Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kampung Bebek Tawangsari yang Pernah Juara Tingkat Nasional, Punya Produk Telur Asin yang Dikirim ke Hongkong

Rizal Syatori • Jumat, 1 Maret 2024 | 19:10 WIB
PETERNAKAN: Bebek milik salah satu warga di Dusun Tawangsari, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol.
PETERNAKAN: Bebek milik salah satu warga di Dusun Tawangsari, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol.

Bebek adalah unggas yang kerap dikonsumsi banyak orang. Bagi warga Dusun Tawangsari, Desa Kejapanan, bebek menjadi mata pencaharian. Banyak peternak yang merintis mulai tahun 1992 dan sukses sampai sekarang. Dusun ini bahkan disebut kampung bebek.

RIZAL FAHMI SYATORI, Gempol, Radar Bromo

Disebut kampung bebek karena warga sekitar cukup banyak yang beternak bebek. Umumnya peternak memelihara jenis itik petelur. Sebutan ini sudah dikenal sejak 1999.

Makin dikenal setelah kelompok tani unggas Harapan Kita dari dusun ini menjadi juara satu tingkat nasional untuk kelompok tani unggas, di tahun 2005 lalu.

“Betul sekali, di RW 09 Dusun Tawangsari ini dikenal dengan sebutan kampung bebek. Karena banyak warganya yang beternak bebek, dari dulu sudah ada dan bertahan hingga sekarang,” ujar Kasun Tawangsari Umar Faruq.

Budi daya bebek di dusun ini, ia katakan sudah ada dan dirintis sejak tahun 1992 lalu. Saat ituawalnya hanya satu orang. Setelah itu, kemudian berkembang menjadi banyak karena warga tertarik beternak bebek.

PUNYA CIRI KHAS: Telur bebek yang diproduksi warga Dusun Tawangsari.
PUNYA CIRI KHAS: Telur bebek yang diproduksi warga Dusun Tawangsari.

Pada 2005 lalu, bersamaan ikut lomba tingkat nasional. Jumlah warga yang beternak bebek mencapai 30 orang, dengan jumlah populasi bebek itik petelur mencapai 15.000 ekor.

Memanfaatkan lahan pekarangan yang ada, di masing-masing rumah para peternak bebernya di Dusun Tawangsari ini.

“Sekarang yang beternak bebek tinggal 12 orang saja, dengan jumlah populasi bebek petelur mencapai sekitar 4.000 ekor. Berkurang karena keterbatasan lahan, dengan bertambah banyaknya permukiman baru,” tuturnya.

Sebenarnya beternak bebek mudah dan tidak terlalu ribet. Apalagi air dan suhu di Dusun Tawangsari ini cocok untuk beternak bebek.

“Penting telaten juga memperhatikan pakannya. Pakan pakai konsentrat, dedak, bekatul dan nasi aking. Ditambah camilannya kepala udang,” cetus Faruq sapaan akrabnya.

Karena bebek yang diternak jenis petelur, maka setiap hari bebek di masing-masing kandang milik peternak aktif bertelur.

“Tiap seharinya, dari jumlah populasi yang ada. Seharinya untuk telur, rata-rata menghasilkan hingga tiga ribu telur,” jelas Habib Mustofa, 24, salah seorang pemuda dari Dusun Tawangsari, sekaligus beternak bebek.

Telur yang dihasilkan setiap harinya sebanyak itu, dari jumlah populasi yang ada. Rata-rata dijual langsung ke pembeli dengan harga Rp 2.000-2.5000. Kemudian sebagian diolah menjadi telur asin.

Telur asin dari kampung bebek Tawangsari ini, memiliki cita rasa khas tersendiri.

“Warnanya oranye, rasanya kuat ke udang dan masir. Pembuatannya tanpa bahan pengawet, aman dikonsumsi dan mampu bertahan maksimal hingga dua pekan lamanya,” cetus pemuda berkacamata ini.

Untuk produk telur asin dari kampung bebek ini, pemasarannya paling banyak ke sekitaran Pasuruan. Juga ke Sidoarjo dan Surabaya. Bahkan hingga ke Hongkong.

“Kirim ke Hongkong masih tetap sampai sekarang.

Dalam sepekan dua kali, tiap Senin dan Kamis. Tidak terlalu banyak, biasanya 300-400 butir sekali kirim,” ucapnya.

Pemdes Kejapanan bahkan menjadikan dusun ini sebagai wisata edukasi Kampung Bebek. Sasarannya pelajar dan mahasiswa, seringkali menjadi jujukan untuk pelatihan dan studi.

“Selain sebagai wisata edukasi kampung bebek, di dusun ini tahun sekarang akan kami bangun semacam gapura. Menjadi penanda kampung bebek dan dianggarkan dari Dana Desa,” ujar Kades Kejapanan Rendi Saputra. (fun)

Editor : Jawanto Arifin
#bebek #telur asin