Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pengusaha asal Prigen Ini Melatih Tai Chi hingga Singapura usai Sembuh dari Sakit Enam Tahun

Rizal Syatori • Rabu, 30 Agustus 2023 | 00:05 WIB
AKTIF MELATIH: Tony Liono, 70, terus menyebarkan kebaikan Tai Chi. Mulai di dalam negeri, juga sampai ke Singapura.
AKTIF MELATIH: Tony Liono, 70, terus menyebarkan kebaikan Tai Chi. Mulai di dalam negeri, juga sampai ke Singapura.

Kesibukan menjadi pengusaha tidak membuat Tony Liono mengesampingkan olahraga. Meski usianya sudah 70 tahun, dia aktif berlatih dan melatih Tai Chi. Semuanya bermula dari sejumlah sakit yang dideritanya selama enam tahun.

RIZAL FAHMI SYATORI, Prigen, Radar Bromo

Sudah 10 tahun terakhir, Tony Liono, 70, menggeluti Tai Chi. Pengusaha ban yang tinggal di Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, itu bahkan dikenal sebagai pelatih Tai Chi.

Dia mengenalkan Tai Chi tanpa kenal lelah. Mulai masyarakat umum, warga di pedesaan, instansi pemerintah, TNI, Polri, dan banyak instansi yang lain. Bahkan, sampai ke sejumlah kota dan daerah di sejumlah provinsi.

“Saya tidak hanya melatih Tai Chi di Jatim. Juga di Jateng dan Jabar. Bahkan, sampai ke Lombok, Kupang, hingga Singapura,” kata Tony ditemui Radar Bromo di kediamannya, Perum Puncak Prigen, Ledug, Kecamatan Prigen.

Tai Chi sendiri merupakan olahraga pernapasan dan penguatan otot. Olahraga asal China ini sudah berusia ratusan tahun. Dan kini menyebar ke hampir semua negara di dunia. Termasuk di Indonesia.

Tony sendiri tidak ujug-ujug melatih Tai Chi seperti sekarang. Sekitar 10 tahun lalu, dia sekadar latihan rutin. Kala itu, dia ikut latihan Tai Chi di Ngagel, Surabaya.

Tony memutuskan ikut Tai Chi karena enam tahun sebelumnya dia mengalami beragam sakit yang tak kunjung sembuh. Mulai migrain, diabetes, vertigo, dan hipertensi.

Keputusannya itu terbukti benar. Setelah rutin latihan Tai Chi , kesehatan tubuhnya berangsur membaik. Sakit yang dideritanya sembuh secara perlahan. Hingga kemudian sembuh total.

“Setelah sakit sembuh, saya bisa menguasai puluhan gerakan berkat latihan rutin. Karena pengalaman itu, di sisa hidup ini, saya ingin menyebarkan manfaat kebaikan Tai Chi dengan fokus menjadi pelatih,” tuturnya.

Tony bahkan menjadi ketua umum Duta Tai Chi . Membawahi 40 sasana di seluruh Jawa Timur.

Keluarga pun sangat mendukung semua aktivitasnya. Apalagi, aktivitas itu tidak menganggu pekerjaannya sebagai pengusaha.

“Selain menjadi pelatih, saya tetap harus rutin berlatih. Keluarga mendukung, sehingga semuanya berjalan lancar. Urusan bisnis, juga Tai Chi , sama-sama jalan,” katanya.

Menurutnya, banyak sekali manfaat berlatih Tai Chi. Antara lain, membentuk keseimbangan yin dan yang. Membetuk kelenturan otot dan tidak mudah pikun. Manfaat lainnya, semakin banyak teman atau relasi yang diperolehnya selama berlatih dan melatih Tai Chi.

“Dari Tai Chi ini, dampaknya luar biasa. Baik bagi kesehatan. Juga bagi hubungan atau relasi,” ungkapnya.

Olahraga Tai Chi pun relatif bisa dilakukan di manapun. Bisa di ruangan terbuka, bisa juga di ruangan tertutup. Bisa di teras atau di dalam rumah, bisa juga di halaman rumah.

“Paling tepat itu latihan di pagi hari. Gerakannya sangat cocok untuk kaum manula, termasuk anak muda,” bebernya.

Memang, sepintas gerakan Tai Chi tampak muda dan biasa saja. Namun, di awal melakukannya terasa berat. Bahkan, meskipun gerakannya lemah gemulai, tetapi keringat yang dihasilkan dari tubuh cukup banyak.

“Kuncinya harus latihan rutin dan sungguh-sungguh, nanti menjadi terbiasa. Awalnya berat, kemudian akan jadi terbiasa. Silakan mencoba,” tuturnya. (hn)

Editor : Jawanto Arifin
#melatih tai chi #tai chi