Ajang Asia Open Memory Championship (AOMC) 2023 digelar di Manila, Filipina, akhir Oktober silam. Di ajang kejuaraan daya ingat tingkat asia tersebut, pelajar Indonesia berhasil meraih total 22 medali. Salah satunya diraih Hasna Widyaningrum, pelajar kelas XII MIPA 3 SMAN 1 Pandaan.
RIZAL FAHMI SYATORI, Pandaan, Radar Bromo
Irit bicara dan dikenal pendiam. Itulah yang dikenal teman sebaya Hasna Widyaningrum, terhadap gadis 17 tahun ini.
Dia pun masih terlihat malu-malu ketika ditemui Jawa Pos Radar Bromo di ruangan kepala SMAN 1 Pandaan Kamis (14/12) pagi.
Gadis berjilbab dan berkacamata asal Dusun Gelang, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan ini, terlihat senang. Apalagi anak ketiga dari tiga bersaudara dari pasutri Purwanto dan Merry Kristiana, disebut pelajar berprestasi di SMAN 1 Pandaan.
Belum lama ini, dia meraih satu gelar grandmaster dan satu medali emas di ajang kompetisi AOMC 2023. “Di Filipina kemarin, merupakan kompetisi internasional memory sport pertama kalinya saya ikuti. Alhamdulillah dapat medali emas dan gelar grandmaster,” ucapnya sambil tersenyum.
Di AOMC 2023, kompetisi diikuti 76 orang dari enam negara. Diantaranya Filipina, Indonesia, Jepang, Australia, Mongolia dan China.
Ia merupakan wakil peserta dari Indonesia satu-satunya berasal dari Jawa Timur dan Kabupaten Pasuruan.
Di Manila, dia tidak sendirian. Namun, tergabung dalam Tim Memory Indonesia dengan total berjumlah sebanyak 25 peserta. “Saat perlombaan, saya turun di kategori junior. Satu medali emasnya saya raih dari disiplin name & faces,” bebernya.
Selama dua hari kompetisi, masing-masing peserta mengikuti 10 bidang perlombaan yang dilombakan di AOMC 2023. Adapun 10 bidang yang dimaksud, antara lain 15 min name & faces, 30 min numbers, historic dates, 15 min random words, 30 min cards, speed numbers. Kemudian random images, 30 min binary numbers, spoken numbers dan speed cards.
“Sepuluh bidang saya ikuti, juga berhasil meraih satu gelas grandmaster. Karena telah memenuhi sejumlah kriteria. Di antaranya total poin minimal 4.000, speed card dibawah satu menit, random card minimal delapan detik, dan lain-lain,” ungkapnya.
Khusus untuk disiplin name dan faces, dia meraih medali emas. Dalam waktu 15 menit, ada 10 halaman dan yang tiap halamannya ada sembilan wajah orang diberi nama samaran atau fiktif. Selesai dibaca dan dihafal dalam waktu 15 menit, kemudian diujikan. Tiap halaman diacak dan waktunya hanya 30 menit.
“Selain halaman diacak. Tiap-tiap foto orang, kami tinggal mengisi kolom nama-namanya yang dikosongkan. Tentunya harus benar. Hingga selesai dapat poin 126 dan akhirnya meraih medali emas,” beber alumni SMPN 2 Pandaan ini.
Kompetisi memory sport, sejauh ini memang belum banyak dikenal. Baik bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum. Kompetisi ini hanya ada di tingkat nasional. “Di tingkat provinsi dan daerah (kabupaten dan kota) belum ada,” imbuhnya.
Hasna aktif mengikuti kompetisi ini sejak 2019 lalu. “Saat itu dia masih kelas VIII SMP. ‘Semuanya tingkat nasional. Pernah di Bali dan Bandung, sisanya online. Alhamdulillah sering dapat juara,” tuturnya.
Bakat dan kemampuannya dalam memory sport, ia katakana, yang tahu adalah sang ayah. Berkat ayahnya-lah yang mengarahkan dan membimbingnya. Termasuk mendaftarkannya untuk ikut kompetisi memory sport.
“Ayah yang tahu saya memiliki bakat hafalan yang kuat. Tepatnya pada awal SMP. Saya manut atas saran dan arahan orang tua saja. Akhirnya aktif mengeluti dan sekaligus mengikuti kompetisinya,” kata Hasna sapaan akrabnya.
Saat mengikuti AOMC 2023 di Manila, Husna tak banyak memiliki persiapan. Untungnya dia berlatih rutin dalam sebulan terakhir. Sebelum lomba dan mendaftar, dia rajin mencari materi bahan latihannya.
“Kuncinya harus aktif berlatih, rajin membaca, teliti, memiliki kemampuan daya ingat dan hafalan yang kuat. Itu saja,” cetus penyuka pelajaran matematika ini.
Prestasi Hasna lainnya, dia pernah meraih juara IV Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2022 dan juara I OSN 2023 bidang TIK tingkat Kabupaten Pasuruan. “Nanti, setelah lulus SMA. Saya ingin kuliah di ITS, ambil jurusan teknik informatika,” bebernya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Pandaan Ariadi Nur Awalukianto menyebut Hasna sebagai pelajar berprestasi di sekolah. “Di MIPA, kelas pararel nilai rapot rata-ratanya masuk 10 besar selama ini. Anaknya pintar, juga berprestasi. Selain di TIK dan Matematika, juga jago di memory sport. Prestasi yang membanggakan bagi sekolah,” tuturnya. (fun)
Editor : Ronald Fernando