Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Berkunjung ke Kampung Nahdlatul Ulama di Desa Tempuran yang Punya Puluhan Lembaga Pendidikan

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 28 Agustus 2024 | 20:05 WIB
IDENTITAS: Pengendara melintas di gapura Kampung NU yang sebagai simbol di Desa Tempuran.
IDENTITAS: Pengendara melintas di gapura Kampung NU yang sebagai simbol di Desa Tempuran.

Desa Tempuran, yang terletak di Kecamatan Bantaran bukan hanya sekadar wilayah dengan pemandangan sawah hijau. Desa ini Minggu (4/8) diresmikan Ketua Tanfidyah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Abdul Hamid menjadi Kampung NU.

MOCH VIKRY ROMADHONI, Bantaran, Radar Bromo

Rencana besar untuk menjadikan Tempuran sebagai Kampung NU mencerminkan betapa kuatnya pengaruh NU di desa ini. Namun, perjalanan menuju realisasi impian tersebut tidaklah mulus, ada saja kendala.

Awalnya, rencana Kampung NU hanya mencakup Dusun Krajan, sebuah dusun di Tempuran yang memang sudah lama dikenal sebagai basis kuat NU.

Namun melihat antusiasme dan kekompakan warga serta organisasi di Desa Tempuran, rencana ini berkembang hingga mencakup seluruh desa.

Pemilihan Tempuran sebagai lokasi kampung NU bukan tanpa alasan. Di desa ini terdapat kantor MWC NU Bantaran dan Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Probolinggo. Selain itu masyrakat sekitar juga sangat aktif dalam kehidupan sosial dan keagamaannya.

Kerjasama antara NU dan Pemerintah Desa Tempuran menjadi kunci keberhasilan berbagai kegiatan di desa ini. Bahkan, badan otonom (banom) NU seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Gerakan Pemuda Ansor juga menunjukkan peran aktif mereka.

Kegiatan rutin keagamaan seperti pembacaan Sholawat Burdah setiap Sabtu malam awal bulan, khotmil Quran setiap malam Rabu kedua, serta Naharul Ijtima' dan Istighotsah akbar yang digelar setiap ahad kedua, menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan warga Tempuran.

Di Desa Tempuran, NU bukan hanya sekadar identitas keagamaan. Tetapi melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga. Dari pemuda hingga orang tua, semuanya terlibat aktif dalam berbagai kegiatan ke-NU-an.

“Meskipun beberapa anggotanya juga tergabung dalam (PC NU), mereka tetap aktif dalam ranting NU di desa mereka,” ujar ketua MWC NU, Sipurwandi

Perjalanan di Tempuran menjadi kampung NU tidaklah mulus. Pernah suatu ketika, sebuah paham yang dianggap aneh dan menyimpang muncul di lapangan Desa Tempuran.

Tidak satu pun warga Tempuran yang mengikuti paham tersebut. Sebaliknya, paham itu justru menarik warga dari luar daerah.

Dalam agenda itu ada pembacaan pembacaan salawat yang diikuti oleh laki-laki dan prempuan, mereka membaca salawat dengan kondisi listrik yang dimatikan. Anehnya, para pengiktunya banyak yang menangis.

Meski begitu, paham tersebut tidak langsung dibubarkan. Namun pengurus ranting NU melakukan mediasi dengan penyelenggaranya. Sehingga paham-paham yang menyimpang bisa dicegah.

Di bawah naungan NU, Desa Tempuran juga menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan pendidikan. Ada 26 lembaga pendidikan berada di bawah payung NU. Mulai dari TK sederajat, SD Sederajat, SMP sederajat, SMA sederajat, pondok pesantren dan madrasah diniah. Semuanya berkomitmen untuk terus menjaga tradisi dan nilai-nilai NU di desa ini.

Keinginan besar warga Tempuran adalah menjadikan Kampung NU sebagai tempat yang lebih dari sekadar lokasi kegiatan keagamaan rutin.

Mereka berharap Kampung NU dapat menjadi pusat pengembangan kegiatan keagamaan yang lebih beragam, tidak hanya terbatas pada Sholawat dan Burdah.

“Bukan hanya dalam aspek keagamaan, Kampung NU di Tempuran juga diharapkan membawa dampak positif dalam bidang pendidikan dan ekonomi,” katanya

Dalam bidang pendidikan, Kampung NU diharapkan dapat menyediakan beasiswa bagi anak-anak yang berprestasi, membantu mereka melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

Di bidang ekonomi, NU Tempuran telah menunjukkan komitmennya untuk memajukan perekonomian warga melalui pelatihan UMKM yang pernah mereka adakan. Hal ini diharapkan menjadi modal kuat untuk mengembangkan perekonomian masyarakat desa secara berkelanjutan.

Selain itu, dalam hal ke-NU-an, Kampung NU akan menjadi tempat di mana tradisi dan budaya NU tetap lestari. Dengan berbagai kegiatan yang menggabungkan unsur keagamaan, sosial, dan budaya, Kampung NU di Tempuran diharapkan menjadi contoh bagi ranting-ranting NU lainnya.

Namun, untuk mewujudkan semua harapan itu, NU Tempuran harus menghadapi berbagai tantangan. Kendala seperti fasilitas yang belum memadai dan dukungan yang belum maksimal menjadi PR besar bagi pengurus NU di Tempuran.

Meski begitu, semangat warga dan komitmen mereka terhadap NU menjadi modal utama yang tidak bisa diremehkan.

Dengan segala potensi yang dimiliki, Kampung NU di Tempuran bukan hanya akan menjadi simbol kebanggaan warga, tetapi juga menjadi pusat kemajuan yang membawa manfaat nyata bagi seluruh warga desa.

Di sisi lain, Kades Tempuran Alisat mengatakan, Kampung NU ini tidak hanya dari anggaran desanya.

Tapi beberapa mahasiswa yang pernah melakukan KKN di desa ini, juga ikut membangun. Salah satunya gapura desa yang bertuliskan “Kampung NU” di tengah desa.

“Gapura ini menjadi identitas Desa Tempuran sebagai simbol bahwa desa kami ditetapkan menjadi kampung NU,” kata Alisat. (fun)

Editor : Jawanto Arifin
#Kampung NU #nahdlatul ulama #desa tempuran #kecamatan bantaran