Taufik Kurniawan mengaku akan  membantu merealisasikan harapan dengan koordinasi dan sinkronisasi bersama berbagai pihak terkait. “Kami support tentunya, nanti akan saya bantu komunikasikan,” tegas Pj Taufik. (hn)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#wisata edukasi #Kota Probolinggo #pertanian