Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sidik Irfan, Salah Satu Ahli Kunci Terlama di Kota Probolinggo Ini Sering Diminta Membuat Kunci Brankas Bank

Arif Mashudi • Senin, 4 Maret 2024 | 19:01 WIB
AHLI KUNCI: Sidik Irfan, 47, saat membuat kunci di ruang kerjanya yang ada di rumahnya di Jalan Pahlawan, Kota Probolinggo.
AHLI KUNCI: Sidik Irfan, 47, saat membuat kunci di ruang kerjanya yang ada di rumahnya di Jalan Pahlawan, Kota Probolinggo.

Siapa yang tidak kenal dengan Sidik Irfan. Lelaki 47 tahun itu merupakan salah satu ahli kunci terkenal di Kota Probolinggo. Sudah puluhan tahun Sidik menjadi ahli kunci. Di tengah perkembangan teknologi, Sidik pun belajar tentang kunci keluaran terbaru yang menggunakan remot.

 

ARIF MASHUDI, Kanigaran - Radar Bromo

 

Tidak sulit menemukan rumah Sidik Irfan. Yaitu, di Jalan Pahlawan, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran.

Sidik tinggal di Gang Kemiri sebenarnya. Namun, gang itu lebih dikenal dengan nama Gang Kunci.

Warga yang menjuluki gang itu dengan nama Gang Kunci. Sebab, memang banyak warga yang mengenal gang itu. Mereka banyak datang ke sana untuk membuat duplikat atau memperbaiki kunci pada Sidik.

 

 

Sekitar pukul 13.00, Jawa Pos Radar Bromo menemui Sidik di rumahnya. Saat itu, Sidik tengah membuat kunci motor Yamaha Nmax. Dalam hitungan menit, kunci yang dipesan sudah jadi dan siap dipakai.

Ruangan kerjanya kecil saja, berukuran 2,5 x 2,5 meter.  Dinding sisi barat ada lemari yang dipenuhi kunci yang digantung.

Kemudian, di meja ada mesin untuk membuat duplikat kunci. Ada juga alat manual pembuatan kunci yang masih digunakan.

”Ini alat manual kikir untuk membuat kunci. Masih sering saya pakai, meski sudah ada mesin. Karena menurut saya, lebih seni dan hasilnya sesuai kemampuan saya,” kata bapak dua anak itu.

 

 

Sidik menceritakan, profesi yang ditekuninya itu awalnya ditekuni almarhum bapaknya, Ahwan Sundari. Pada 1983, bapaknya membuka usaha ahli kunci di Pasar Gotong Royong Kota Probolinggo.

Saat itu, di kota baru ada dua ahli kunci. Yaitu, Ahwan sendiri dan rekannya yang kini buka di Jalan Gatot Subroto.

”Ahli kunci yang lama memang di sini dan di Jalan Gatot Subroto. Dulu sama-sama buka di Pasar Gotong Royong. Sejak pasar itu kebakaran, bapak pindah ke rumah ini,” kata pria kelahiran Probolinggo, tahun 1977 itu.

Ahwan sendiri mulai merintis usaha ahli kunci saat Sidik masih TK. Memasuki usia remaja, Sidik mulai membantu bapaknya. Hingga akhirnya pada 2002, Sidik resmi bekerja ikut ayahnya menjadi ahli kunci.

 

 

Sidik belajar langsung pada bapaknya. Hingga dia bisa membuat sendiri kunci baru atau kunci duplikat.

Selama menjadi ahli kunci, menurut Sidik, yang paling sulit yaitu membuat kunci brankas. Kebanyakan yang dikerjakannya yaitu brankas bank. Biasanya hanya berukuran sekitar 1 meteran.

Untuk mengerjakan kunci brankas itu, membutuhkan waktu sekitar 3 hari. Karena brankas itu tidak seperti kunci rumah atau kendaraan. Kunci brankas itu dilengkapi dengan kode.

”Saya dan bapak pertama kali garap kunci brankas itu selesai dalam waktu 3 hari. Pengerjaannya lebih rumit. Harus cari kodenya dulu, baru setelah itu membuat kuncinya,” terangnya.

Karena proses yang sulit dan butuh waktu lama, diakui Sidik, biaya jasa untuk pembuatan kunci brankas jauh lebih mahal dibanding kunci lainnya. Pada tahun 2005, ongkosnya sekitar Rp 1,5 juta.

 

 

Sebab, selama membuat kunci brankas itu, dia dan bapaknya harus menutup tempat usahanya. Mereka lantas fokus mengerjakan kunci brankas itu selama tiga hari.

Dengan tingkat kesulitan dan waktu yang lebih lama, Sidik jarang menerima permintaan atau panggilan membuat kunci brankas. Andai pun ada, dia biasanya meminta pemilik membawa brankasnya ke rumahnya.

Tujuannya agar dirinya bisa mengerjakan di waktu longgar. Sehingga, tidak sampai menutup usahanya. Dengan demikian, biaya atau ongkos membuat kunci brankas itu tidak terlalu mahal.

”Pernah juga ada anak pejabat di kota yang membawa brankas ke sini. Dia minta dibuatkan kunci brankas agar bisa membuka brankas itu. Bahkan, sampai maksa. Karena maksa itu, saya tolak. Saya khawatir brankas itu bukan miliknya,” lanjutnya.

 

 

Saat ini, berbagai orderan pembuatan kunci pernah diterima dan digarapnya. Baik itu kunci rumah, kunci kendaraan bermotor, ataupun brankas bank. Memang, kesulitan paling besar yaitu membuat kunci brankas.

Selain itu, di tengah perkembangan teknologi, penggunaan kunci ikut berubah. Banyak kendaraan yang tidak lagi memakai kunci manual dan berganti ke kunci remot.

Mau tidak mau, Sidik mengikuti perkembangan zaman dengan belajar membuat kunci remot. Sehingga, dia tidak ditinggalkan pelanggan lama maupun pelanggan baru.

”Saya juga belajar aplikasi kunci remot. Jadi tetap mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Selama menjadi ahli kunci, diakui Sidik, banyak pengalaman manis dan pahit yang dialaminya. Pernah Sidik dipanggil untuk membuat kunci motor yang hilang. Harga pun sudah disepakati.

Setelah kunci jadi, pemilik motor malah menawar biaya pembuatan kunci. Karena menilai kunci itu bisa dibuat dengan mudah.

 

 

Pernah juga ada orang yang yang minta dibuatkan duplikat kunci motor. Tanpa curiga, Sidik pun membuatkan kunci duplikat motor matik itu.

Tiga hari kemudian, dia baru tahu bahwa orang tersebut bukanlah pemilik motor. Namun, teman dari pemilik motor. Dan dengan kunci duplikat yang sudah dibuatnya, motor itu dibawa kabur.

”Karena itu, jangan mudah percaya saat motor dibawa orang lain. Karena ahli kunci pasti tidak bisa menanyakan motor itu milik sendiri atau bukan. Saya sebagai ahli kunci saat itu tidak curiga sama sekali pada pelanggan yang datang,” ungkapnya.

Dari keahliannya membuka usaha ahli kunci itu, Sidik mendapat pendapatan lumayan besar. Sebelum pandemi Covid-19, dia bisa mendapat Rp 700 ribu sehari saat ramai.

 

 

Saat pandemi Covid-19, pendapatannya menurun. Namun, ada saja yang datang membuat atau menduplikat kunci.

”Alhamdulillah, selama ini tidak pernah dalam sehari tidak ada pelanggan sama sekali. Paling sepi, sehari itu sepuluh orang yang datang,” tuturnya. (hn)

Editor : Ronald Fernando
#Ahli Kunci #tukang kunci