Arjun Wijaya Kusuma, 23 kini harus berurusan dengan hukum. Dia ditangkap Polda Jatim, Sabtu lalu di Ambulu, Jember. Gara-gara layangkan ancaman ke Capres Anies Baswedan saat live di TokTok. Kawan-kawannya tak menyangka, cuitan terhadap salah satu calon presiden menjadi sumber masalah.
INNEKE AGUSTIN, Dringu, Radar Bromo
Arjun sehari-harinya tinggal RT 03 RW 02 Desa Ngepoh, Kecamatan Dringu, Kota Probolinggo. Selama ini dia dikenal baik oleh warga sekitar. Sehingga saat ada kabar Arjun diamankan aparat, warga jadi heboh.
Seperti yang dikatakan salah satu tetangganya yang bernama AS, 56. Kata dia, Arjun merupakan pribadi yang tak neko-neko.
Sehari-hari Arjun hanya disibukkan bekerja sebagai pedagang bawang yang kerap ke luar kota.
Sepengetahuan AS, Arjun sangat jauh dari hal-hal berbau politik. Ia tak pernah melihat Arjun berkecimpung di dunia politik.
Sehingga AS berpendapat, mungkin cuitan tersebut hanya merupakan bentuk ekspresi anak muda.
“Namanya juga muda, kondisi perasaannya masih labil. Jadi mungkin terbawa perasaan saja ketika melihat video debat mungkin ya. Saya rasa Arjun tidak benar-benar ingin melakukan hal demikian pada calon presiden tersebut,” katanya.
Hal serupa juga disampaikan oleh MA, seorang yang juga mengenal sosok Arjun. Ia merasa iba atas kondisi Arjun saat ini yang tersandung kasus tersebut. Menurutnya Arjun merupakan seorang pekerja keras.
“Anaknya ulet dan rajin. Saya juga tak percaya, banyak orang yang kaget mendengar berita tersebut. Sebab dia tak pernah berbuat onar di lingkungan dan tak pernah tersandung kasus apapun sebelumnya,” katanya.
Menurut MA, Arjun juga merupakan pribadi yang sangat sayang terhadap adiknya. “Saat adiknya yang masih duduk di bangku SD berangkat mengaji, biaanya diantar dan dijemput Arjun. Dia sangat perhatian pada adiknya,” kata MA.
MA juga sepakat bahwa Arjun tak pernah ikut organisasi politik maupun partai. Sehari-hari hanya membantu ayahnya berdagang bawang.
Meski bukan sebagai tulang punggung keluarga, tapi Arjun turut membantu usaha keluarganya tersebut.
“Kadang katanya kalau ketika bantu ayahnya, dikasih upah. Kisaran Rp 100 ribu, lumayan. Tapi kapan hari pernah cerita kalau ingin mencoba kerja di tempat lain. Ingin beli motor katanya,” terang MA.
Sementara itu, teman sepermainan Arjun, GS, 23, mengatakan Arjun merupakan seorang yang supel dan mudah bergaul. “Dia orang yang komunikasinya bagus. Jadi orang lain ketika berbincang dengannya itu suka merasa nyaman karena mudah nyambung,” katanya.
Tiap malam GS bahkan bermain game online bersama Arjun. Mulai lepas magrib hingga tengah malam. Bahkan tembus subuh sekitar pukul 04.30. Mereka baru berhenti saat Arjun hendak berangkat berjualan bawang. Biasanya pukul 00.00.
“Jadi setelah main itu, langsung berangkat ke luar kota untuk berdagang. Bahkan Arjun tidurnya di mobil. Jadi padat sekali kegiatannya. Sehingga kecil kemungkinan dia berkecimpung di ranah politik sebetulnya,” katanya.
GS dan Arjun telah bersahabat sejak mereka masih balita hingga saat ini. Arjun sejatinya pernah bersekolah hingga kelas 11 di salah satu sekolah kejuruan di Kota Probolinggo. Namun ia memilih berhenti sekolah karena lebih tertarik untuk bekerja.
“Karena kalau bekerja katanya bisa dapat uang. Jadi lebih memilih bekerja saja,” katanya.
Sebelumnya Arjun juga pernah menyukai motor balap. GS mengatakan Arjun sering mengikuti event lomba motor balap.
Tapi semuanya terhenti setelah Arjun memutuskan untuk putus sekolah. “Setelah tak sekolah lagi, hobinya beralih ke main game online dan nonton film seperti One Piece,” katanya.
Ketika bertemu dengan Arjun, tak ada hal-hal berbau politik yang pernah terlontar dari Arjun.
Mereka sebatas bersenda gurau. Membahas strategi permainan game online agar timnya menang, ataupun membahas adegan-adegan pada film One Piece.
“Ketika nongkrong ya langsung main game. Biasanya kami 1 tim itu isi 7 sampai 8 orang untuk main 1 game. Sebatas koordinasi kapan harus menyerang, menggunakan hero yang mana, ya seperti itu saja. Baru ketika kemarin diserang netizen, dia sempat cerita ke saya,” katanya.
GS mengatakan sempat ditelpon oleh Arjun. Ia menceritakan bahwa akunnya diserang netizen akibat celetukannya di Tiktok. Arjun tak tahu harus berbuat apa kala itu. GS pun juga tak bisa berbuat banyak.
“Arjun ngomong, saya hanya bermaksud bertanya. Tak benar-benar ingin melakukan. Apakah pertanyaan saya salah. Begitu kata Arjun saat terakhir kali kami berkomunikasi. Saya sebenarnya juga kasihan ketika Arjun mendapat masalah seperti ini,” katanya.
Dia berharap Arjun bisa segera bebas dan main bersama-sama lagi. “Saya harap calon presiden tersebut dapat memaafkan kekhilafan teman saya tersebut. Saya yakin Arjun tak benar-benar bermaksud demikian. Sangat jauh dari hal itu,” katanya.
Meski begitu, GS mengaku tak dapat berbuat banyak. Ia tak bisa mengungkapkan permintaan maaf atau permohonan tersebut.
“Saya takut ketika berhadapan dengan orang yang mungkin memiliki kuasa tinggi. Saya khawatir disalahkan juga. Tapi itulah harapan saya dan memang begitulah sosok Arjun yang sebenarnya di masyarakat,” katanya. (fun)
Editor : Jawanto Arifin