Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Iqbal Aris Maulana, Hafiz Alquran yang Jadi Wakil Indonesia di Ajang MTQ Internasional

Muhamad Busthomi • Sabtu, 6 April 2024 | 21:10 WIB
Iqbal Aris Maulana santri asal Pasuruan yang banyak menyabet prestasi di ajang MTQ nasional. Ia kini menjadi wakil Indonesia untuk ajang MTQ internasional.
Iqbal Aris Maulana santri asal Pasuruan yang banyak menyabet prestasi di ajang MTQ nasional. Ia kini menjadi wakil Indonesia untuk ajang MTQ internasional.

DI tengah lantunan ayat suci Alquran yang merdu, seorang pemuda berbakat asal Pasuruan, Jawa Timur, bersiap untuk mengukir prestasi di kancah internasional.

Iqbal Aris Maulana, 20, terpilih mewakili Indonesia dalam ajang MTQ Internasional di Yordania.

Kecintaan Iqbal Aris Maulana pada Al Quran bersemi sejak ia masih duduk di kelas 4 SDN Kersikan, Kecamatan Gondangwetan.

Terinspirasi oleh cerita sang ibu, tentang keutamaan menghafal Al Quran dan dorongan dari kakaknya yang juga seorang hafizah, Iqbal memantapkan tekadnya untuk menapaki jalan mulia ini.

“Yang bikin saya tertarik adalah umi saya. Ketika lulus TPQ, umi cerita kalau penghafal Quran bisa menyelamatkan orang tua sampai tujuh turunan di akhirat dan bisa diberi mahkota untuk kedua orang tua,” kata Iqbal.

Perjalanan Iqbal untuk menjadi seorang hafiz tentu tidaklah mudah.

Dibutuhkan dedikasi dan ketekunan tinggi, untuk menghafal 30 juz Alquran. Proses hafalan juga tidak cukup satu ataupun dua tahun.

Anak kedua dari pasangan Husaini dan Mutrofin itu, tak henti-hentinya mempelajari dan melatih hafalannya.

Bahkan, di tengah kesibukan sekolah dan godaan masa remaja. Setelah lulus dari SD, Iqbal melanjutkan pendidikannya di MTs. Darul Mafatihil Ulum, Podokaton, Desa Bayeman, Kecamatan Gondangwetan.

Selama menempuh pendidikan menengah pertama, Iqbal juga mondok di Pondok Pesantren Annajah di bawah asuhan Nyai Hj Luluk ‘Illiyah.

“Kuncinya adalah istiqamah murajaah,” ungkap Iqbal dengan penuh semangat.

Setiap hari, ia selalu menyempatkan waktu untuk membaca Alquran.

Minimal satu juz. Selain itu, ia juga mengikuti halaqah tahfidz di pesantren untuk memperbaiki bacaan dan hafalan.

Selama menghafal, ia mengaku tidak ada metode khusus. Dirinya hanya konsisten menerapkan tartil, yakni membaca Alquran dengan pelan dan bacaan tajwid yang sesuai.

Meskipun tidak menggunakan metode khusus, Iqbal memiliki cara unik untuk menjaga hafalannya tetap kuat. Ia menggunakan variasi lagu dalam membacanya, seperti lagu bayati, rahawan, dan roz.

“Kadang ganti-ganti lagu setiap satu juz, supaya tidak jenuh,” tuturnya.

Namun begitu, rasa jenuh selalu datang silih berganti. Ketika berganti lagu bacaan tak cukup mampu mengatasi kejenuhannya, ia pun memilih cara lain.

Karena bagaimanapun, refreshing juga diperlukan.

“Biasanya dengan jalan-jalan, atau belanja untuk menghilangi kepenatan,” kata pemuda kelahiran 23 September 2003 itu.

Tantangan terbesar yang dihadapi Iqbal adalah rasa malas dan godaan lawan jenis. Lebih-lebih, untuk anak muda yang beranjak dewasa seperti dirinya.

Namun, tekadnya untuk membanggakan orang tua dan agama, menjadi kekuatannya untuk terus maju. Berbagai godaan itu pun, nyatanya mampu dilewati.

“Saya selalu ingat pesan orang tua saya. Bahwa menghafal Alquran, bukan hanya untuk prestasi. Tapi juga untuk bekal di akhirat,” ungkapnya.

Meski begitu, berbagai prestasi gemilang telah diraih Iqbal. Ia telah mengikuti lebih dari 20 gelaran MTQ nasional.

Dia juga tercatat pernah meraih juara 1 di Maluku Utara dan Sulawesi Tenggara. Hadiah umrah pun tak luput dari kerja kerasnya, bahkan ia telah 7 kali mendapatkannya.

“Alhamdulillah, semua itu barokah Alquran,” ulas Iqbal dengan penuh rasa syukur.

Kini, Iqbal bersiap untuk membawa nama harum Indonesia di MTQ Internasional Yordania.

“Mohon doanya dari masyarakat, khususnya warga Pasuruan,” pintanya. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#santri berprestasi #mtq nasional #mtq internasional #hafiz quran