Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Berkunjung ke Kampung Anggur Jrebeng Lor yang Jadi Jujukan Wisata Edukasi Siswa

Ronald Fernando • Rabu, 28 Juni 2023 | 15:18 WIB
TERUS DIKEMBANGKAN: Salah satu kebun anggur yang dikembangkan di RT 1/ RW 4, Kelurahan Jrebeng Lor, Kedopok. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)
TERUS DIKEMBANGKAN: Salah satu kebun anggur yang dikembangkan di RT 1/ RW 4, Kelurahan Jrebeng Lor, Kedopok. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)
Anggur sudah lama jadi salah satu ikon Kota Probolinggo. Sayang, beberapa tahun belakangan, mulai sulit ditemui. Upaya menggalakkan budi daya anggur kembali didengungkan.

------------------------------------------------------------------------------------------------------

ARIF MASHUDI, Kedopok - Radar Bromo

------------------------------------------------------------------------------------------------------

GANG itu tak terlalu besar. Lebarnya sekitar 2 meteran. Yang membedakan dengan kampung kebanyakan, begitu masuk gang di RT 1/ RW 4, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, itu deretan pohon anggur mudah ditemui.

Salah satu yang lahannya cukup besar, di tepi jalan raya. Luas halaman sekitar 15 x 20 meter itu ditanami anggur. Ya, kampung setempat dikenal sebagai Kampung Anggur.

Dirintis sejak 2020 lalu, ke depan semua rumah warga di kawasan setempat diproyeksi bisa menanam anggur. Kebun di belakang permukiman warga Kampung Anggur itu, juga ada hamparan luas kebun anggur.

Luasnya sekitar 1.500 meter persegi. Kebun anggur itu terasa rindang dan sejuk.  Sebab, rindangnya pohon sudah seperti kanopi yang melindungi dari teriknya matahari.

Lahan itu sendiri merupakan milik Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Peternakan (DPKPP) Kota Probolinggo. Rencana ke depan, ada sekitar 7 ribu meter persegi lahan yang akan dijadikan kebun anggur. Namun, untuk saat ini lahan yang sudah ditanami pohon anggur baru sekitar 1.500 persegi.

”Jika terus dikembangkan, rencana 7.000 meter persegi yang akan ditanami pohon anggur di kebun ini ke depannya,” kata Probi Fadli Rohman, 36, warga setempat yang ditunjuk oleh Kelurahan Jrebeng Lor untuk mengelola Kampung Anggur Jrebeng Lor.

Photo
Photo
Kebun anggur ini dirintis sejak 2020 lalu. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)

Probi menceritakan, kebun anggur ini dirintis sejak 2020 lalu. Berawal dari halaman depan rumahnya yang sukses ditanami pohon anggur. Kebetulan, halaman rumahnya menjadi satu dengan halaman rumah saudaranya. Sehingga, halaman dengan ukuran sekitar 15 x 20 meter itu, terlihat rindang karena sudah ditanami tanaman anggur.

”Kalau tanaman anggur halaman depan rumah itu sudah lama. Bahkan, tahun 2020 lalu, ada kelompok kampung anggur dari Lumajang datang belajar ke rumah. Mereka belajar cara perawatan tanaman anggur,” kenangnya.

Melihat sukses berkebun di lahan miliknya, Probi pun diminta untuk  mengelola lahan milik DPKPP untuk jadi kebun anggur. Dari situ, warga juga mulai tertarik untuk menanam anggur.

“Sekarang, kami terus merintis untuk kembangkan menjadi Kampung Anggur. Sudah banyak depan rumah warga yang ditanami pohon anggur. Tetapi, semua itu tetap butuh proses,” tambahnya.

Probi mengelola Kampung Anggur bersama pamannya, Ari Fatoko, 46. Menurutnya, tanaman anggur harus diperhatikan kelembapan tanahnya. Kendalanya, anggur tidak kuat dengan cuaca hujan. Saat terkena air hujan, tidak lama langsung mengering. Karena itu, tanaman anggur cocoknya saat musim kemarau atau panas.

”Kalau sudah terkena air hujan, harus langsung disiram dengan air sumur atau air bor. Jadi, harus telaten menyiram daun-daun di atas itu dengan air sumur menggunakan pompa semprotan. Kemudian, diberikan obat. Jika tidak, tanaman anggur akan mengering daunnya, Mas,” ungkapnya.

Sejauh ini, kampung anggur yang tengah dikelolanya belum pernah panen raya. Tetapi, saat dipanen untuk dikonsumsi oleh warga, sudah sering.

Memang, butuh proses tidak sebentar untuk menjadikan tanaman anggur itu subur dan berbuah lebat. ”Alhamdulillah, Kampung Anggur ini menjadi tempat wisata edukasi bagi siswa. Biasanya siswa PAUD, TK, atau SD datang belajar budi daya tanam pohon anggur,” jelasnya.

Plt Lurah Jrebeng Lor Arik Fajeri Zunaidi mengatakan, Kampung Anggur itu saat ini masih dirintis dan terus dikembangkan. Pihaknya sudah menetapkan dua pengelola Kampung Anggur. Tetapi, nantinya Kampung Anggur akan melibatkan semua warga.

Ke depan, diharapkan saat masuk kampung setempat, tiap rumah sudah menanam anggur yang menempel di dinding rumah mereka. ”Memang tidak mudah untuk mengajak dan membuat kesadaran warga ikut turut membangun Kampung Anggur. Tetapi, dengan kondisi Kampung Anggur yang sudah ada, dapat dikembangkan lebih besar dengan keterlibatan semua warga,” harapnya. (mie) Editor : Ronald Fernando
#kampung anggur #anggur kota probolinggo