Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Anissa Gita Komara Langganan Diprotes Sopir, Tetapi Tetap Termotivasi jadi Penguji Kendaraan Bermotor Terminal Tipe A Pandaan

Rizal Syatori • Jumat, 1 November 2024 | 19:45 WIB
SESUAI SOP: Anissa Gita Komara saat melakukan ramphchek bus pariwisata di areal parkir TSI II Prigen.
SESUAI SOP: Anissa Gita Komara saat melakukan ramphchek bus pariwisata di areal parkir TSI II Prigen.

Jika berkunjung ke Terminal Tipe A Pandaan, jangan heran jika melihat sosok wanita manis berhijab memeriksa kendaraan. Sosok itu adalah Anissa Gita Komara, penguji kendaraan bermotor yang jadi satu-satunya yang perempuan di terminal tersebut.

RIZAL FAHMI SYATORI, Pandaan, Radar Bromo

Siang yang cukup terik terasa di sekitar area Terminal Pandaan saat itu. Nampak sejumlah bus, hilir-mudik di terminal yang sekarang dikelola Kementerian Perhubungan.

Ramai namun tertib, itulah gambaran Terminal Pandaan saat Jawa Pos Radar Bromo berkunjung ke sana.

Di beberapa ruang yang ada di dalam terminal, beberapa pegawai nampak sibuk. Tak terkecuali Anissa Gita Komara, 25, yang terlihat tengah menggarap tugas administrasi kantor.

Gadis asal Kecamatan Ciluengsi, Kabupaten Bogor ini, merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementrian Perhubungan RI, yang berdinas di Terminal Tipe A Pandaan.

Di luar tugasnya menggarap administrasi kantor, ia juga dibebani tanggung jawab penting. Yakni, sebagai penguji kendaraan bermotor. Bahkan satu-satunya perempuan di terminal tersebut.

“Tugas utama saya sebagai penguji kendaraan bermotor, terutama untuk bus di Terminal Tipe A Pandaan. Diluar itu, tiap harinya juga bantu – bantu garap administrasi kantor,” ucap Anissa Gita Komara, ditemui koran ini diruang kerja staff Terminal Tipe A Pandaan.

Alumni Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) lulusan tahun 2019 lalu itu mengaku, dia menjadi penguji kendaraan bermotor sejak tahun tersebut. Sebelum menjadi ASN dan berdinas di Terminal Tipe A Pandaan sejak 2023 lalu, dia lebih dulu dinas di Dishub Kabupaten Bogor, pada 2019 – 2023. Statusnya juga sebagai penguji kendaraan bermotor.

“Menjadi penguji kendaraan bermotor sebenarnya bukan cita-cita saya sejak kecil. Saat sekolah kedinasan di STTD pilih jurusan penguji, karena tertarik dengan dunia otomotif,” cetus anak pertama dari tiga bersaudara, pasangan suami istri Erwin Komara dan Ida Zubaidah.

Pengujian kendaraan bermotor, dilakukannya setiap hari di Terminal Tipe A Pandaan secara berkala. Terkadang pagi, siang dan sore hari. Dengan sasaran kendaraan yang diuji adalah bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), dan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

RAMPCHEK: Gaya Annisa Gita Komara saat mengecek kendaraan bus.
RAMPCHEK: Gaya Annisa Gita Komara saat mengecek kendaraan bus.

Di luar itu, juga melakukan pengujian kendaraan bermotor pada bus pariwisata di sejumlah tempat wisata. Biaanya itu dilakukan saat ada giat operasi dengan instansi samping. Bahkan, kegiatan serupa hingga ke garasi sejumlah Perusahaan Otobus (PO) di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Tiap kali bertugas, Komara tidak sendirian. Dia kerap dibantu oleh rekan-rekan kerjanya. Bahkan juga hingga kepala Terminal Tipe A Pandaan.

“Bentuk pengujiannya dengan ramp chek. Baik bus AKAP, AKDP hingga pariwisata. Tugasnya penting, menentukan kelaikan jalan bus yang meliputi persyaratan teknis dan surat jalan,” kata Gita sapaan akrabnya.

Untuk persyaratan teknis, mulai lampu, ban, rem, kaca, wiper, tekanan angin rem, dan kelengkapan teknis lainnya. Sedangkan surat jalan, terdiri dari pengecekan surat keterangan uji kendaraan, STNK, dan SIM. Tentu Komara harus jeli tiap kali mengecek. Semuanya harus dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Sebagai penguji kendaraan bermotor dirinya juga sudah kompeten dengan memiliki kompetensi menjadi penguji kendaraan bermotor.

“Ini penting dan harus dilakukan berkala. Karena menyangkut keselamatan, dan juga salah satu upaya minimalisir laka lantas. Terutama kendaraan bus,” tuturnya.

Dalam tugasnya sebagai penguji selama ini, dia banyak menemui kendaraan yang tak laik jalan. Temuan-temuan biasanya terjadi saat giat ramp chek. Kebanyakan, kata Komara, kendaraan itu umumnya bus pariwisata berasal dari luar daerah yang berwisata di Kabupaten Pasuruan. Karena jarang terpantau pengujian seperti ramp chek.

Untuk bus AKAP dan AKDP, temuan tersebut jarang. Karena terpantau secara berkala, terutama saat transit di Terminal Tipe A Pandaan. “Penguji menentukan kendaraan laik jalan atau tidaknya. Apabila ditemukan tidak sesuai standar, diberi surat peringatan. Namun jika banyak catatan dan temuannya, sehingga dinyatakan tidak laik jalan maka bus tersebut tidak boleh beroperasi,” ungkapnya.

Maka tak heran, tugasnya menjadi penguji kendaraan bermotor saat melakukan pengujian terhadap bus, Komara seringkali adu argumen hingga berdebat dengan sopir bus. Bahkan sampai ke pemiliknya.

Tentunya saja, hal tersebut dianggapnya hal yang wajar dan sudah terbiasa. Karena sudah menjadi risiko tugasnya di lapangan.

“Sopir dan pemilik bus ngeyel, adu argumen hingga debat mah sering. Tapi saja tetap sesuai SOP, karena ini menyangkut keselamatan awak bus dan penumpangnya,” kata Gita.

Jika kemudian bus AKAP dan AKDP saat ramp chek dinyatakan laik jalan namun  dalam perjalanan mengalami laka lantas, ini juga bias terjadi. Tetapi acapkali karena kurang kehati-hatian pada sopirnya. Semisal ngantuk, kelelahan, ugal-ugalan di jalan.

“Menjadi penguji harus kuat mental, teliti, menguasai teknis dan mempunyai kompetensi. Pekerjaan ini saya menikmatinya, karena berperan mengurangi risiko laka lantas dan melayani masyarakat,” ujarnya.

Gita yang statusnya belum menikah ini, tiap harinya tinggal di Pandaan. Dia  harus indekos di Kecamatan Pandaan. “Ngantor tiap hari dan nonsift, dari pagi sampai sore. Senin sampai Jumat. Sabtu dan Minggu libur. Saya jarang pulang ke Bogor,” bebernya sembari tersipu saat ditanya tentang kampong halamannya. (fun)

Editor : Abdul Wahid
#kementerian perhubungan #Rampcheck #terminal pandaan