Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cerita Sawal Jadi Loper Jawa Pos Radar Bromo, Tabung Hasil Penjualan Koran hingga Bisa Berhaji

Arif Mashudi • Jumat, 26 Juli 2024 | 14:57 WIB
LOPER LAWAS: Sawal, warga Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, yang pernah merasakan manisnya menjadi loper koran.
LOPER LAWAS: Sawal, warga Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, yang pernah merasakan manisnya menjadi loper koran.

Warga Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, H. Sawal sangat akrab dengan koran Jawa Pos, termasuk dengan Radar Bromo. Maklum, ia merupakan salah satu lopernya.

Dengan hasil penjualan koran ini, Sawal mengaku bisa berangkat menunaikan ibadah haji pada 1997.

Usia Sawal sudah tak muda lagi. Namun, warga gang Bayusari 2, Kelurahan Kebonsari Wetan, ini masih terlihat sehat. Ia tetap semangat dalam mencari nafkah untuk keluarganya.

Bagian depan rumahnya dijadikan toko sembako sekaligus konter pulsa. Pelanggan toko yang dibangun sejak tahun 2000-an ini begitu banyak.

Sawal mengaku tidak pernah menghilangkan atau melupakan sejarah suksesnya. Ia mengaku semua kesuksesan yang diraihnya saat ini berawal dari loper dan agen koran Jawa Pos.

Ia mengaku menjadi agen sekaligus penjual koran eceran sejak tahun 1980. Saat itu, ia biasa menjajakan koran di terminal lama Kota Probolinggo. Di dekat perlintasan rel kereta api (KA) Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan.

“Saya jadi wakil agen Pak Rusidi Pasuruan (almarhum). Saya yang dipercaya almarhum untuk di Probolinggo,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo ketika ditemui di tokonya.

Saat itu, koran diantarkan atau dikirimkan melalui bus. Biasanya, pukul 08.00 baru tiba di terminal. Awalnya, sebagai perkenalan, koran yang dikirim ke Probolinggo hanya 100 eksemplar. Semuanya disebarkan gratis sebagai perkenalan. “Dengan edisi cetakan 12 halaman,” ujar pria kelahiran tahun 1959 ini.

Selain menjadi wakil agen koran, Sawal merangkap menjadi loper. Mengirim koran kepada pelanggan, juga ngecer di terminal.

Katanya, korannya makin laris ketika ada berita-berita besar. Seperti ketika artis Nieke Ardila meninggal. “Kalau ada berita besar, koran yang dikirim biasa ditambah dan laris,” katanya.

Saat koran diturunkan dari bus, kata Sawal, terkadang dirinya belum datang. Pernah ada kejadian sampai dua kali koran kiriman hilang diambil orang.

Hingga akhirnya, ada orang yang melihat korannya dibawa orang tak dikenal dan langsung dikejar. “Akhirnya, ketangkap pelaku pencurian koran itu. Langsung saya tampar dan ambil korannya,” ujarnya.

Pada 1988, Sawal menikah. Sejak saat itu, ia bertekad sebagian hasil menjual korannya ditabung dan digunakan untuk beribadah haji. Sembilan tahun kemudian atau pada 1997, Sawal benar-benar ditakdirkan berangkat berhaji dengan biaya Rp 7,4 juta.

“Alhamdulillah, saya berangkat haji hasil nabung kerja dari jual koran. Meski ada orang bilang berangkat haji dari yang lain, tapi saya pastikan itu hasil nabung dari jualan koran,” jelasnya.

Bertahun-tahun koran Jawa Pos yang dikirim setiap harinya hanya berkisar 300 eksemplar. Pada 1998, mulai ada muncul anaknya, Radar Bromo. Secara bertahap penjualan koran terus meningkat. Bahkan, setiap hari pihaknya dapat menjual sampai 1.000 eksemplar. Baik untuk pelanggan maupun eceran.

Sejak saat itu juga mulai banyak loper. Mereka “kulakan” koran kepada Sawal. “Setelah ada Radar Bromo, pelanggan dan pembeli koran Jawa Pos makin meningkat. Karena masyarakat suka membaca berita lokal daerah sekitar juga. Apalagi kalau ada kejadian besar, tambah ramai pembelinya,” ujarnya.

Sawal mengaku tidak memungkiri apa yang diraih dan dirasakan saat ini berasal dari loper dan agen koran. Selain berhaji, tiga anaknya dan membuka usaha toko sembako, juga besar dari koran. “Menjadi loper koran sebelum ada android, senang. Karena koran pasti laris dan banyak dicari,” katanya. (arif mashudi/rud)

Editor : Ronald Fernando
#loper #jawa pos #koran #radar bromo