Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ketika Dedengkot Persekap Bereuni Kembali di Lapangan

Jawanto Arifin • Selasa, 16 Mei 2023 | 18:19 WIB
INGAT ZAMAN DULU: Eks penggawa Persekap duduk di tepi lapangan sembari menunggu giliran bermain, Minggu (14/5) sore. (Foto: Fandi Armanto/Jawa Pos Radar Bromo)
INGAT ZAMAN DULU: Eks penggawa Persekap duduk di tepi lapangan sembari menunggu giliran bermain, Minggu (14/5) sore. (Foto: Fandi Armanto/Jawa Pos Radar Bromo)
Tim kebanggaan masyarakat Kota Pasuruan Persekap saat ini tengah vakum. Tapi Minggu (14/5) sore lalu, para suporter berkumpul di stadion Untung Suropati. Mereka melepas rindu untuk melihat para dedengkot yang dahulu pernah membela tim ini. Saat itu digelar laga Halalbihalal melawan tim Porprov.

FANDI ARMANTO, Panggungrejo, Radar Bromo

“Ayo Vez mlayune seng banter. Ojo kalah karo seng nom (Ayo larinya yang kenceng. Jangan mau kalah dengan yang muda),” teriak Samsul Arifin dari pinggir lapangan.

Mendapat instruksi dari rekannya, Fajar “Tevez” Cahyo yang dulu pernah menjadi striker Persekap, mencoba mengejar si kulit bundar. Dari sisi kiri lapangan, dia berlari. Menunggu operan dari Ali Khumaidi, eks gelandang bertahan Persekap.

Slupppp...Crosing sebenarnya matang dan tepat sasaran. Sayang, umpan manis itu tak bisa dikejar Tevez. Si kulit bundar sebenarnya juga tak terlalu kencang. Tapi Tevez kalah cepat sehingga bole berhasil direbut pemain muda tim Porprov Kota Pasuruan.

Seketika itu gelak tawa langsung terdengar. “Yo bedo rek karo mbiyen (beda dengan dulu). Iki wes setel kenceng padahal,” kata Tevez sambil ngos-ngosan.

Photo
Photo
BAWA ANAK: Sejumlah eks Persekap bersalaman usai berlaga. Terlihat ada yang bersama anaknya. (Foto: Fandi Armanto/Jawa Pos Radar Bromo)



Begitulah sepintas suasana laga halalbihalal yang disaksikan Lasser Mania (sebutan suporter Persekap). Meski bukan laga resmi, suporter senang. Bahkan suara tabuhan drum tak berhenti selama laga berlangsung.

Laga halalbihalal ini sengaja digelar PSSI untuk ajang silaturahmi. Yang diundang pun hampir semua pemain Persekap di musim tahun 2008 ke atas. Mereka bahkan ada yang berasal dari skuadra Persekap Junior saat juara Liga Remaja. Hingga ketika Persekap berlaga di Lige Primer Divisi Dua dahulu.

Para pemain itu di antaranya ada penjaga gawang Angga “Cecep” Saputra yang kini bergabung dengan Boreno FC, gelandang Samsul Arifin yang kini bermain di Bhayangkara FC. Dua tim ini berlaga di Divisi I Liga Indonesia.

Selain itu ada puluhan nama lainnya seperti Dwi Permana, Ali Khumaidi, M Faisol, Jakfar, dan lainnya. Sebagian besar dari mereka sudah ada yang pensiun. Ada pula yang beralih menjadi pelatih sepak bola hingga aparatur sipil negara. Semuanya menjadikan laga halalbihalal sebagai tempat bereuni.

Tak pelak saat laga digelar, di tepi lapangan banyak bocah-bocah kecil, Mereka rata-rata mengajak anak-anak hingga istrinya. Canda tawa pun jadi makin renyah.

Photo
Photo
NGEFANS: Kiper Borneo FC Angga Saputra meladeni anak kecil berfoto bersama. (Foto: Fandi Armanto/Jawa Pos Radar Bromo)



Sebenarnya bukan hanya para pemain. Laga itu juga dihadiri eks-eks pelatih Persekap. Sebut saja seperti Asyari Cahyani yang pernah sukses membawa Persekap Junior juara Liga Remaja. Ada juga Suhaemi yang pernah menjadi asisten pelatih dan kini menjadi ketua Askot PSSI Kota Pasuruan.

Nah, Suhaemi lah yang menggagas laga halalbihalal ini. “Walaupun kami sudah pisah lama, tetapi komunikasi tetap jalan lho. Karena kami ini sudah seperti keluarga. Bahkan grup WA masih aktif. Makanya banyak yang datang,” beber Suhaemi.

Sebagian besar pemain, memang berasal dari Pasuruan. Tetapi banyak yang dari luar. Sebut saja seperti Angga Saputra. Penjaga gawang Borneo FC ini bisa datang karena memang tidk ada jadwal latihan di klubnya. Dia pun senang karena bisa kangen-kangenan dengan pemain lainnya.

“Alhamdulillah saat dikabari, saya ada waktu. Ya hitung-hitung reunian,” kata pria yang juga personel Corps Polisi Militer Angkatan Darat itu.

Setali tiga uang juga diungkapkan Samsul Arifin. Gelandang Bhayangkara FC bertenaga kuda itu, juga tak sedang sibuk. Sehingga begitu mendpat undangan, dia langsung meluncur. Bahkan dengan bangga mengenakan jersey hijau kebesaran Persekap saat berlaga.

“Kapan lagi bisa berkumpul dengan kawan-kawan jika tidak ada libur latihan,” beber pria yang pernah tergabung di Timnas U-21 itu.

Memang tidak semua eks Persekap tetap menjadikan sepak bola sebagai jalan hidup. Contohnya saja Fajar “Tevez” Cahyo. Pria 34 tahun itu mengaku, semenjak gantung sepatu, sebenarnya dia ingin move on dari sepak bola. Pria asli Mojokerto itu banting stir menjadi penjual kerupuk.

“Jangankan main sepak bola di lapangan. Diajak main futsal sama Karang Taruna di desa saja, saya selalu cari alasan. Tapi ini karena Persekap, saya mau datang. Bahkan dengan istri dan anak angkat saya,” beber Tevez yang dulu pernah menjadi top skor Persekap tahun 2009-an di Divisi 2.



Di laga itu, hadir juga Ismail Marzuki Hasan. Ketua DPRD Kota Pasuruan itu, pernah beberapa tahun mengelola Persekap hingga berlaga di Liga Primer Divisi 2. Tentu saja saat dia di pinggir lapangan, ada yang menggodanya.

“Ayo Bah, kembali ke sepak bola. Kembalikan kejayaan Persekap seperti dulu,” kata Ali Khumaidi dari pinggir lapangan. Senyum pun terlintas dari wajah Ismail.

Harapan itu juga tersirat dari benak suporter. Salah satunya Maarif yang datang untuk menonton. Dia bahkan masih menyimpan jersey Persekap terbaru. Dia meyakini, Lasser Mania pasti ingin Persekap bisa kembali ke kancah kometisi bergengsi.

“Kami rindu menonton di Stadion Untung Suropati. Memberi dukungan dari tribun sembari berteriak-teriak,” bebernya.

Di laga halalbihalal, tiga babak digelar selama 30 menitan. Tim eks Persekap harus takluk 2-0 dari tim Porprov Kota Pasuruan.

Laga itu sendiri dinilai penting bagi Sujito, pelatih tim Porprov Kota Pasuruan. “Karena saat ini kami masih melakukan persiapan dengan dana pribadi. Tapi semangat anak-anak begitu besar. Dengan berlaga melawan eks Persekap, mereka terpacu dan berharap bisa meniru seniornya,” beber Sujito.

Setelah laga yang berakhir menjelang magrib itu, para pemain saling berfoto. Tak lupa mereka membuat janji untuk bisa segera bertemu di lapangan hijau lagi untuk berlatih. (fun) Editor : Jawanto Arifin
#reuni pemain bola #persekap kota pasuruan