Tidak pernah lelah menuntut ilmu. Inilah yang selalu ditunjukkan dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG(K)., M.H., M.Kes., FISQua. Belum lama ini, direktur RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo itu berhasil menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu 5,5 tahun. Dia pun berhak menyandang gelar doktor (Dr) di depan namanya.
JAMALUDIN, Kraksaan
Selasa, 7 Januari 2025, menjadi momen bersejarah bagi Yessi Rahmawati. Perempuan kelahiran 5 Januari 1976 itu berhasil lulus studi doktoral (S3) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) Malang pada peminatan Kedokteran Sosial.
Yessi mengikuti ujian sidang terbuka disertasi yang digelar di auditorium GPP Lantai 6 FKUB Malang dengan diuji oleh enam penguji.
Dalam disertasinya, Yessi mengambil tema "Pengembangan Instrumen Deteksi Dini Kelahiran Preterm pada Kehamilan Trimester II di Wilayah Kabupaten Probolinggo”.
Hasilnya, Yessi berhasil lulus dengan IPK, 3,93. Sangat memuaskan. Tema itu sendiri dipilih sebagai respons terhadap tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Probolinggo.
Yessi yang juga ketua IDI Cabang Kabupaten Probolinggo itu berharap, inovasi ini dapat menjadi solusi praktis yang membantu tenaga kesehatan untuk mengidentifikasi risiko kelahiran prematur sejak dini. Sehingga, penanganan yang tepat dapat diberikan.
Dalam sesi diskusi dengan para penguji, Yessi menyoroti pentingnya big data di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya untuk menekan angka AKI dan AKB.
Sistem data ini untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Termasuk jumlah ibu hamil, prediksi waktu persalinan, dan potensi masalah kesehatan.
Data ini juga dapat digunakan untuk memantau pertumbuhan anak, mendeteksi risiko stunting, hingga memastikan kesehatan reproduksi ketika anak itu menjadi remaja putri. Termasuk apakah nanti ada gangguan atau tidak dalam pertumbuhannya.
“Jadi bisa diikuti terus kesehatan reproduksinya. Serta, ketika memakai KB, juga harus dipastikan pakai KB apa,” ungkap perempuan yang tinggal di Jalan Diponegoro, Semampir, Kecamatan Kraksaan itu.
Ia menepis bahwasanya angka kematian ibu bisa ditekan ketika tidak ada ibu hamil. Menurutnya, solusinya adalah ibu hamil harus sehat. Sehingga, bisa melahirkan generasi Kabupaten Probolinggo yang sehat dan cerdas.
“Di sinilah peran dari pemerintah sangat diperlukan. Mudah-mudahan pemikiran ini, dengan hasil dari program doktoral ini, dapat bermanfaat dan menjadi amunisi baru bagi Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Keberhasilan Yessi meraih gelar doktor disaksikan sejumlah pejabat Pemkab Probolinggo. Mereka hadir saat Yessi ujian akhir.
Di antaranya, Pj Sekda Heri Sulistyanto beserta istri. Ketua TP PKK Rita Erik Ugas Irwanto; Kepala Dinas Kesehatan dr. Hariawan Dwi Tamtomo. Lalu, Ketua IDI Wilayah Jawa Timur dan Guru Besar dari Magister Hukum Universitas Hang Tuah Surabaya.
Gelar doktor melengkapi jenjang pendidikan dokter yang telah diselesaikan secara linier oleh Yessi sejak 1998.
Meliputi S-1 dokter umum dan profesi dokter. Lalu, S-2 dokter spesialis 1 Ilmu Kebidanan dan Kandungan (Sp.OG). Kemudian, subspesialis (Sp) 2 Ilmu Kedokteran Obstetri Ginekologi Sosial.
Selama studi doktoral itu, Yessi juga menyelesaikan S-2 Magister Hukum Kesehatan di Fakultas Hukum Universitas Hang Tuah Surabaya, lulus tahun 2021.
Dia juga menyelesaikan S-2 Magister Kesehatan Peminatan Administrasi Rumah Sakit di Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Strada Indonesia dan lulus di tahun 2023.
Dokter kelahiran Kediri itu mengungkapkan, motivasi terbesarnya dalam menyelesaikan studi doktoral karena keinginannya memberikan kontribusi yang lebih besar bagi dunia kedokteran.
Juga memberikan kontribusi yang besar pada dunia kesehatan, dan masyarakat. Khususnya di Kabupaten Probolinggo
“Saya percaya bahwa pendidikan adalah investasi terbaik untuk meningkatkan kompetensi, membuka wawasan, dan memberikan solusi yang lebih baik dalam menghadapi tantangan di bidang kesehatan,” katanya.
Selain itu, dukungan keluarga, kolega, dan rasa tanggung jawab terhadap profesi juga menjadi pendorong kuat untuk terus belajar dan berkembang.
Menurutnya, belajar adalah proses seumur hidup. Ia percaya ilmu akan selalu berkembang.
Oleh karena itu, meski secara formal telah menyelesaikan pendidikan hingga gelar doktor, Yessi tetap berkomitmen untuk terus belajar. Baik melalui penelitian, pelatihan, atau kolaborasi dengan para ahli lainnya.
Sebagai bagian dari RSUD Waluyo Jati, Yessi berkomitmen terus mendorong rumah sakit milik Pemkab Probolinggo itu menjadi pusat pelayanan kesehatan yang unggul dan berdaya saing.
Dengan latar belakang akademik yang dimiliki, ia berencana membawa beberapa inovasi dan pemikiran strategis.
“Seperti pada peningkatan mutu dan keselamatan pasien akan mengintegrasikan konsep mutu berbasis data dan pendekatan evidence-based dalam setiap lini pelayanan untuk memastikan RSUD Waluyo Jati menjadi tempat yang aman, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat,” katanya.
Kemudian, untuk pengembangan pelayanan kesehatan, Yessi akan berupaya mewujudkan RSUD Waluyo Jati sebagai role model dalam pelaksanaan BPJS yang profesional, efisien, dan memuaskan pasien. Terutama melalui peningkatan SDM, teknologi informasi, dan koordinasi lintas unit.
“Selanjutnya, melakukan inovasi dalam pelayanan obstetri dan ginekologi. Saya ingin mengembangkan pelayanan yang lebih ramah pasien, baik melalui penerapan teknologi terkini, program deteksi dini, maupun pengembangan layanan berbasis komunitas. Seperti edukasi kesehatan reproduksi,” jelasnya.
Pemanfaatan teknologi digital juga akan terus ditekankan di RSUD Waluyo Jati. Tujuannya, mendorong implementasi teknologi kesehatan.
Seperti telemedicine dan rekam medis elektronik yang lebih efektif untuk memperluas akses layanan dan meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit.
“Juga akan membuka jalan bagi RSUD Waluyo Jati menjadi pusat penelitian medis yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan citra dan daya saing rumah sakit,” katanya.
Yessi percaya, keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya bergantung pada ide, tetapi juga pada kolaborasi dan dukungan seluruh tim.
Oleh karena itu, ia berharap dapat bekerja sama dengan manajemen dan seluruh staf untuk mewujudkan visi ini demi pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Yakni, mewujudkan pelayanan RSUD Waluyo Jati BUGARR, bersih, unggul, gerak cepat, aman, ramah, dan rapi kinerjanya dengan dukungan tim yang HEBATT atau humanis, efektif, berkualitas, amanah, teliti, dan tepercaya. Kami juga memiliki slogan, setia melayani pasien dan keluarga,” ungkapnya. (hn)
Editor : Muhammad Fahmi