Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Koptu Rahmad Hadi Susanto, Tentara yang Punya Keahlian Pijat Alternatif

Iwan Andrik • Senin, 4 September 2023 | 23:35 WIB
TIDAK KOMERSIL: Koptu Rahmad Hadi Susanto saat memijat kretek seorang perwira di Polres Pasuruan.
TIDAK KOMERSIL: Koptu Rahmad Hadi Susanto saat memijat kretek seorang perwira di Polres Pasuruan.

Sebagai anggota TNI, Kopral Satu (Koptu) Rahmad Hadi Susanto memiliki keahlian tak biasa. Ia mahir memijat alternatif. Siapa yang menyangka, keahlian itu diperolehnya setelah ia menderita cedera lama. Kini, pijat kretek yang ditekuninya menjadi sarana untuk membantu dan mendekatkan diri kepada warga.

IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo

Kretek...kretek. Bunyi itu terdengar nyaring. Suara yang datang dari persendian itu berulang kali terdengar, ketika Koptu Rahmad Hadi Susanto memijat pasiennya.

Semula, bagian punggung. Selanjutnya, bagian kaki. Lalu bagian leher. Suara kemeretek terdengar nyaring. “Wah, enteng rasanya,” ungkap salah satu pasien begitu rampung dipijet.

Koptu Rahmad memang memiliki keahlian tersendiri. Ia bisa pijat kretek. Dari pijatan kretek tersebut, tidak sedikit pasien yang bisa disembuhkannya. Seperti vertigo hingga masalah lainnya.

Keahlian tersebut diperolehnya pada 2020 saat pandemi Covid-19 melanda. Saat itu, Koptu Rahmad yang bertugas sebagai relawan Covid-19, sering bertemu almarhum Profesor Sukardi di Pandaan. Tak jarang ia pun bercerita tentang kondisi sarafnya.

“Saya menderita penyempitan urat saraf belakang. Kondisi itu saya rasakan sejak 2012. Bahkan, pernah lumpuh. Rasanya tidak nyaman. Sempat mau operasi. Tapi, saya batalkan. Sebab, ada orang yang mengalami kondisi serupa dan sembuhnya tidak normal,” sampainya.

Takdir kemudian mengantarkan Rahmad bertemu Profesor Sukardi pada 2020. Profesor yang dikenal sebagai pembuat ramuan untuk penanganan Covid-19 itu, mengetahui kondisinya. Sang profesor pun memijatnya.

“Syukur, ternyata saya bisa sembuh,” ungkap anggota Koramil Pasrepan ini.

Kondisi itu pun membuatnya merasa lebih nyaman. Dari situ pula, ia meminta untuk diajari memijat. Ternyata, sang Profesor membuka hati untuk mengajarinya.

“Saya belajar pijat terapi tersebut, beberapa hari lamanya. Sampai akhirnya bisa,” ungkap dia.

Untuk memperdalam ilmu itu, ia juga mempelajari teknik pemijatan alternatif di YouTube. Beberapa hal lain yang berkaitan dengan memijat juga dia pelajari. Termasuk tentang struktur tulang dan persendian.

Setelah itu, dia pun mulai mempraktikkan ilmunya. Semula, teman-teman kampung atau sesama TNI yang dipijat kretek-kretek olehnya. Lambat laun, kemampuannya pun dikenal.

Hingga akhirnya, banyak warga yang mengenal kemampuannya itu. Ketika ada hajatan desa, tak jarang warga minta dipijat. Khususnya, mereka yang mengalami masalah pada kondisi tubuhnya.

“Awalnya memang praktik pijat kretek-kretek ke teman-teman. Lambat laun, ketika ada kegiatan di desa, banyak warga yang meminta dipijat,” aku bapak satu anak ini.

Anggota kelahiran Pasuruan, 3 Juli 1982 ini mengaku, sehari bisa memijat 10 hingga 15 orang. Bahkan, pernah sampai lebih. Terutama ketika ada acara kumpul-kumpul warga.

Memang, rasa lelah ada. Apalagi, ketika sedang enak-enaknya istirahat. Kemudian ada saja yang meminta bantuannya untuk dipijat.

Meski begitu, ia tak berniat mengomersialkan keahliannya. Karena baginya, ada hal yang lebih penting dibandingkan uang. Bisa membantu orang, merupakan kebahagiaan yang bisa memberinya ketenangan batin.

“Tidak ada tarif. Kalau mau ngasih, ya silakan. Kalau tidak, ya tidak masalah. Bagi saya, bisa membantu orang lain itu memberi kepuasan tersendiri dalam batin. Apalagi, tugas kami sebagai TNI kan memang pendekatan kepada masyarakat,” aku pria 41 tahun tersebut.

Anggota yang tinggal di Gunungangsir, Kecamatan Beji, ini menambahkan, kepuasan lebih bisa dirasakannya lagi, apabila orang yang sakit akhirnya sembuh dengan terapi yang dilakukannya. Ia bercerita, ada salah satu temannya yang kerap pusing karena vertigo.

Rahmad lantas memijatnya, memberikan terapi khusus. Hingga akhirnya sakit vertigo itu bisa disembuhkan. Dia pun merasa puas karena bisa memberikan manfaat positif pada orang lain. (hn)

Editor : Jawanto Arifin
#tukang pijat #Pijat Kretek #tentara