TIDAK hanya jadi jujugan wisatawan dan pengunjung. Setiap Lebaran, masjid berasitektur Tiongkok, Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan selalu menjadi jujugan pemudik. Baik untuk salat, maupun istirahat melepas lelah. Termasuk di tahun ini.
Masjid Muhammad Cheng Hoo di Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, mulai difungsikan sejak Juni 2008. Masjid nan megah ini berdiri di lahan aset Pemkab Pasuruan seluas 6.000 meter persegi.
Pembangunannya menghabiskan biaya sekitar Rp 3,7 miliar dari APBD Kabupaten Pasuruan dan swadaya masyarakat.
Sejak berdiri, keberadaan masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Termasuk para pemudik, saat arus balik dan mudik Lebaran. Bahkan, biasanya pengunjung yang datang makin ramai.
“Selama Lebaran, pengunjung yang datang ke masjid ini selalu ramai. Lebih meningkat daripada hari-hari biasa. Biasanya selama arus mudik dan balik Lebarak. Tiap tahunnya memang seperti itu,” jelas Ketua Umum Takmir Masjid Muhammad Cheng Hoo, Kiai Mushollin Muslih.
Biasanya, para pengunjung singgah untuk salat. Baik itu wisatawan, maupun pemudik.
Setelah itu, baru mereka istirahat melepas lelah. Baik itu sekadar duduk, berfoto-foto dan sebagainya.
Para pengunjung lokal biasanya datang dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti dari Surabaya, Madura, Jombang, Gresik. Hingga Semarang, Bandung, Jakarta dan lain-lain.
Biasanya mereka datang bersama rombongan atau keluarga. Baik itu motor, maupun mobil pribadi.
Selain itu, banyak juga wisatawan mancanegara yang datang. Di antaranya dari Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Australia. Juga beberapa negara lain dari benua eropa dan Amerika.
“Di hari biasa pengunjung bisa mencapai ratusan orang. namun, saat Lebaran bisa jauh lebih banyak. Mereka datang sepanjang hari. Mulai pagi, siang, sore, malam, bahkan dinihari pun ada. Karena masjid ini kan buka 24 jam,” bebernya.
Menurutnya, masjid ini menjadi jujugan wisatawan dan pemudik. Baik untuk beribadah, berwisata, sekaligus istirahat.
Maklum, masjid ini memang memiliki sejumlah sarpras pendukung yang membuat nyaman pengunjung. Mulai areal parkir kendaraan yang luas, mampung menampung ratusan motor dan mobil. Selain itu, juga memiliki toilet dan tempat wudhu yang bersih serta berjumlah banyak.
Pengunjung makin merasa aman, karena masjid ini dilengkapi CCTV yang terpasang di semua sudut ruangan yang ada di masjid. Selain itu, semua petugas standby selama 24 jam. Baik petugas keamanan, parkir dan kebersihan.
“Halaman atau teras masjid kini lantainya granit. Sebelumnya hanya plester atau rabatan. Jadi bisa dipakai istirahat sekaligus melepas lelah bagi pemudik. Dari takmir bahkan menyediakan bantal gratis,” ujarnya.
Yang juga menarik, Muhammad Cheng Hoo berdekatan dengan Pasar Wisata Cheng Hoo. Karena itu, para pengunjung, pemudik atau wisatawan yang datang ke masjid bisa menikmati kuliner atau membeli oleh-oleh di pasar wisata.
“Tinggal jalan kaki saja ke pasar wisata, sudah sampai. Tidak perlu jauh-jauh, di sini sudah ada semua,” tuturnya.
Masjid dua lantai ini bisa menampung hingga 1.500 jamaah. Seperti salat Jumat dan salat hari raya.
“Dari puluhan masjid Muhammad Cheng Hoo yang ada di Indonesia, di Pandaan ini merupakan yang terbesar dan terluas. Juga yang kedua dibangun setelah di Surabaya,” tuturnya.
Ardiansyah, 40, salah seorang pengunjung dari Sumenep mengaku, datang bersama anggota keluarganya naik mobil. Dia lantas mampir untuk istirahat dan salat saat melintas di Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
“Ini kan dari Sumenep, mau mudik ke Malang. Sekalian ke sini untuk salat, istirahat, sekaligus juga berwisata religi dan kuliner. Mumpung sama keluarga. Ini sudah dua kalinya saya ke sini. Tambah bersih, bagus, juga asri,” ungkapnya. (hn)
Editor : Abdul Wahid