PENGEMBANGAN bakat yang dilakukan Esa Bela, 21, warga Betek Taman, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, berbuah prestasi membanggakan.
Mahasiswi Universitas Hafshawaty Zainul Hasan (UNHASA) Pesantren Zainul Hasan Genggong ini, berhasil menyabet juara 2 MTQ Nasional.
Memang, kata Esa Bela, minat dan bakat mahasiswi seperti dirinya, diasah dengan baik di kampus tempatnya kuliah.
Hal ini dilakukan melalui beragam kegiatan ekstrakurikuler kampus yang memang disediakan.
“Di kampus, memang sudah ada ustad yang melatih,” kata Esa Bela.
Namun, latihan tidak hanya berhenti di kampus.
Pengembangan minat dan bakat, terus diasah. Termasuk dengan latihan sendiri, seperti yang dilakukannya.
“Mungkin karena memang senang belajar qori’ dan menyanyi, terkadang latihan sendiri,” imbuhnya saat berada di ruang Media Kampus UNHASA Genggong.
Mahasiswa yang biasa disapa Bela ini mengatakan, bakat melantunkan bacaan Al Quran dengan irama dan aturan-aturan atau tajwid yang benar, disadarinya sejak ia duduk di bangu MTS Zainul Hasan Genggong.
Lulus SD, ia memilih mondok di Raudatul Hasaniyah Genggong.
Di sana mulai mendalami Al Quran. Kemudian berlanjut di SMA ZAHA Genggong.
Dari tempaan pembelajaran itulah, Bela kian mahir dalam melantunkan bacaan Al Quran dengan baik dan bagus.
Ia bersyukur, saat kuliah, tempatnya menimba ilmu juga memberi tempaan terhadap pembalajaran Al Quran.
“Alhamdulillah, prestasi yang baru saya dapat, bukan kali pertama. Karena, pada 2021 lalu, saya juga meraih juara dua lomba nasional di bidang yang sama,” jelasnya.
Prestasi yang baru didapat Putri pasangan Suhri dan Umi Kulsum ini, merupakan prestasi yang diselenggarakan oleh Angaksa Seni Indonesia (Ansei).
Perlombaan dilakukan secara online. Dengan beberapa kategori dan tingkatan pendidikan hingga umum. Kebetulan, ia ikut yang kategori siswa.
Berprestasi menurut Bela, tidak hanya mengandalkan bakat saja. Bakat jika tidak diasah, maka akan mudah luntur.
Sehingga, tidak akan mendapatkan hasil maksimal.
“Keinginan yang kuat, dan usaha yang keras, menjadi modal saya dalam meraih prestasi. Dan tak kalah pentingnya, restu orang tua menjadi hal nomor satu dalam upaya meraih prestasi itu,” akunya.
Saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Bela memberi sedikit contoh bacaan surah yang ia bawakan.
Dengan suara merdu dan nada Jawabul jawab atau nada tinggi, Bela dengan lihai membaca salah satu ayat di surah Al Baqoroh.
Suaranya yang merdu, membuat bulu kuduk berdiri. Soalah terbawa suasana lantunan Alquran yang menyejukkan hati.
“Saat lomba membawa surah Albaqoroh ayat 72 seterusnya. Biasanya, ada surah khusus untuk latihan. Biasanya surah An Nisak dan Al baqoroh ini,” sambung dia.
Ia cukup bangga dengan prestasi yang didaptkan. Sebab, bisa membanggakan kampusnya. Serta kedua orang tuanya.
Dengan padatnya kegiatan dikmapus, Bela menyebutkan, memang tidak mudah membagi waktu.
Disela-sela kesibukannya menimba ilmu formal, Bela menyebutkan latihan hampir tak putus saat ada waktu senggang.
“Saat ini sudah semester 4, pekerjaan kampus cukup padat. Namun, keinginan yang didasari niat baik dan memang sudah menjadi kesenangan membaca Al Quran dan menyanyi, tentu harus diluangkan,” ujarnya. (mu/one)
Editor : Jawanto Arifin