Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mengunjungi Ruang Harapan Anak Hebat Kota Pasuruan, Fasilitas Lengkap untuk Terapi Keterlambatan Tumbuh Kembang

Fahrizal Firmani • Selasa, 31 Desember 2024 | 23:06 WIB

 

Kondisi ruang fisio terapi di ruang harapan anak hebat.
Kondisi ruang fisio terapi di ruang harapan anak hebat.

Masyarakat Kota Pasuruan yang memiliki anak dengan tumbuh kembang terlambat, kini tidak perlu risau. Mereka bisa mendatangi Ruang Harapan Anak Hebat milik dinas sosial (Dinsos). Terapis akan membantu sesuai kebutuhan.

 

Fahrizal Firmani, Radar Bromo, Pasuruan

Sejumlah wanita berada di ruang terapis. Di hadapan mereka, ada tiga anak berumur lima tahun yang tengah terlentang. Mereka memijat lembut jemari tangan dan kaki anak tersebut. Pijatan itu dilakukan berulang kali secara bergantian.

Begitulah pemandangan yang terlihat di Ruang Harapan Anak Hebat, Jalan Hasyim Asyari, Selasa (24/12). Ya, sejak awal tahun ini, ruang harapan ini sudah melayani masyarakat Kota Pasuruan. Ada dua terapis yang siap melayani dan tanpa dipungut biaya.

Ruang harapan ini memiliki sejumlah fasilitas. Mulai dari layanan fisioterapi, terapi wicara, okupansi terapi hingga snoezelen (bagian dari okupasi terapi).

Juga dilengkapi dengan alat untuk mendukung terapi. Seperti kursi roda, alat permainan edukatif, flash card, bubble sabun, alat peraga edukatif, trampolin hingga papan titian.

"Ini bagian dari terapis massage tangan. Dipijat lembut pada jemari tangan agar tidak kaku," kata salah satu terapis, Muhimmatul Khoiroh, 22, menunjuk pada kegiatan yang dilakukan di ruang terapis itu.

Muhim-sapaannya menyebut, ketiga anak yang dipijat itu mengalami CP Quadri Plegi Spastic atau gangguan pada syaraf otak. Gangguan ini menyebabkan tulang tidak bisa tumbuh sesuai umurnya. Terapis tangan dan kaki yang dilakukan untuk merangsang agar tangan dan kaki tidak kaku.

Pengidap CP Quadri Plegi Spastic ini biasanya suka mengepalkan tangan mereka. Kebiasaan ini membuat otot tangan tidak kuat. Dan bisa kesulitan untuk berdiri. Saat berdiri, seseorang harus bertumpu dengan jemari terbuka, bukan jemari yang tertutup.

"Dari kekuatan tangan antara yang mengepal dan jari yang terbuka, jelas berbeda. Makanya dipijat untuk melatih otot tangan," katanya.

Bagian kaki pada penderita CP Quadri Plegi Spastic juga dipijat. Sebab mereka sering terlentang. Tujuannya agar mereka bisa berjalan. Lama terapi tidak bisa dipastikan. Disesuaikan dengan kondisi mereka.

Jika mereka rewel dan suka menangis, tentu butuh usaha ekstra. Terapis biasanya mengembalikan anak tersebut ke ibunya dahulu agar tenang. Sebab saat rewel atau menangis, bisa susah untuk dipijat karena ototnya tegang.

"Kami membuka layanan terapis tiga kali dalam sepekan. Selasa, kamis dan sabtu. Mereka yang datang untuk menjalani terapi diminta datang sepekan dua kali," tutur Muhim.

Warga Kejapanan, Gempol, Pasuruan ini menuturkan, ada 11 anak yang menjalani terapi saat ini. Paling banyak mengalami CP Quadri Plegi Spastic.

Tapi adapula yang mengalami down syndrom atau kelainan karena bawaan genetik. Tindakan yang dilakukan pada mereka adalah fisioterapi dan okupasi terapi.

Fisioterapi ini untuk merangsang motorik melalui terapi massage. Terapi ini untuk melemaskan otot. Sehingga, bisa sembuh secara bertahap.

Misalnya, awalnya hanya bisa terlentang, mereka juga bisa telungkup. Lalu lama lama mereka bisa miring ke kiri dan kanan.

"Ada anak yang sudah berusia 14 tahun baru dibawa untuk menjalani terapi. Ototnya sudah kaku, namun diupayakan bisa sembuh bertahap," jelas Muhim.

Sementara okupasi terapi ini dengan mengajak mereka bermain. Metode permainan yang digunakan adalah jigm ball. Ini untuk melatih kekuatan otot. Seperti memegang bola dan  mendorong bola. Sehingga, otot kaki dan otot punggung bisa terangsang.

"Bentuk dari jigm ball ini bermacam macam. Ada yang berbentuk duri. Tujuannya untuk menstimulasi sensorik," kata lulusan Stikes Ar Rahmah Mandiri ini.

Nungki, 40, warga Purutrejo, Kecamatan Purworejo menuturkan, ia mengetahui adanya Ruang Harapan Anak Hebat ini dari pegawai Dinsos Kota Pasuruan. Sebelumnya ia membawa anaknya, Anasya terapi di luar. Kelebihannya, ia tidak harus membayar.

Ia memiliki dua anak. Yakni anak tertua, Anasya, 5 yang mengidap CP Quadri Plegi Spastic serta adiknya, Yasmin, 3. Diakuinya, adiknya kerap mengajak kakaknya untuk bermain. Namun usai diberitahu, ia paham.

"Kadang kakaknya sedang terlentang di kasur juga diajak main. Kasihan sebenarnya. Di usia anak sebayanya itu, seharusnya dia bermain di luar," tutur Nungki sembari menangis sesenggukan.

Kepala Dinsos Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat menuturkan, Ruang Harapan Anak Hebat dibentuk dari keluhan masyarakat miskin terhadap penanganan anak penyandang disabilitas. diharapkan dapat membantu anak penyandang disabilitas meningkatkan kemampuannya.

"Sehingga bisa memiliki kehidupan dan aktivitas yang lebih baik. Pemkot berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi pemerlu pelayanan Kesejahteraan Sosial," kata Kokoh. (hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#tumbuh kembang anak #Anak Hebat #dinsos kota pasuruan