Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dampak Terputusnya Distribusi Air setelah Pipa di Gili Ketapang Rusak, Pemkab Probolinggo Siapkan Rakor untuk Cegah Kejadian Terulang

Inneke Agustin • Rabu, 4 Desember 2024 | 14:10 WIB
BANTUAN: Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto bersama Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana dan Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief saat menyalurkan sejumlah bantuan.
BANTUAN: Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto bersama Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana dan Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief saat menyalurkan sejumlah bantuan.

Rusaknya pipa bawah laut akibat tersangkut jangkar kapal nelayan membuat pasokan air bersih di Pulau Gili Ketapang, terganggu sejak Jumat (22/11). Praktis distribusi ke 2.033 sambungan rumah, tak normal. Pemkab Probolinggo sampai harus turun tangan.

INNEKE AGUSTIN-INAYAH PUTRI MAHARANI, Sumberasih, Radar Bromo

Hampir dua pekan  aliran air bersih ke Pulau Gili Ketapang mati total. Semenjak itu, proses perbaikan pipa dikebut Perumdam Tirta Argapura.

BUMD milik Kabupaten Probolinggo bahkan masih membenahinya hingga Selasa (3/12) sore, meski proses perbaikannya mencapai 75 persen.

Salah seorang masyarakat Desa Gili Ketapang, Abas, 51 mengatakan bahwa kondisi demikian sangat berdampak pada kegiatan masyarakat setempat. Hal ini lantaran air bersih merupakan kebutuhan primer masyarakat sehari-hari.

“Kalau untuk mandi dan mencuci, kami biasanya mengandalkan sumur-sumur yang ada di sini. Sebab hampir seluruh masyarakat di sini memiliki sumur di rumah masing-masing,” ujarnya.

Meski demikian, air sumur di Pulau Gili Ketapang berbeda-beda rasanya. Ada yang asin, payau, dan tawar.

BANTUAN: Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto bersama Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana dan Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief saat menyalurkan sejumlah bantuan.
BANTUAN: Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto bersama Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana dan Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief saat menyalurkan sejumlah bantuan.

“Kalau yang asin dan payau ada banyak, sementara yang tawar hanya beberapa. Sehingga kalau butuh air tawar, ya kami harus menimba di sumur tersebut, baru membawanya ke rumah atau tempat usaha,” terangnya.

Abas bilang, adanya bantuan dari berbagai pihak sangat meringankan kebutuhan masyarakat di Desa Gili Ketapang akan kebutuhan air sehari-hari.

“Air-air tersebut sangat bermanfaat bagi kami. Semoga proses perbaikannya lancar dan bisa segera selesai, agar aliran air bersih ke desa kami normal kembali,” harapnya.

Di sela-sela perbaikan pipa, sejumlah pejabat Pemkab probolinggo ikut meninjau. Termasuk Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto.

Dia datang bersama Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana dan Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief. Ugas meyakini proses perbaikan jaringan pipa bawah laut sudah hampir rampung, dan menyisakan penyambungan.

“Kami berdoa agar proses perbaikan berjalan lancar, selamat, dan lekas selesai. Sebab memang arus di bawah laut tidak sama dengan di permukaan, lebih kencang,” tuturnya.

Ugas mengatakan bahwa proses perbaikan dimaksimalkan selesai kemarin (3/12). Sehingga air dapat kembali normal pada hari yang sama.

“Mungkin butuh waktu satu dua jam untuk mengeluarkan air asin yang berada dalam pipanya dulu, baru kemudian bisa menyalurkan air bersih kembali,” katanya.

Tak hanya meninjau ke lokasi perbaikan pipa bawah laut. Rombongan pejabat juga berkunjung ke Pulau Gili Ketapang guna menyalurkan sejumlah bantuan serta berdiskusi langsung dengan para masyarakat dan kepala desa di sana.

Ugas mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tak terulang lagi.

“Makanya kami telah membentuk tim dan melakukan rapat koordinasi (rakor) untuk mendiskusikan hal ini, supaya kasus seperti ini tidak terjadi lagi. Sebab di Pulau Gili Ketapang ini ada sekitar 10 ribu jiwa, kasihan masyarakat,” katanya.

Hasilnya, ada dua alternatif yang dinilai dapat menjadi solusi ke depannya. Pertama, dengan melalukan peremajaan pipa luar menjadi pipa tanam, dengan asumsi menelan dana Rp 5 hingga Rp 6 miliar.

Atau alternatif kedua yakni menghadirkan mesin suling untuk mengubah air asin menjadi tawar.

“Nanti kami kaji lebih dalam lagi, lebih efektif yang mana. Kalau pun memang alat suling lebih efektif, maka kenapa tidak. Ya mungkin nanti akan menyesuaikan kapasitas terlebih dahulu, sambil diupgrade secara berkala,” terang Ugas.

Sementara itu, terkait pengamanan infrastruktur jaringan pipa air bersih bawah laut di perairan Gili Ketapang, Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan Satpolairud Polres Probolinggo dan Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Probolinggo ke depannya.

“Kami secara rutin melakukan patroli laut. Selain itu di lokasi infrastruktur pipa bawah laut juga telah terpasang penanda berupa bendera apung. Sehingga ke depan, kami akan melakukan sosialisasi dan terus mengimbau para nelayan yang hendak melintas, sandar, atau loading barang di Pelabuhan Mayangan agar berhati-hati dan memperhatikan tanda tersebut agar kejadian semacam ini tidak terjadi kembali,” terang Wisnu.

Sementara untuk kapal yang menyebabkan pipa tersebut rusak, Wisnu mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Nantinya itu akan dibantu oleh Satpolairud Polres Probolinggo, sebab secara wilayah hukum ini masih masuk wilayah Polres Probolinggo Kota. Sehingga kami juga terus berkoordinasi dengan Polres Probolinggo Kota,” tuturnya.

Sejumlah instansi juga ikut memberikan bantuan. Termasuk Polres Probolinggo Kota. Kata Kapolresta  AKBP Oki Ahadian, bantuan ini sebagai bentuk kepedulian untuk menyikapi krisis air bersih di Desa Gili Ketapang. Air tersebut didapatkan dari PDAM Kota Probolinggo dan BPBD Kota Probolinggo.

“Polres Probolinggo Kota memberikan kontribusi air bersih kepada masyarakat gili ketapang sejumlah 10.000 liter air bersih,” jelasnya.

Kata Oki, suplai air bersih untuk masyarakat gili itu akan diberikan selama dua hari sekali sampai proses perbaikan selesai.  

“Kegiatan tersebut akan dilakukan setiap dua hari seklai sampai selesai perbaikan saluran pipa bawah laut yang terputus itu,” katanya.

Agus Setijono, Camat Sumberasih menjelaskan bahwa bantuan ini suplai air bersih ini memang harus terus dilakukan selama proses perbaikan. Agar kebutuhan warga akan air bersih dapat terpenuhi.

“Untuk warga Desa Gili memang diperlukan dalam jumlah yang banyak. Sebab desa itu dihuni oleh 10.000 orang dan kebutuhannya memang banyak,” kata Agus.

Selain air bersih, bantuan pangan juga dikerahkan oleh BPBD Kabupaten Probolinggo untuk memenuhi suplai makanan bagi warga Desa Gili Ketapang.

“Ada 60 dus lauk pauk, biskuit, makanan siap saji dan 150 jeriken air bersih,” kata Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief.  (fun)

 

Editor : Fahreza Nuraga
#nelayan #gili ketapang #air bersih #Sumberasih #probolinggo