Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan terus berbenah menjadi desa wisata. Setelah berhasil membuat destinasi wisata Kolam Air Panas, kini ada juga Taman Kelinci yang mulai digandrungi wisawatan sekitar.
RIZAL FAHMI SYATORI, Gempol, Radar Bromo
Tidak perlu jauh-jauh ke Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang untuk berwisata ke taman kelinci. Karena kini objek wisata serupa bisa ditemui di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Tepatnya di Dusun Gondang, satu komplek dengan wisata pemandian kolam air panas di desa setempat.
Memang, wisata Taman Kelinci ini baru beroperasi dua bulan terakhir. Namun, objek wisata ini sudah mulai dikenal. Bahkan, tiap hari selalu ada pengunjung yang datang. Sejak pukul 15.00 saat wisata mulai dibuka, sampai pukul 22.00.
Wisata Taman Kelinci ini menjadi pelengkap wisata Kolam Air Panas di desa setempat. Pembangunannya dilakukan untuk mewujudkan program desa wisata di Desa Kepulungan.
Harapannya juga, wisatawan akan berkunjung lebih lama di Desa Kepulungan dengan adanya Taman Kelinci ini. Kalau biasanya wisatawan hanya ke kolam air panas, maka sore harinya bisa mampir ke Taman Kelinci.
“Jadi kalau pengunjung berwisata ke desa kami, bisa menikmati pemandian kolam air panas. Juga bisa bermain ke taman kelinci di sore harinya. Ini cocok sekali khususnya bagi anak-anak,” tutur Kades Kepulungan Didik Hartono.
Taman Kelinci sendiri dibangun di atas lahan Tanah Kas Desa (TKD). Sama halnya dengan pemandian kolam air panas. Luas lahannya sekitar 600 meter persegi.
Pembangunannya sendiri memakan waktu empat bulan dengan total biaya pembangunan sekitar Rp 360 juta. Dana itu untuk pembangunan fisik juga melengkapi sarana dan prasana pendukung. Baik untuk kenyamanan wisatawan, juga untuk kelinci.
Untuk kenyamanan wisatawan misalnya, dibangun pondasi di bagian terluar taman. Lalu, di atasnya dibanugn pagar. Sementara untuk kelinci, permukaan tanah ditutup pasir Lumajang. Lalu di atasnya ditanami rumput. Selain itu dibangun beberapa gundugan serta terowongan mini untuk kelinci bermain.
Di sini anak-anak bisa bermain puas dengan kelinci. Sebab, selama taman dibuka kelinci memang tidak dikurung. Melainkan dilepas di taman. Sementara orang dewasa bisa menikmati terapi ikan sambil duduk santai.
Juga ada kantin yang menjual aneka jajanan dan minuman sebagai sarpras pelengkap. Termasuk beberapa gazebo untuk duduk santai.
Selain itu, juga ada wahana bermain seperti ayunan dan beberapa spot foto yang menarik. Tersedia juga toilet tiga ruangan. Sehingga, pengunjung tidak perlu antre untuk ke toilet.
Yang menarik, Taman Kelinci juga dilengkapi dengan gemerlap lampu hias di malam hari. Menyambah betah pengunjung dengan udaranya yang sejuk.
“Kalau ke sini paling pas itu malam hari. Suasananya asyik. Orang tua bisa duduk santai atau bisa terapi ikan. Anak-anaknya bermain dengan kelinci sepuasnya,” ucap Kades Kepulungan Didik Hartono.
Rokhmad Wijaya, humas wisata taman kelinci dan pemandian kolam air panas Desa Kepulungan menjelaskan, selama dua bulan berjalan Taman Kelinci selalu ramai pengunjung untuk ukuran wisata baru. Saat weekday misalnya, pengunjung mencapai 15-30 orang. Lalu saat weekend dan hari libur nasional per harinya bisa sampai 150 orang. Bahkan bisa lebih. Mereka tidak hanya datang dari sekitaran Pasuruan. Juga ada yang dari Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo dan Gresik.
“Agar pengunjung merasa nyaman, kebersihan taman kelinci selalu kami jaga tiap hari. Sementara fasilitas pendukung akan kami tambah secara bertahap,” ujarnya.
Untuk kelinci sendiri, ada sekitar 90 ekor. Semuanya kelinci lokal yang dibeli dari Purwosari. Lalu dua pekan sekali, pengelola menambah sekitar 10 ekor kelinci baru. Mengantikan yang sakit atau mati.
“Kami juga sangan memperhatikan kesehatan kelinci. Sebab, kan yang kami tawarkan pada pengunjung memang taman kelinci,” beber Sekdes Kepulungan, Fachrudin Salim.
Tiap hari kesehatan kelinci dicek. Jika ada yang sakit, maka kelinci itu akan langsung dipisahkan dengan yan segat. Sedangkan yang mati langsung dikubur
”Jadi semua kelinci diawasi. Kondisinya harus selalu sehat. Sebab, kelinci-kelinci ini kan dilepas dan bermain dengan pengunjung. Jadi harus selalu sehat,” tuturnya.
Ami, 30, seorang ibu rumah tangga yang berkunjung ke taman kelinci mengaku kerasan saat berkunjung. Warga Sidoarjo itu datang untuk pertama kalinya bersama anggota keluarganya.
“Kami datang malam hari bersama keluarga. Suasananya asyik. Terutama anak-anak bisa dengan leluasa berinteraksi dengan kelinci. Bisa bermain dan memberi makan kelinci,” tuturnya. (hn)
Editor : Jawanto Arifin