Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kampung di Kanigaran Ini Manfaatkan Wadah Air Mineral Bekas untuk Membuat Lampu Hias

Fahrizal Firmani • Rabu, 16 Agustus 2023 | 19:10 WIB

 

BAHAN DAUR ULANG: Ornamen burung Garuda di Gang Bayusari yang dibuat dari tempat air mineral bekas. (Zainal Arifin/Radar Bromo)
BAHAN DAUR ULANG: Ornamen burung Garuda di Gang Bayusari yang dibuat dari tempat air mineral bekas. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

 

Kemeriahan HUT Kemerdekaan RI ke-78 juga terasa di RT 1 RW 3 Gang Bayusari II, Jalan Sunan Muria, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran. Mereka memanfaatkan wadah air mineral bekas menjadi hiasan lampu berbagai model.

 

FAHRIZAL FIRMANI, Kanigaran, Radar Bromo

 

Sejumlah warga tampak bersantai di pos gardu yang terbuat dari kayu itu. Mereka tersenyum puas melihat hiasan yang sudah terpasang di sepanjang jalan menuju permukiman di gang.

Ada yang berbentuk petromax. Ada yang berbentuk bunga. Hingga karakter burung garuda dan superhero Transformers. Modelnya yang beragam dan semuanya terang dengan kerlap-kerlip lampu hias hingga jadi apik.

Andik Sasmitro, Sekretaris RT 1 RW 3 Gang Bayusari mengungkapkan, setiap tahunnya saat momen Agustusan, masyarakat RT 1 RW 3 selalu ikut menyemarakkan. Di tahun ini disepakati untuk menggunakan wadah air mineral untuk hiasannya.

Alasannya, beberapa warga suka membeli air mineral ukuran 15 kilogram untuk konsumsi minum harian. Sehingga banyak wadah air mineral bekas. Sementara untuk dijual, harganya pun tidak seberapa.

Karena, warga tidak ingin sekadar hiasan, maka dipilihlah tema zaman dahulu, masa kini dan masa yang akan datang. Hingga disepakati membuat hiasan berbentuk petromax, bunga, burung garuda dan Transformers.

“Seluruh hiasan ini terbuat dari wadah air mineral yang tidak digunakan lagi. Sebab, kami ingin ada pesan yang disampaikan ke masyarakat,” katanya.

Ketua Panitia HUT RI RT 1 RW 3, Alek Kuswanto menyebut, pemilihan model petromax bertujuan agar masyarakat tahu pada zaman penjajahan. Lampu yang memakai bahan bakar dari minyak tanah. Sebab, banyak anak masa sekarang yang tidak tahu petromax.

Ada 210 lampu hiasan berbentuk petromax yang dibuat berjarak lima meter. Sehingga, jika halaman rumahnya lebar, maka dalam satu rumah, ada dua sampai tiga buah model petromax yang terpasang.

“Biar anak sekarang terangsang bertanya ini model apa. Terus kami jelaskan begini. Sehingga mereka tahu sejarah Indonesia,” katanya.

MASA DEPAN: Ornamen robot yang ada di Gang Bayusari. (Zainal Arifin/Radar Bromo)
MASA DEPAN: Ornamen robot yang ada di Gang Bayusari. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

Untuk pemilihan hiasan model bunga karena bunga melambangkan keceriaan. Mengingat, tema dalam HUT RI ini adalah Kebonsari Wetan Kompak, Kreatif, dan Total dalam Berkarya, Berseri, Bersih, Sehat dan Ceria (Ketan Keratok Berseri).

“Jumlahnya sama dengan lampu hiasan berbentuk petromax. Selain diletakkan di sepanjang jalan, ada juga yang diletakkan di halaman rumah,” jelas Alek.

Andik menambahkan, untuk hiasan burung garuda memiliki 1945 bulu yang terbuat dari wadah air mineral. Pihaknya sengaja memilih burung garuda karena ini adalah lambang negara dan membawa spirit nasionalisme.

Sementara, hiasan superhero transformers dipilih karena anak masa kini suka dengan karakter superhero tersebut. Di mana karakter ini melambangkan kecanggihan masa depan. Pihaknya ingin kemerdekaan RI bisa dinikmati hingga masa yang akan datang.

Di setiap pintu rumah juga dipasang hiasan berbentuk rantai yang terbuat dari kertas mika. Hiasan ini melambangkan keguyuban dan kerukunan yang terjalin di antara warga RT 1 RW 3.

“Selain itu, hiasan transformers memiliki manfaat lain. Ini sebagai hiburan anak kecil. Banyak anak kecil yang menangis usai diajak melihatnya mereka jadi diam,” tutur Andik.

Ketua Tim Kreatif Erianto menambahkan, tidak ada kendala dalam pembuatan hiasan untuk menyambut HUT RI ini. Sebab semua warga terlibat dalam pengerjaannya. Termasuk, biayanya juga dirembuk bersama.

Paling sulit adalah pembuatan hiasan burung garuda. Kesulitannya adalah bagian sayap harus simetris. Sehingga, yang mengerjakan hanya dua orang. Untuk pijakannya, menggunakan foam dari kanopi serta kertas semen yang dicat.

“Jadi sebelum dibuat, saya sempat menggambar dulu untuk konsep hiasan burung garudanya. Agar simetris, bagian kiri dan kanan,” kata Eri.

Ketua RT 1 RW 3, Ratno Setiawan menuturkan pihaknya berharap agar spirit kerja sama dan gotong royong yang ditunjukkan selama pembuatan hiasan HUT RI ini terus terjalin. Dengan hiasan ini, diharapkan rasa nasionalisme tetap tumbuh.

“Meski zaman sudah semakin canggih, kita tetap tidak boleh lupa dengan sejarah bangsa. Sehingga rasa cinta tanah air tetap ada,” tutur Ratno. (fun)

Editor : Ronald Fernando
#hut kemerdekaan ri #semarak kemerdekaan