Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Teman Disabilitas Sulap Halaman Kantor Dinsos Kota Pasuruan Menjadi Kafe, Sediakan Beragam Makanan

Fahrizal Firmani • Rabu, 3 Juli 2024 | 17:10 WIB
SUMBER PENDAPATAN: Sejumlah pengunjung menikmati malam di Kafe Rehat di halaman Kantor Dinsos Kota Pasuruan.
SUMBER PENDAPATAN: Sejumlah pengunjung menikmati malam di Kafe Rehat di halaman Kantor Dinsos Kota Pasuruan.

KAFE Rehat bisa dibilang istimewa. Tak hanya berada di lahan milik pemerintah. Namun, berdiri persis di halaman kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan. Sekilas tidak berbeda dengan kafe lainnya, tetapi kafe ini benar-benar unik. Seluruh penjual dan karyawannya merupakan disabilitas.

Setiap malam, halaman kantor Dinsos Kota Pasuruan, selalu terlihat berbeda. Halaman kantor instansi pemerintah ini selalu ramai pengunjung. Mereka selalu asyik bercengkrama dengan menikmati beragam hidangan.

Lampu-lampu layaknya kafe juga bergelantungan. Sejumlah meja dan kursi tertata rapi di atas halaman berpaving. Eh, juga dilengkapi sejumlah gerobak. Di gerobak ini tersedia beragam makanan dan minuman yang dapat dipesan pengunjung.

 

 

Rupaya, bila malam, halaman ini memang disulap menjadi kafe. Kafe Rehat. Halaman yang bila siang menjadi tempat parkir kendaraan pegawai ini, disulap menjadi kafe berkonsep angkringan.

Ada lima lapak yang menyediakan makanan dan minuman (mamin). Mereka menjual mamin berbeda. Ada yang menyediakan mi goreng, gorengan, bakso, hingga cilok. Seluruh pedagang dan karyawannya disabilitas. Ada yang tunarungu dan tunawicara, ada yang tunanetra, hingga tunadaksa.

Rupanya, kafe ini sudah lama berdiri. Sejak dua tahun lalu. Namun, harus melalui jalan berliku. Koordinator Kafe Rehat Muhammad Mabrur mengungkapkan, pembukaan Kafe bermula pada 2022. Kala itu, Pemkot Pasuruan mendapatkan bantuan kendaraan roda tiga boks dari Kemensos RI. Kendaraan ini dihibahkan kepada teman disabilitas.

Saat itu, Kantor Dinsos masih berlokasi di Jalan Wahidin, Kelurahan Purutrejo, Kota Pasuruan. Bersama teman disabilitas, Mabrur mencari lokasi strategis untuk berjualan. Sebab, halaman kantor Dinsos lama dinilai kurang representatif.

 

 

“Kami sempat bolak-balik survei lokasi. Mulai dari sekitar Jalan Wahidin hingga Jalan Panglima Sudirman,” ungkapnya.

Mabrus mengaku sempat berjualan di Jalan Panglima Sudirman. Namun, hanya bertahan sebulan. Kemudian memanfaatkan areal parkir kantor Dinsos lama. Selama lima bulan berjualan, hasilnya cukup memuaskan. Saat itu, yang dijual kopi dan makanan ringan, seperti sosis bakar. Dalam sehari bisa memperoleh pendapatan Rp 500 ribu sampai Rp 800 ribu.

Sejak Juli 2023, area berjualan dipindah ke kantor Dinsos baru di Jalan Balai Kota, Kota Pasuruan. Karena sudah punya langganan, para pedagang ini tidak perlu memulai dari awal. Bahkan, makanan yang dijual lebih beragam. Ada tambahan roti maryam, seblak, hingga tahu walik.

“Pada awal pindah, sempat ada enam lapak dengan satu kendaraan roda tiga dan lima meja biasa. Meningkat dari sebelumnya hanya satu kendaraan roda tiga,” jelas Mabrur.

 

 

Namun, jumlah ini sekarang tinggal lima lapak dengan satu kendaran roda tiga dan empat meja. Sebab, pemilik satu lapak memilih berjualan di rumahnya. Lapak ini menjual kopi, mi instan, bakso, aneka sosis, hingga gorengan.

Sejauh ini rata-rata setiap pedagang bisa memperoleh penghasilan kotor antara Rp 1,5 sampai Rp 2 juta per hari. “Paling ramai itu saat akhir pekan. Kalau hari biasa hingga pukul 23.00, tapi saat weekend bisa sampai pukul 00.00,” kata Mabrur.

Salah seorang teman disabilitas, Adam Kamal, mengaku senang bisa berjualan di Kafe Rehat. Ia termasuk yang paling lama. Sebelumnya, berjualan menggunakan kendaraan roda tiga di kantor Dinsos lama.

Dibandingkan di lokasi lama, penyandang tunadaksa ini mengaku lebih senang di lokasi saat ini. Lokasi lama bising karena ramai kendaraan. Mengingat jalur utama perkotaan. “Saya berjualan kopi dan mi instan. Kalau dihitung-hitung, dalam sehari saya bisa mendapatkan keuntungan Rp 100 hingga Rp 200 ribu,” jelasnya.

 

 

Hal senada diutarakan Safa, teman disabilitas lainnya yang berjualan di kafe ini. Tunawicara dan tunarungu ini mengaku berjualan jus buah. “Kalau ada yang mau pesan, bisa pakai tulisan di hape atau kertas. Dalam sehari bisa dapat keuntungan Rp 150 ribu,” tuturnya.

Salah seorang pelanggan Kafe Rehat Agus mengaku, sangat suka nongkrong bersama keluarga ke tempat ini saat akhir pekan. Lokasinya nyaman dan luas. Makanannya juga beragam. “Saya senang melihat teman disabilitas bisa bekerja seperti ini. Masakan mereka tidak kalah dengan nondisabilitas,” ujar warga Petamanan ini.

Kepala Dinsos Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat mengatakan, Pemkot membantu teman disabilitas agar bisa berkarya dengan baik. Lokasi yang dipilih memang sengaja di areal kantor Dinsos agar lebih nyaman.

“Kalau di luar, sulit cari lokasinya. Lahannya terbatas. Kalau menggunakan trotoar kan melanggar,” katanya. (fahrizal firmani/rud)

Editor : Ronald Fernando
#kafe #features #nongkrong