Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Wiwin Dwi Jayanti, Guru Biologi SMA Baithani Tutur Peraih Juara Sains Merdeka 2023

Iwan Andrik • Senin, 11 Desember 2023 | 15:15 WIB
GURU BIOLOGI: Wiwin saat presentasi di ajang kompetisi Sains Merdeka Indonesia 2023.
GURU BIOLOGI: Wiwin saat presentasi di ajang kompetisi Sains Merdeka Indonesia 2023.

Prestasi membanggakan diraih Wiwin Dwi Jayanti, 27, dalam ajang Sains Merdeka Indonesia 2023. Guru Biologi di SMA Baithani Tutur yang juga Dosen Teknik Kimia di Universitas Insan Budi Utomo itu berhasil meraih juara pertama. Padahal, ia tak memiliki banyak kesiapan. Bahkan, sempat terlambat saat ikut ujian.

 

IWAN ANDRIK, Pasuruan, Radar Bromo

 

SENANG! Begitulah jawaban Wiwin Dwi Jayanti saat ditanya perasaannya bisa meraih juara dalam ajang kompetisi Sains Merdeka Indonesia 2023.

Tak tanggung-tanggung, ia menyabet juara pertama dalam ajang kompetisi yang digelar oleh National Science and Social Competition (NSSC) Divya Cahaya Prestasi. Ratusan guru se-Indonesia pun disisihkannya.

"Alhamdulillah, pastinya senang. Saya tidak pernah menyangka bisa menjadi juara," kata Wiwin melalui pesan WA.

Guru berparas ayu yang mengajar di SMA Baithani Tutur itu mengaku tak menyangka bisa meraih juara pertama.

Maklum, ada ratusan guru yang bersaing dalam ajang itu. Apalagi, ia tidak memiliki kesiapan yang matang untuk mengikuti kompetisi.

"Persiapan lebih tidak ada. Berjalan seperti biasa," imbuh perempuan yang juga berprofesi sebagai dosen ini.

 

 

Wiwin mengaku, memperoleh informasi kompetisi Sains Merdeka Indonesia 2023 tersebut pada 10 Agustus 2023.

Informasi itu diperolehnya dari teman kuliahnya dulu. Karena penasaran, ia pun langsung mendaftar.

"Saya dapat informasi dari teman S-1 saya dulu. Lalu saya langsung mendaftarkan diri," jelas putri dari pasangan Kasyan dan Siti Maryam ini.

Namun, tak ada persiapan khusus yang dilakukannya setelah mendaftar. Seperti biasa, dia mengajar di sekolah dan kampusnya. Ketika ada waktu luang, ia pun menyempatkan untuk baca-baca.

Hingga hari H pada 28 Agustus, dia pun mengikuti lomba. Lomba yang digelar dengan mengisi soal-soal itu, menjadi pengalaman tak terlupakan baginya.

Betapa tidak, ia sempat terlambat mengikuti ujian. Olimpiade tersebut digelar pukul 16.00. Sementara, dia baru pulang mengajar pada pukul 16.00.

PENUH PERJUANGAN: Selama mengikuti lomba, tak banyak persiapan yang dilakukan Wiwin. Bahkan dia mengerjakan soal sempat telat 15 menit
PENUH PERJUANGAN: Selama mengikuti lomba, tak banyak persiapan yang dilakukan Wiwin. Bahkan dia mengerjakan soal sempat telat 15 menit

Wiwin pun terlambat sekitar 15 menit. Keterlambatan itu membuat hatinya kacau. Akibatnya, dia menjawab soal dengan tergesa-gesa.

"Lombanya secara online. Karena terlambat, jadinya tergesa-gesa menjawab soal. Mengejar waktu,” ujar perempuan yang tinggal di Dawuhan Sengon, Kecamatan Purwodadi, tersebut.

Semua pertanyaan pun diselesaikannya. Dua tahapan lomba dilaluinya. Dari babak penyisihan hingga masuk final pada 31 Agustus 2023.

 

 

Setelah mengikuti olimpiade itu, ia pun tak terlalu memikirkan hasilnya. Karena juga tak terlalu berharap menjadi juara.

Hingga pengumuman di bulan September 2023 tiba. Ternyata, namanya masuk dalam daftar juara. Bahkan, ia menjadi juara pertama.

Wiwin pun kaget, namun sangat bahagia. Karena baru pertama ikut olimpiade kimia jenjang guru dan langsung mendapatkan juara. Apalagi, tidak punya persiapan belajar yang maksimal.

"Rasa tidak percaya diri memang sempat ada. Karena itu, saya tak menyangka bisa mendapatkan prestasi ini," aku perempuan kelahiran Pasuruan 18 Agustus 1996 tersebut.

Memang, untuk kompetisi guru ia baru pertama kali ikut. Namun, saat masih SMA kelas dua, ia pernah ikut Olimpiade Sains Nasional bidang kimia. Saat itu, ia berhasil menyabet juara 3.

"Dulu waktu sekolah, memang pernah ikut Olimpiade Sains Nasional. Tapi, baru bisa meraih juara ketiga," kisahnya. (hn)

Editor : Ronald Fernando
#Sains Merdeka 2023 #SMA Baithani Tutur