Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cerita Sukses 2 Pelajar MAN 1 Pasuruan Jadi Juara di 2 Kejuaraan Robotik Internasional di Malaysia

Iwan Andrik • Kamis, 9 November 2023 | 16:45 WIB
MEMBANGGAKAN: Pelajar MAN 1 Pasuruan M. Nasirudin dan Fachri Insan Hidayatulloh usai menghadap Pj Bupati Pasuruan Andriyanto (tiga dari kiri) bersama pihak sekolah.
MEMBANGGAKAN: Pelajar MAN 1 Pasuruan M. Nasirudin dan Fachri Insan Hidayatulloh usai menghadap Pj Bupati Pasuruan Andriyanto (tiga dari kiri) bersama pihak sekolah.

Dua Pelajar MAN 1 Pasuruan di Beji, M. Nasirudin, 17 dan Fachri Insan Hidayatulloh, 15, berhasil menyabet prestasi membanggakan. Mereka berhasil meraih dua medali emas sekaligus untuk kategori berbeda. Raihan itu tak mereka sangka sebelumnya, lantaran banyaknya rintangan selama kejuaraan.

IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo

Medali emas itu tergenggam erat di tangan M. Nasirudin dan Fachri Insan Hidayatulloh. Sambil memangku piagam penghargaan, mereka duduk di sofa.

Wajah bahagia tersirat dari keduanya. Sambil mengumbar senyuman, mereka pun mulai bercerita perjuangan mendapatkan medali dan penghargaan yang mereka terima.

"Penghargaan ini merupakan hal yang luar biasa bagi saya. Baru berkontestasi, tapi bisa menyumbang medali emas ini," kata M. Nasirudin, saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di Gedung Putih, Kompleks Perkantoran Pemkab Pasuruan di Raci, Kecamatan Bangil.

Remaja 17 tahun itu mengaku bahagia bisa mendapatkan medali emas untuk kategori Libe Tracer Open dalam ajang International Robotic Training and Competition (IRTC) bertajuk Word Robotic For Peace 2023 di Johor Bahru, Malaysia.

Selain itu, ia juga berhasil menyabet peringkat kedua dalam ajang Petrosains RBTX Challenge 2023 yang juga digelar di Malaysia.

Ia tidak sendirian. Adik kelasnya, Fachri Insan Hidayatulloh, 15, juga mendapatkan emas untuk kategori Line Tracer Close dalam event yang sama di IRTC. Serta, juara tiga untuk event Petrosains RBTX Challenge 2023.

Nasirudin mengaku, prestasi itu diraihnya dengan susah payah. Ia harus menginap di sekolah untuk membuat robot yang diprogram bisa melaju dengan cepat di lintasan.

Persiapannya sebulan. Kompetisi itu sendiri berlangsung pada 23-24 Oktober 2023.

"Saya melakukan persiapan demi persiapan ketika ditunjuk mewakili sekolah. H-1 bulan sebelum kompetisi berlangsung, sudah dilakukan persiapan," kata Nasirudin.

Remaja kelas XII MIA ini membuat robot beserta pemrogramannya untuk melaju cepat di lintasan. Ia harus bekerja keras. Karena tak jarang robotnya keluar jalur saat uji coba.

"Saya latihan setelah isya. Latihannya di sekolah sampai larut malam. Tak jarang, saya harus menginap di madrasah," akunya.

Berhari-hari lamanya hal itu dilakukan. Hingga hari H tiba. Ia pun terbang ke Malaysia untuk mengikuti lomba.

Di Malaysia, masalah belum selesai. Tiba-tiba dia terserang diare gara-gara salah makan. Untungnya, hal itu tak lama. Ketika lomba, sakit perut tak lagi dirasakannya.

Saat lomba itu berlangsung, ia pun deg-degan. Maklum, ada puluhan kontestan lain yang ikut lomba.

Mereka dari Malaysia dan Indonesia. Tak hanya tingkat Madrasah Aliyah atau SMA. Tapi juga ada yang mahasiswa.

Sempat ada masalah saat lomba dilangsungkan. Robotnya keluar jalur. Ia pun harus mengulang. Semula, ia berpikir tak akan jadi juara.

Namun, ternyata, robotnya tetap yang tercepat dari peserta lainnya. Ia pun akhirnya bisa memenangi kejuaraan tersebut.

"Ada kendala karena robotnya keluar jalur. Saat itu, saya berpikir sulit untuk bisa juara. Ternyata, masih bisa menjadi yang tercepat. Saya senang bisa memenangi lomba," ungkap dia.

Fachri memiliki kisah yang tidak jauh berbeda. Pelajar 15 tahun yang tinggal di Perum TPI Pagak, Kecamatan Beji, ini mengaku gugup saat lomba.

Maklum saja, itu merupakan kejuaraan pertama yang diikutinya. "Ada puluhan peserta. Saya sempat grogi juga," kenang pelajar kelas X ini.

Untungnya, ia akhirnya bisa tenang. Bahkan, robot race miliknya mampu mengalahkan skor peserta lainnya. Dua kali race, dua kali itu pula robotnya menjadi yang tercepat.

"Alhamdulillah, saya juga bisa mendapatkan emas untuk kategori tracer close tingkat SMA," bebernya.

Kemenangan itu, bukan menjadi hal final. Karena tanggal 26-27 Oktober, ia dan Nasirudin kembali mengikuti kejuaraan. Kali ini event Petrosains RBTX Challenge 2023 di Malaysia.

Saat itulah, kemampuannya benar-benar diuji. Betapa tidak, robotnya sempat eror. Hingga ia kehilangan banyak waktu.

Namun, ia masih bersyukur. Sebab, bisa menyabet juara ketiga dalam ajang tersebut. Setingkat di bawah Nasirudin yang meraih juara kedua.

"Kalau untuk Petrosains RBTX Challenge memang lebih menegangkan. Karena pesertanya lebih banyak. Tidak hanya dari Malaysia atau Indonesia. Tetapi, juga dari Singapura, Thailand, dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya," tandasnya.

Kepala MAN 1 Pasuruan Nasrudin memandang prestasi yang didapati dua anak didiknya itu menjadi bukti bahwa madrasah mampu bersaing di tingkat dunia.

Prestasi itu bahkan bukan kali pertama. Karena sudah sederet penghargaan tingkat dunia diraih oleh pelajar MAN 1 Pasuruan.

"Kami membawa nama Kabupaten Pasuruan. Prestasi ini tentu bisa membawa nama baik Kabupaten Pasuruan di kancah dunia," ulasnya. (hn)

Editor : Jawanto Arifin
#lomba internasional #man 1 pasuruan #kejuaraan robotik #robotik