Pernah gagal membudidaya ikan cupang tak membuat AinunFahmi, 25, mutung. Dia beralih ke ikan guppy. Ternyata ikan hias yang awalnya untuk pengendali nyamuk ini prospeknya lebih cerah. Peminatnya yang banyak membuat Ainun meraup rupiah.
RIZAL FAHMI SYATORI, Prigen, Radar Bromo
Semuanya berawal dari hobi Ainun Fahmi yang gemar dengan ikan hias. Persisnya selepas lulus SMK. Pemuda asal Lingkungan Geneng Timur, Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen memang suka dengan semua jenis ikan hias.
Hingga akhirnya setelah lulus, dia memilih membudi daya ikan hias, untuk menyalurkan hobinya. Selain itu, juga sebagai tambahan penghasilan baginya.
“Senang saja dengan budi daya ikan hias. Awalnya pernah budi daya ikan cupang, namun gagal lantaran tidak berkembang. Kemudian ganti ikan guppy. Alhamdulillah bertahan sampai sekarang dan lancar,” kata pemuda alumni SMPN 1 Prigen dan SMKN 1 Prigen ini.
Budi daya ikan guppy ini sebenarnya terbilang baru bagi Ainun. Dia menggelutinya sejak empat tahun terakhir, yakni mulai 2020 lalu.
Ikan guppy yang dibudidayakannya, ada beragam jenis. Di antaranya PRTDE, HB Red, Yellow Cobra, Black Moscow, Mozaik, Red dan Blue Dragon, serta lainnya.
Pria yang masih bujangan ini memilih menekuni budi daya ikan guppy karena ikan hias tersebut sebenarnya masih jarang. Selain itu, lebih mudah perawatannya.
Tilik saja mulai dari pemberian pakan. Terbilang tidak susah. Cukup dengan pellet. Atau pakan alami, seperti cacing sutra dan kutu air. Dalam sehari cukup dua kali, yakni saat pagi dan sore.
Bagi Ainun, budi daya ikan guppy dilakukannya tak sekedar lebih untuk isi waktu luang di rumah.
Tapi kini menjadi tambahan penghasilan. “Belajarnya otodidak, lainnya lihat info-info seputar ikan guppy di internet,” tandasnya.
Ikan guppy memiliki variasi warna beragam dengan bentuk ikannya yang berukuran kecil.
Bentuknya mirip ikan cupang. Tapi ikan guppy punya ciri khas berupa corak di ekor agak melebar.
Bagaimana Ainun membudidayakannya? Ainun mengaku, dia menggunakan media akuarium, bak hingga ember. Bahkan bisa pula menggunakan galon bekas.
Supaya bibit ikan tetap hidup dan berkembang, maka perawatannya harus serius.
“Penting ditekuni dengan telaten, memperhatikan sirkulasi air dan kebersihan airnya,” ucap Ainun.
Seiring makin banyak peminat ikan ini, Ainun tentu ketiban berkah. Dia hanya cukup memasarkan via online.
Harga jualnya juga terjangkau. Mulai Rp 10 ribu – 85 ribu untuk per pasang jantan dan betina. Rata-rata ikan guppy budi dayanya dijual ke sekitaran Jatim dan Jabar seperti Bandung, Jakarta, hingga Pulau Dewata.
“Soal harga, relatif terjangkau untuk ikan hias air tawar. Saya jualnya satu pasang. Murah atau tidak harganya, tergantung kualitas dan usia ikan. Ikan ini lebih punya harga tinggi saat sudah besar, ketimbang ketika masih bibit,” tuturnya.
Menginggat pasarnya bagus, Ainun makin semangat berbisnis budi daya guppy. Apalagi dia sudah punya pelanggan. Bahkan, para pelanggannya seringkali mengikuti kontes ikan guppy.
“Omzetnya bisa sampai jutaan rupiah, lumayan buat tambahan penghasilan dan memang harus ditelateni. Apalagi orang tua dan saudara di rumah mendukung,” katanya tersenyum. (fun)
Editor : Jawanto Arifin