Skuadra Persekap yang akan mengarungi kompetisi Liga 3 musim ini resmi terbentuk. Salah satu punggawanya adalah seorang prajurit tentara. Dia adalah Prada Farhan Dimas.
MUHAMAD BUSTHOMI, Pasuruan, Radar Bromo
KEGANDRUNGAN Farhan Dimas akan olahraga paling populer di dunia itu tumbuh sejak masih duduk di bangku SD. Tak jauh berbeda dengan anak-anak sebayanya, sepak bola memang menjadi salah satu olahraga permainan yang paling menyenangkan.
Tetapi bagi Farhan, sepak bola juga bukan sekadar permainan mencari senang. Buktinya, dia sempat mengikuti sekolah sepak bola.
Di kampung halamannya di Bengkulu Utara, dia juga aktif berlatih ketika bergabung sekolah sepak bola (Ssb). Namanya Arma FC.
Ia juga dikirim dalam ajang Porprov Bengkulu 2019 silam. Nama Farhan masuk dalam tim sepak bola mewakili Kabupaten Bengkulu Utara.
Namun selama ini, kemampuannya dalam sepak bola nyaris tak disalurkan ke jenjang karir. ”Kebanyakan bermain di liga antar kampung (tarkam). Kalau untuk prestasi, hanya ikut Porprov itu saja,” ungkap Farhan.
Farhan memang unya impian menjadi pemain profesional. Tapi cita-citanya yang utama, Farhan memang bisa masuk ke dalam barisan pertahanan negara.
Menjadi seorang tentara sudah menjadi dambaan Farhan sejak lama. Karena itu, selepas menyelesaikan pendidikan SMA, dia langsung mendaftar sebagai prajurit TNI.
Ia menempuh pendidikan hingga November 2021. Lantas ditempatkan di Bataliyon Zeni Tempur 10/JP/2 Kostrad setelah pelantikan April 2022 lalu. Bagi Farhan, jauh dari orang tua sudah konsekuensi ketika memilih jalan hidup sebagai abdi negara.
Memulai karir sebagai prajurit TNI di Kota Pasuruan, juga memberikan pengalaman yang baru di hidupnya. Tetapi beruntung dia bisa mudah beradaptasi. Terlebih di kesatuannya itu juga ada tim sepak bola yang cukup aktif.
”Latihannya malah lebih rutin, pagi sore,” ungkap dia.
Farhan juga tergabung dalam Biver FC, tim sepak bola bentukan Yon Zipur 10. Hampir setiap hari, mereka latihan. Terutama jika akan menghadapi kejuaraan antar satuan.
Misalnya saja, kejuaraan antar satuan di jajaran Divisi 2 Kostrad belum lama ini. Biver FC berhasil menempati juara satu.
Aktivitasnya dalam tim sepak bola bentukan kesatuannya itu juga yang kemudian membuka jalan Farhan mengikuti seleksi Persekap. Farhan sendiri selama ini belum begitu mengenal tim-tim sepak bola di Pasuruan.
Namun ada salah satu seniornya, yakni Serda Yuslan Lakoda yang merekomendasikannya untuk mengikuti seleksi Persekap. Tim berjuluk Laskar Suropati ini, sekarang dibelanya dan Farhan siap untuk mengarungi kmpetisi Liga 3.
”Alhamdulillah begitu ikut seleksi, lolos. Kebetulan dari segi usia juga masih memenuhi,” kata pria kelahiran 2002 tersebut.
Kendati dia mengakui dari skill bermain, tampaknya ia harus banyak berlatih. Wajar saja, karena sebagai prajurit militer, selama ini dirinya memang lebih concern melatih fisik.
”Sedangkan kalau skill mungkin masih lebih unggul teman-teman,” kata pemain yang menempati pos gelandang itu.
Meski baru beberapa kali mengikuti agenda latihan, Farhan mengaku cukup nyaman dengan para pemain Persekap. Mereka juga bisa saling mengisi dan melengkapi hingga formasi tim terbentuk.
Farhan sendiri mendapat dukungan penuh dari komandannya dan orang tuanya ketika mencoba debutnya sebagai pemain sepak bola. ”Yang jelas harapan saya besar semoga Persekap mendapatkan hasil memuaskan selama kompetisi ini nanti bergulir,” bebernya.
Farhan juga mudah adaptasi dengan teman-teman satu timnya. Ini terlihat saat skuadra Persekap, berlatih di stadion Untung Suropati, Senin (27/11) pagi.
Beberapa kali dia mengejar bola, menuruti Suhaemi, pelatih Persekap. Dia juga bersemangat meski matahari begitu terasa teriknya. Selesai berlatih, diapun bersiap untuk kembali ke markas Tonzipr 10, hanya hanya berjarak sekitar 5 menit dari stadion Unsur. (fun)
Editor : Ronald Fernando