Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Berawal dari Mimpi, Kapolsek Leces AKP Rini Ifo Nila Krisna Hobi Rawat Kucing Liar Sakit dan Telantar

Arif Mashudi • Jumat, 12 Januari 2024 | 23:32 WIB
KAMAR KHUSUS: Kapolsek Leces AKP Rini Ifo Nila Krisna di kamar kucing, ruang khusus di rumahnya yang dia gunakan untuk memelihara puluhan kucing. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)
KAMAR KHUSUS: Kapolsek Leces AKP Rini Ifo Nila Krisna di kamar kucing, ruang khusus di rumahnya yang dia gunakan untuk memelihara puluhan kucing. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)

Di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai Kapolsek Leces, AKP Rini Ifo Nila Krisna menyempatkan diri memelihara puluhan kucing di rumahnya.

Prosesnya pun tidak biasa. Semua kucing itu adalah kucing yang dipungutnya di jalan dalam kondisi sakit, telantar, hingga cacat.

ARIF MASHUDI, Kanigaran - Radar Bromo

RUMAH sederhana Kapolsek Leces itu berada di Jalan Abdul Aziz, di Kelurahan Kebonsari Kulon, Kanigaran, Kota Probolinggo. Di rumah itu, Nila–panggilannya–memiliki ruangan khusus berukuran 4 x 5 meter untuk memelihara puluhan kucing.

Kamar itu disebutkan rumah kucing. Dilengkapi dengan 6 kandang kucing ukuran besar. Lengkap dengan pasir tempat kucing buang kotoran, tempat makan, dan minum.

Dua lemari juga ada di kamar itu. Tempat Nila menyimpan persediaan makanan untuk semua kucing.

Selain di ruangan itu, empat kandang kucing dia diletakkan di ruang tengah rumahnya. Di dalamnya ada belasan ekor kucing.

Belasan kucing itu adalah kucing-kucing yang belum divaksin. Sehingga, harus dipisah dengan kucing lain yang sudah divaksin.

Ruang tengah itu juga dipakai Nila untuk tempat kucing ‘beradaptasi.’ Kucing-kucing baru dia letakkan di situ sebelum ‘dikenalkan’ dengan kucing yang lain. Di sini juga, dia meletakkan kucing yang sedang proses penyembuhan.

“Ada juga kucing yang saya letakkan di kamar saya, tidur di kasur saya. Biasanya ini kucing yang butuh perhatian lebih dan proses pemulihan sakit. Jadi saya pakaikan pampers, dan tidur di kamar,” ujarnya.

Total ada 35 ekor lebih kucing di rumah Nila. Semuanya dia pungut di pinggir jalan dalam kondisi telantar, sakit atau cacat, dan tak terawat. Bahkan, ada kucing yang kakinya patah.

“Jadi semuanya bukan beli atau minta atau dikasih. Semuanya saya pungut di pinggir jalan,” kata AKP Nila, ditemui saat hendak berangkat dinas pagi.

Menariknya, semua kucing itu memiliki nama. Sehat dan terawat. Sebab, Nila benar-benar menjaga dan merawat puluhan kucing tersebut. Layaknya menjaga dan merawat anak sendiri.

”Semua kucing sudah divaksin dan dicek kesehatannya. Jadi kondisi kucing benar-benar sehat dan terawat. Berbeda dengan saat pertama sampai rumah. Ada yang kurus, kotor, luka di mata, sampai kondisi catat fisik,” ungkap Polwan kelahiran Tulungagung, 14 April 1975 itu.

Nila sendiri sebenarnya tidak pernah memelihara kucing. Bahkan sedari kecil, Nila bukan penyuka kucing. Namun, semuanya berubah sejak tahun 2019.

Saat itu, tiba-tiba dia bermimpi dikelilingi ratusan kucing di suatu tempat. Kucing-kucing itu memiliki warna yang berbeda-beda.

Ada yang digendong, ada juga yang naik ke pundaknya. Saat bangun di pagi hari, Nila mengabaikan saja mimpi itu. Dia beranggapan, mimpinya itu hanya bunga tidur.

Namun, sekitar 2 minggu berikutnya, dia bermimpi hal yang sama. Nila pun jadi bertanya-tanya, kenapa dia memimpikan hal yang sama.

Sejak itu pula, setiap hari Nila sering mendengar suara kucing. Namun saat dicari, kucing itu tidak ditemukan.

Suatu hari saat sedang giat keliling sebagai KBO Reskrim ke Krejengan, Nila melihat anak kucing umur sekitar 2 minggu yang kondisinya sekarat. Sakit dan belekan.

Nila menduga, anak kucing itu sengaja dibuang ke pinggir jalan. Karena itu, dia pun membawanya pulang. Kemudian merawatnya.

KAMAR KHUSUS: Kapolsek Leces AKP Rini Ifo Nila Krisna di kamar kucing, ruang khusus di rumahnya yang dia gunakan untuk memelihara puluhan kucing.
KAMAR KHUSUS: Kapolsek Leces AKP Rini Ifo Nila Krisna di kamar kucing, ruang khusus di rumahnya yang dia gunakan untuk memelihara puluhan kucing.

“Anak kucing itu saya bawa pulang. Lalu saya periksa dan saya pelihara. Sejak saat itu, saya sering membawa pulang kucing telantar, sakit, atau yang luka-luka,” terangnya.

Semua kucing yang dibawa pulang, tentu saja tidak dibiarkan begitu saja. Nila selalu membersihkan tubuhnya, lalu membawanya ke dokter hewan. Di dokter hewan, kucing-kucing itu divaksin dan diberi obat bila sakit.

 “Alhamdulillah, semua kucing sekarang kondisinya sehat di rumah,” ujar mantan Paur Humas Polres Probolinggo tersebut.

Nila juga tidak pernah memilih-milih kucing. Asal sakit dan tak terawat, dia pun membawanya pulang dan memeliharanya.

Beberapa hari lalu misalnya, dia membawa pulang seekor kucing dari Alun-Alun Kota Probolinggo. Saat itu, kondisi kucing lemah, penuh luka, dan banyak bulunya rontok.

”Kucing ini sudah besar dan tua, tapi penuh luka parah. Saya ambil dan saya bawa ke dokter. Sekarang lagi perawatan di rumah,” ujarnya.

Kini, Nilai mengaku paling senang dan kasihan pada kucing. Puluhan kucing di rumahnya benar-benar dijaga dan dirawat.

Bahkan, sempat ada kucing yang harus diopname di klinik hewan Surabaya. Semua itu dijalaninya tanpa paksaan atau bantuan dari orang lain.

Tanpa mengurangi jam kerja atau tugasnya, Nila selalu memperhatikan kesehatan dan makanan semua kucing itu.

Biasanya, Nila bangun tidur pukul 03.00. Setelah menyelesaikan tugas rumah tangga, dia membersihkan semua kandang kucing itu. Mulai membuang kotorannya, mengganti pasir, dan memberi makan dan minum.

Sore hari sepulang kerja, dia melakukan rutinitas yang sama. Sehingga, tidak mengganggu tugasnya sebagai Polwan.

”Syukur Alhamdulillah, ketiga anak saya juga suka merawat kucing itu. Jadi mereka bantu saya memelihara dan menjaga semua kucing itu,” terangnya.

Nila menganggap, apa yang dilakukannya itu sebagai bentuk sedekahnya. Menurutnya, sedekah paling ikhlas pada hewan. Sebab, hewan tidak bisa diminta untuk memberikan timbal balik.

Dia pun merasa, ada sebagian rezeki dari kucing-kucing itu yang dititipkan lewat dirinya.

Sehingga, dia tidak merasa terbebani dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk memelihara, merawat, dan menjaga kucing-kucing tersebut.

”Meski di rumah banyak kucing, saya tetap bawa makanan kucing ke mana-mana. Jadi di mobil saya itu banyak makanan kucing. Kalau ke kantor (polsek) ada kucing sehat, saya kasih makan. Mungkin pas tugas ada kucing, saya kasih makan juga,” terangnya.

Saking sayangnya pada kucing-kucingnya itu, sampai saat ini Nila tidak pernah memberikan pada orang lain.

Ada orang yang pernah meminta, namun dia tidak memberikannya. Bahkan, ada yang hendak membeli, dia juga enggan memberikan.

Nila khawatir, kucing itu tidak akan terawat dengan baik di tempatnya yang baru. Karena itu, dia memilih untuk merawat sendiri kucing-kucing itu. (hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#kucing liar #polsek leces #pelihara kucing