Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Siswi asal Pandaan Sukses Jadi Juara 1 O2SN Tingkat Nasional Pencak Silat Jenjang SD, Rahasianya....

Rizal Syatori • Sabtu, 30 September 2023 | 21:10 WIB
ON FIRE: Michele Kirana Tritha Santoso.
ON FIRE: Michele Kirana Tritha Santoso.

KABUPATEN Pasuruan kerap melahirkan atlet silat andal. Terbaru, ada nama Michele Kirana Tritha Santoso yang berhasil jadi juara 1 Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) pencak silat jenjang Sekolah Dasar (SD). Siapa dia?

Wajah Michele, 11, tampak semringan saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di rumahnya kawasan Kasri, Petungasri, Pandaan. Ia cukup bersemangat saat menceritakan pengalamannya membawa pulang medali emas O2SN, baru-baru ini.

Pelajar kelas VI SD ini turun di O2SN mewakili Kabupaten Pasuruan dan Jawa Timur. Ia berhasil menjadi juara satu saat turun di kelas C (berat badan di atas 30-32 kilogram) grup putih putri. Ajang O2SN sendiri berlangsung pada 21-24 September lalu di Jakarta.

“Selama di Jakarta, saya tampil empat laga. Di Final Alhamdulillah menang dari atlet pencak silat asal Kaltim. Bangga dan senang sekali, bisa meraih juara pertama,” ujar Michele Kirana Tritha Santoso.

Selain turun di laga tanding, Michele juga tampil di kelas seni pencak silat. Namun, di nomor itu, ia hanya meraih peringkat kelima. “Semua atlet yang ikut di tingkat nasional, harus tampil di laga tanding dan seni. Jadi dua-duanya harus bisa,” jelasnya.

Keikutsertaan Michele di O2SN tingkat nasional sendiri tidak ujuk-ujuk. Ia harus melalui proses lumayan panjang dalam enam bulan terakhir.

Yakni, ikuti seleksi O2SN tingkat kecamatan pada 5-6 April lalu. Kemudian seleksi tingkat kabupaten dan provinsi, masing-masing pada 14-15 Juni dan 1-4 Agutus lalu.

“Karena di tingkat kecamatan, kabupaten, dan provinsi berhasil juara satu, maka berhak tampil di tingkat nasional. Hasilnya, bersyukur sekali bisa juara satu juga di Jakarta,” kata pelajar SD kelas VI di SD Islam Ukhuwah Pandaan.

Selama mengikuti O2SN tahun ini, Michele mengaku melakukan persiapan serius. Yakni, latihan rutin 2-3 kali setiap harinya. Libur latihan hanya di hari Minggu.

Saat latihan, Michele tergabung dalam pencak silat Perisai Diri Pandaan. Ia selalu ditemani oleh sang ayah, Trias Rudi Santoso, yang merupakan mantan atlet pencak silat yang pernah tampil di PON 2008 Kaltim lalu. Kini, Trias menjadi pelatih Perisai Diri Pandaan.

“Pagi dan sore latihan fisik. Malamnya latihan teknik bertanding dan seni. Porsi latihannya seperti itu. Ayah selalu menemani saya. Jadinya, terus semangat,” ceritanya.

Pencak silat sendiri merupakan olahraga yang disukai Michele sejak kecil. Ia tertarik silat usai dikenalkan sang ayah dengan olahraga bela diri itu. Kebetulan rumahnya, selama ini juga menjadi basecamp Perisai Diri Pandaan.

“Melihat teman-teman pesilat lainnya berlatih, saya jadi tambah tertarik. Sejak kelas 2 SD, saat masih berusia delapan tahun, saya resmi berlatih. Pelatihnya juga ayah sendiri,” akunya.

Meski menekuni pencak silat, hal itu dijelaskan Michele tak mengganggu jam belajarnya di sekolah. Ia juga tetap mengaji. “Latihan ya latihan, sekolah ya sekolah, mengaji tetap mengaji. Semuanya berjalan lancar. Kalau pas ada kejuaraan atau turnamen, dapat dispensasi dari sekolah,” akunya.

Michele sendiri mengaku tak pernah bosan berlatih. Sebab, ia memiliki cita-cita yang tinggi. Yakni ingin mencicipi laga PON, Sea Games, dan sejumlah kejuaraan bergengsi lainnya.

Sementara itu, Trias Rudi Santoso, sang ayah yang juga pelatih silat mengaku, putrinya cukup semangat berlatih. Bakat Michele sendiri sudah terlihat sejak taman kanak-kanak.

“Selain sudah ada bakat sejak kecil, juga ada turunan gen pesilat dari saya. Sebagai orang tua, saya senang dan bersyukur sekali ada penerusnya,” aku Trias, sapaan akrabnya.

Sebelum jadi juara O2SN, Michele sempat meraih juara Banyuwangi Championship Open, pada 2022 lalu. Ia menjadi pesilat terbaik. Di tahun yang sama, Michele juga ikut kejurda Jatim Perisai Diri Malang Cup. Kemudian Kejurda Jatim intern Perisai Diri di Ponorogo Cup. Lalu, di 2023 sekarang. Juga tampil dan berlaga di Tugu Muda Cup, serta National Martrial Art Championship di Raci, Bangil.

“Alhamdulillah, selama Michele bertanding di kejuaraan atau turnamen yang diikutinya selama ini selalu juara satu dan sekaligus menjadi pesilat terbaik,” tuturnya.

Kunci sukses putrinya, ia menuturkan selain latihan rutin. Juga memiliki mental tanding yang besar. (zal/mie)

Editor : Jawanto Arifin
#silat kabupaten pasuruan