Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cerita Penjual Kaset CD dan DVD di Kota Probolinggo yang Bertahan di Era Digital

Inneke Agustin • Kamis, 26 Oktober 2023 | 20:45 WIB
BERTAHAN: Ragam Kaset CD yang dijual Rofi, 42, di Jalan dr Sutomo Kota Probolinggo. Dia punya pelanggan setia kaset CD.
BERTAHAN: Ragam Kaset CD yang dijual Rofi, 42, di Jalan dr Sutomo Kota Probolinggo. Dia punya pelanggan setia kaset CD.

Kemajuan teknologi digital yang terjadi saat ini mempermudah orang mengakses beragam hiburan. Hampir semua hiburan bisa didapat melalui media digital yang nyaris tanpa fisik. Meski demikian, masih ada segelintir orang yang berusaha bertahan di Kota Probolinggo. Menjual CD (compact disc) sebagai kaset yang berisi hiburan.

INNEKE AGUSTIN, Kanigaran, Radar Bromo

Kaset CD dan DVD (Digital Video Disc) pernah sangat populer di masanya. Benda ini sangat masyhur pada dekade 90-an. Tak seperti zaman milenial yang mengandalkan dunia digital, di era 90-an segalanya perlu media fisik. Termasuk CD dan DVD untuk menyetel musik dan film.

Kini, eksistensi CD dan DVD terus meredup. Seiring dengan teknologi digital yang terus berkembang. Namun, itu tak membuat sejumlah orang berhenti berjualan CD di Kota Probolinggo.

Salah satunya, Abi Noval, 44. Hingga kini, dia bertahan berjualan CD. Tentu saja, usahanya itu terdampak teknologi digital. Penjualannya terus tergerus dan berkurang. Bahkan, turun drastis.

“Dulu saat awal-awal buka sebelum tahun 2010, pendapatan per hari bisa sampai Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta. Setara dengan 75 hingga 100 keping CD. Dalam hitungan jam saja habis. Dak sampai sehari,” kata pria yang telah 30 tahun berjualan kaset itu.

Menurut Abi, keberadaan smart TV semakin memperparah dampaknya. Penjualannya terus terpuruk. Namun, Abi memiliki pelanggan yang setia.

“Biasanya orang-orang yang punya mobil kuno jadi pelanggan saya. Karena di mobil itu biasa ada CD player. Mereka ini yang pakai CD. Makanya sekarang ini saya perbanyak stok khusus MP3. Ya karena pemilik mobil kuno masih banyak yang berminat,” kata warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, ini.

Ada juga Rofi, 42. Dia berteguh hati melanjutkan bisnisnya menjual kaset CD dan DVD. Warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, ini enggan mengubah arah usaha yang telah ditekuninnya sejak tahun 2006. Menurutnya, tidak ada alasan yang kuat untuk menyerah. Meskipun pembeli tak sebanyak dulu.

“Tak gentar. Tiap hari saya tetap buka. Mulai jam sembilan pagi sampai sembilan malam. Kecuali hari Minggu dan libur nasional, saya libur. Sudah mirip PNS begitu jam kerja saya,” katanya bercanda.

Rofi bercerita, perjalanan usahanya tidaklah sederhana dan penuh tantangan. Ia merasakan fluktuasi penjualan CD setiap tahunnya. Perkembangan teknologi digital menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi situasi ini.

Misalnya untuk menikmati musik dan menonton film, saat ini dapat diakses dengan mudah melalui gawai. Hal ini diperparah dengan populernya penggunaan aplikasi pemutar video yang disediakan secara gratis. Terang saja, ini menjadikan para pembeli cenderung beralih ke opsi tersebut.

Lalu, saat pandemi Covid-19, usahanya makin terpuruk. Bahkan, tahun-tahun selama pandemi baginya merupakan tahun terberat untuk usahanya. Ia merasa seperti telah jatuh dan tertimpa tangga pula. Dihimpit era digital, dicekik Covid-19.

“Dulu sebelum korona bisa bawa pulang Rp 150 ribu per hari. Setelah korona hanya bisa menutupi kebutuhan makan per hari. Turun drastis. Tapi, semua kembali ke rasa syukur. Disyukuri saja hasil yang didapat”, katanya.

Faktor lain turunnya bisnis ini menurutnya, terjadi pergeseran selera penikmat kaset CD maupun DVD. Menurutnya, kaset film kurang diminati. Yang banyak dicari biasanya kaset lagu, orkesan, dangdut, dan koplo.

“Kalau untuk kalangan anak-anak yang laku adalah kaset kartun seperti upin ipin. Jadi sekarang saya lebih banyak stok kaset lagu dan kartun saja. Filmnya hanya tersisa sedikit,” jelas Rofi.

Uniknya, untuk memberikan pelayanan prima pada pelanggan, Rofi punya strategi jitu. Dia memberikan garansi bagi pelanggannya. Bila kaset yang telah dibeli ternyata kualitas gambarnya tidak bagus, maka pembeli bisa mengembalikan dan menukarnya dengan kaset lain. Asalkan kondisi kasetnya masih bagus dan tidak tergores. Pelayanan ini Rofi berikan semata untuk menjaga kesetiaan pelanggan-pelanggannya.

Bagi Rofi, kaset CD maupun DVD akan tetap eksis. Sebab, kaset memiliki tempat tersendiri bagi penggemarnya. Sekalipun di era digital, mendengarkan lagu melalui kaset memiliki kelebihan dibandingkan dari media sosial.

Mendengarkan lagu dari kaset tidak membutuhkan kuota dan tidak bergantung akses internet. Sehingga, bisa dinikmati kapanpun dan di manapun. Tidak ada iklan, sehingga mendengarkan musik akan lebih nyaman dan tidak akan terganggu dengan cuplikan iklan apapun. (hn)

Editor : Jawanto Arifin
#digitalisasi #penjual cd