Setahun sudah Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, menerapkan Gerakan Pungut Sampah (Garpu Sampah). Melalui Garpu Sampah itu, Desa Randuputih berhasil mengurangi sampah lingkungan, Terutama sampah di sungai hingga laut.
ARIF MASHUDI, Dringu, Radar Bromo
Minggu (17/12) pagi di TPI Desa Randuputih, tampak tak seperti biasanya. Ratusan warga menyebar di tepi pantai TPI Randuputih.
Mereka bersih-bersih sampah yang ada di kawasan TPI, terutama tepi pantainya.
Mereka yang ikut bersih-bersih ini tidak hanya dari warga sekitar. Tetapi, unsur pemerintah desa (pemdes), lembaga di bawah desa, tiga pilar, organisasi desa, hingga organisasi kecamatan.
Bahkan, untuk memaksimalkan kegiatan itu, Pemdes Randuputih berkoordinasi dengan Pemkab Probolinggo.
Desa meminta bantuan ke DLH berupa truk sampah. Juga minta bantuan alat berat backhoe ke Dinas PUPR.
Alat-alat itu digunakan untuk memudahkan warga membersihkan sampah. Terutama sampah yang sulit dibersihkan.
Misalnya, tumpukan jaring dan ikat tali perahu ukuran besar yang sudah tertimbun pasir pantai. Sampah seperti ini sulit diberihkan. Sehingga, perlu menggunakan backhoe.
”Kami minta bantuan DLH dan Dinas PUPR. Alhamdulillah, dua truk sampah dan alat berat sampai ke lokasi untuk maksimalkan Gerakan Pungut Sampah atau Garpu Sampah. Ini Garpu Sampah Desa Randuputih ke-12,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Randuputih Satimin saat ditemui di sela-sela gotong royong Garpu Sampah.
Pj Kades Randuputih Mistaful Hudan menambahkan, gotong royong Garpu Sampah ini sudah yang ke-12. Setiap bulan, Garpu Sampah diadakan di Desa Randuputih. Kebetulan, lokasi Garpu Sampah ke-12 berada di TPI Randuputih.
”Biasanya, di Minggu pertama tiap bulan, kami adakan Garpu Sampah ini. Program Garpu Sampah ini sudah berjalan setahun dan sekarang genap ke-12,” ujarnya.
Garpu Sampah, diceritakan Pj Kades, dilakukan berawal dari kegelisahan serta keresahan warga dan pemdes.
Mereka resah karena sampah dibuang ke sungai dan mengalir ke laut. Sehingga, laut kotor.
Akhirnya, pemdes pun mengadakan program Keliling Desa Menyapa Masyarakat (Linsa Mawar).
Dari situ, pemdes bersama seluruh anggota kelembagaan desa datang ke dusun-dusun mengajak masyarakat untuk gotong royong.
Saat itu, warga diminta untuk bersih-bersih lingkungannya masing-masing. Terutama membersihkan sampah yang ditumpuk di depan rumah di tepi jalan.
Pada kegiatan ini, Pemdes membantu mengeluarkan kendaraan roda tiga. Dengan kendaraan ini, sampah-sampah diangkut.
Dari situ, giat Linsa Mawar berkembang menjadi Garpu Sampah.
”Beberapa bulan awalnya program sampah Linsa Mawar. Kami ke dusun-dusun untuk bersih-bersih sampah. Sekaligus, mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.
Tidak berhenti di situ. Pemdes meletakan tong sampah di 240 titik. Semuanya diletakkan di depan rumah warga.
Di satu titik, ada dua tong sampah. Tiap dua KK (kepala keluarga) ada tong sampahnya.
Dengan swadaya masyarakat iuran Rp 10 ribu setiap bulan, sampah-sampah di tong tersebut diangkut oleh petugas sampah menggunakan kendaraan roda tiga. Program itu ternyata sangat dirasakan manfaatnya oleh warga.
Sebab, warga tidak bingung membuang sampah. Karena sampah tinggal dibuang di tong sampah.
Lalu, tiap harinya sampah di tong itu diangkut oleh petugas sampah.
”Swadaya masyarakat itu digunakan untuk gaji petugas angkut sampah, biaya operasional kendaraan roda tiga, dan lainnya. Sehingga, masyarakat tidak lagi kesulitan harus membuang sampah harian atau sampah rumah tangga,” ungkapnya.
Beberapa bulan kemudian, hasil program itu sudah terlihat. Jumlah sampah terkurangi.
Terbukti, di sungai-sungai yang mengalir ke laut tidak lagi ada sampah. Kalaupun ada, hanya sedikit.
”Alhamdulillah, warga pun menyampaikan ke kami merasakan hasil positif program Garpu Sampah. Adanya tong sampah sangat mengurangi sampah di sungai,” ujarnya.
Pj Kades mengungkapkan, giat Garpu Sampah akan terus menjadi program desa. Termasuk tahun 2024, tetap akan diadakan giat Garpu Sampah untuk mengingatkan, mengajak, dan menyadarkan masyarakat peduli jaga kebersihan.
Seperti Minggu pagi (17/12), giat Garpu Sampah ditempatkan di TPI Randuputih. Bulan depan akan ditentukan titik objek yang perlu jadi target Garpu Sampah.
”Kawasan penjemuran di TPI ini sudah lumayan bersih. Tapi, di tepi pantai TPI ini, banyak tumpukan sampah yang terbawa oleh air laut. Ternyata, sampah-sampah itu mulai menumpuk dan harus dibersihkan,” terangnya.
Davit, salah satu warga yang ikut Garpu Sampah mengatakan, giat Garpu Sampah yang berjalan setahun ini sangat dirasakan masyarakat.
Jumlah sampah berkurang. Lalu dengan giat Garpu Sampah, bisa menyambung silaturahim.
”Warga sekarang tidak lagi bingung buang sampah. Karena di depan rumah sudah ada tong sampah. Terus sampah-sampah itu diangkut tiap hari oleh petugas, jadi tidak sampai numpuk dan bau,” ungkapnya. (*)
Editor : Ronald Fernando