Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cerita Pelukis Wayang di Media Kelapa Gading saat Tradisi Mitoni

Achmad Arianto • Selasa, 14 November 2023 | 22:15 WIB
TELATEN: Muhammad Hafidul Kamil kerap mendapatkan pesanan melukis kelapa gading untuk acara mitoni.
TELATEN: Muhammad Hafidul Kamil kerap mendapatkan pesanan melukis kelapa gading untuk acara mitoni.

Masyarakat tentu sudah tidak asing dengan gambar wayang di kelapa gading yang digunakan untuk tradisi mitoni atau upacara tujuh bulanan kehamilan. Tak banyak seniman yang fokus menggeluti gambar di media kelapa tersebut. Dari yang sedikit itu, ada Muhammad Hafidul Kamil.

ACHMAD ARIANTO, Wonomerto, Radar Bromo

Hari masih pagi. Hafid (sapaan akrab Muhammad Hafidul Kamil) tengah sibuk menata delapan butir kelapa gading di rumahnya di Dusun Gedangan, Desa Sumberkare, Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Kelapa tersebut ditatanya berpasangan.

Sambil mengelap permukaan kelapa agar bersih, perlahan dia membuat sketsa tokoh wayang.

Satu butir kelapa bersketsa Arjuna dan satunya lagi bersketsa Srikandi. Inilah aktivitas Hafid saat melayani pesanan gambar wayang di kelapa gading yang digunakan untuk tradisi mitoni.

Pria berusia 29 tahun ini mulai menggeluti lukis kelapa gading sejak tahun 2020. Memiliki hobi menggambar membuat dirinya tertantang untuk membuat lukisan wayang dengan media berbentuk bulat tersebut.

Bukan perkara yang mudah. Sebab, biasanya media yang digunakannya datar. Karena itu, dirinya harus lebih berhati-hati agar gambar yang dihasilkan sesuai dengan sketsa serta enak dilihat.

“Awal melukis kelapa gading saat istri hamil 7 bulan. Karena sudah biasa menggambar di media datar, saya tertantang untuk membuat lukisan tersebut. Dan hasilnya saya gunakan sendiri,” katanya mengawali cerita.

Dua kelapa gading ini dibuat dengan dua sketsa bergambar tokoh pewayangan yang berpasangan. Ada Rama dan Sinta atau Arjuna dan Srikandi.

Tokoh pewayangan tersebut sebagai simbol harapan dari keluarga agar proses persalinan berjalan lancar. Selain itu, anak yang lahir agar sehat, sempurna, tanpa kekurangan suatu apapun.

Dengan kata lain, kelapa gading ini dimaknai seperti sebuah janin yang sedang di kandung. Itulah mengapa kelapa gading kerap diberi gambar tokoh pewayangan.

“Kalau saya biasanya membuat tokoh Arjuna dan Srikandi. Ini sebagai harapan dari keluarga sang calon bayi yang lahir agar janin lahir sehat dan sempurna. Jika laki-laki bisa tampan dan gagah seperti Arjuna. Sementara jika perempuan bisa secantik Srikandi,” ujarnya.

Membuat lukisan kelapa gading tidak semudah yang dibayangkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Seperti, memilih ukuran kelapa yang akan digunakan sebagai medianya.

Hafid biasanya mencari dan membelinya langsung pada warga yang menanam kelapa tersebut.

Sebelum dipetik dari pohon, dia melihat dan mengukur luas permukaan kelapa. Sebab, kelapa gading yang baik untuk dilukis harus memiliki permukaan berukuran sejengkal.

Setelah mendapatkan ukuran kelapa yang tepat, baru Hafid membuat sketsa tokoh wayang. Mulanya sketsa dibuat menggunakan sebuah pena yang memiliki mata runcing dengan tinta cair. Tujuannya agar guratan dari pena menyerap pada permukaan kelapa.

Selanjutnya, sketsa yang sudah selesai diukir menggunakan paku yang ujungnya sudah diasah. Tujuannya agar lebih mudah menggores permukaan kelapa.

Saat menggores permukaan tersebut harus dilakukan dengan berhati-hati. Setiap goresan dilakukan secara perlahan mengikuti sketsa yang sudah dibuat.

Sebab, permukaan yang tidak datar sering membuat goresan meleset. Sehingga perlu dilakukan dengan sabar dan teliti.

“Menggores sketsa pada kelapa sama seperti mengukir. Pada tahapan ini harus sangat berhati-hati. Permukaan kelapa harus bersih. Tidak boleh kasar. Jadi saat diukir lebih enak,” tandasnya.

Hafid menjelaskan, lukis kelapa gading merupakan salah satu upaya menjaga tradisi mitoni yang sudah dilakukan secara turun temurun.

Sementara saat ini pelukis kelapa ini tinggal sedikit. Tidak seperti pelukis dengan media lain yang memang bertujuan untuk komersil.

Oleh karena itulah, hanya ada beberapa saja yang memang fokus untuk menggeluti lukis kelapa gading ini. Namun, ada juga pelukis yang memang fokus membuat kelapa gading. Dengan membuka jasa pembuatan lukisan tersebut bekerja sama dengan MUA yang juga melayani tradisi mitoni.

Dengan demikian, setiap mendapatkan job mitoni, klien akan mendapatkan jasa layanan lengkap. Mulai make up, busana, dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan. Termasuk kelapa gading.

“Lukis kelapa gading bisa menjadi salah satu profesi karena ada kerja sama. Biasanya kerja sama dengan MUA atau persewaan pernak-pernik perkawinan. Kalau saya hanya buat lukisan kelapa gading saat ada orang yang membutuhkan,” tuturnya. (hn)

Editor : Jawanto Arifin
#mitoni #lukis kelapa gading #kelapa gading